Perut Buncit, Penyebab dan Cara Mengatasi Lemak Berlebih

ada sejulah faktor yang menyebabkan terjadinya kelebihan lemak perut. Buncit atau kelebihan lemak perut dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan kesehatan serius termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2 dan perlemakan hati.

Tim Redaksi

9 Nov 2021 - 19.24
A-
A+
Perut Buncit, Penyebab dan Cara Mengatasi Lemak Berlebih

Ilustrasi-Kelebihan lemak menjadi penyebab terjadinya kegemukan alias buncit di bagian "kampung tengah" alias perut./fitnessformen.co.id

Bisnis, JAKARTA – Bisa jadi, sebagian masyarakat awam menilai gemuk sebagai lambang kesejahteraan. Mungkin pula ada yang menganggap bahwa perut gemuk adalah seksi. Namun, yang pasti, perut buncit lebih dekat ke penyakit.

Kelebihan lemak menjadi penyebab terjadinya kegemukan alias buncit di bagian "kampung tengah" alias perut.

Lemak perut atau dikenal dengan lemak visceral  merupakan lemak yang mengelilingi organ-organ yang ada di dalam perut seperti hati, lambung dan usus. Mereka berfungsi melindungi organ penting dalam perut.  

Sayangnya, kelebihan lemak perut dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan kesehatan serius termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2 dan perlemakan hati.  

Menurut Harvard Medical School, penelitian menunjukkan bahwa sel-sel lemak, khususnya sel-sel lemak perut, aktif secara biologis.

Oleh karena itu, seperti dilansir Eat This, Selasa (9/11/2021), sangat tepat jika kita menganggap lemak sebagai organ atau kelenjar endokrin, yang memproduksi hormon dan zat lain yang dapat memengaruhi kesehatan kita.  

Lemak perut diketahui dapat meningkatkan produksi zat inflamasi dalam tubuh yang meningkatkan  risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Letaknya yang dekat dengan organ hati dan pankreas juga dapat meningkatkan kolesterol jahat, mencegah tubuh memecah lemak dan berkontribusi pada resistensi insulin.  

Kebiasaan makan yang buruk, terutama makanan tinggi gula tambahan dan karbohidrat sederhana, serta kurang berolahraga dapat menyebabkan bertambahnya berat badan, terutama lemak perut yang membandel.  

Melihat bahaya yang bisa ditimbulkan akibat kelebihan lemak perut, cara termudah untuk menguranginya adalah dengan menurunkan berat badan. 

Menurut para ahli, menurunkan berat badan saja dapat secara efektif mengurangi lemak ini. Kehilangan 10 persen dari berat badan dapat menghilangkan hingga 30 persen lemak perut.

Ingin menurunkan berat badan? Anda bisa mulai mengonsumsi lebih banyak  buah dan sayuran, protein tanpa lemak, dan biji-bijian.  

Selain itu, olahraga sangat penting untuk mengurangi lemak perut. Aktivitas fisik sedang yang dikombinasikan dengan latihan kekuatan tampaknya efektif untuk mengurangi lemak perut.

Ilustrasi -  Lemak jenuh, selain menyebabkan perut buncit, meningkatkan risiko sejumlah penyakit./Freepik.com

Sementara itu, seperti dilansir Times of India, Minggu (31/10/2021) setidaknya ada 7 faktor penyebab peningkatan lemak perut, yaitu:

1. Lemak Jenuh

Mengonsumsi lemak penting untuk tubuh. Namun, hal terpenting justru mengetahui lemak apa yang tepat untuk Anda. Lemak jenuh atau trans fat merupakan salah satu lemak yang paling tidak sehat.

Lemak jenuh tidak hanya menyebabkan perut buncit, tetapi meningkatkan berat badan secara keseluruhan. Bukan itu saja, lemak jenuh dapat membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker, dan lainnya.

Lemak jenis ini dapat ditemukan dalam makanan yang digoreng dan produk kemasan. Jadi, ketimbang konsumsi makanan gorengan dan fast food, Anda sebaiknya beralih ke produk gandum utuh dan sayuran yang memiliki banyak nutrisi dan mineral.

2. Alkohol

Konsumsi alkohol berlebihan bisa menyebabkan perut buncit. Minuman beralkohol sering disebut kalori 'kosong'. Artinya minuman tersebut hanya menyediakan kalori bagi tubuh tetapi tidak mengandung nutrisi.

Karena itu, alkohol dapat menyebabkan akumulasi lemak visceral yang lebih besar dan indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi.

Mengutip data CDC Amerika Serikat, wanita hanya boleh minum satu gelas alkohol per hari, sedangkan pria boleh minum dua gelas per hari atau tidak sama sekali.

Ingin menghilangkan perut buncit? Kurangi konsumsi alkohol dan minum air putih lebih banyak.

3. Kurang Gerak

Jika Anda jarang melakukan aktivitas fisik, menghilangkan perut buncit hanya impian belaka. Latihan dan olahraga teratur dapat membuat Anda tetap bugar dan memungkinkan Anda membatasi penyimpanan lemak di sekitar pinggang.

Jika Anda sempat jalan kaki di sekitar lingkungan rumah, lakukan lah. Jalan kaki 15-20 menit sehari lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali.

4. Makanan dan Minuman Manis

Mengonsumsi terlalu banyak gula membuat tubuh berisiko mengalami kelebihan lemak perut yang mengarah ke perut buncit. Makanan dan minuman manis mengandung karbohidrat olahan yang sulit dibakar untuk energi sehingga akhirnya disimpan sebagai lemak.

Cara terbaik untuk mengekang mengidam gula (sugar craving) yakni makan karbohidrat sehat, makanan utuh, dan minum banyak air. Dengan demikian, Anda merasa kenyang lebih lama.

Jangan lupa mengonsumsi makanan rendah kalori yang sehat dan bagus untuk kesehatan tubuh.

5. Stres dan Kurang Tidur

Penelitian menunjukkan bahwa stres dan kecemasan dapat menyebabkan produksi hormon kortisol dalam tubuh. Kondisi ini dapat memperlambat metabolisme. Dengan tingkat metabolisme yang berkurang, peluang Anda untuk menurunkan berat badan atau perut buncit bakal turun drastis.

Selain itu, terlalu sedikit tidur dapat menyebabkan kortisol melonjak juga meningkatkan keinginan Anda untuk mengudap makanan berkalori tinggi, menyebabkan kenaikan berat badan, terutama peningkatan lemak perut.

Jika ingin menghilangkan perut buncit dan mempertahankan berat badan ideal, Anda harus tidur setidaknya 7-8 jam setiap hari.

6. Kurang Serat

Mengonsumsi makanan kaya serat merupakan suatu keharusan, terutama ketika Anda ingin menyingkirkan lemak di perut. Diet rendah serat mungkin tidak dapat mengekang keinginan atau rasa lapar akan makanan berkalori tinggi. Hal ini membuat Anda makan lebih banyak dari yang seharusnya.

Jika tidak memiliki cukup serat dalam tubuh, kemungkinan besar Anda memiliki masalah dengan sistem pencernaan. Anda bisa memilih makanan mengandung serat tinggi seperti biji-bijian, kacang-kacangan, gandum, sayuran hijau, kacang-kacangan, lentil dan buah-buahan yang menghidrasi.

Mengonsumsi makanan ini akan membantu Anda merasa lebih kenyang, yang berarti membatasi keinginan untuk makan makanan yang tidak sehat.

7. Faktor Genetik

Faktor genetik dapat menentukan banyak hal tentang penampilan, jenis penyakit fisik, dan banyak lagi. Genetik juga bisa menjadi kemungkinan penyebab perut buncit.

Penelitian menunjukkan bahwa gen tertentu dapat mempengaruhi pelepasan dan aksi leptin, hormon yang memainkan peran penting dalam manajemen berat badan dan regulasi nafsu makan.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hal yang sama, genetika dapat menentukan di mana tubuh akan menyimpan lemak sehingga meningkatkan risiko perut buncit. (Ni Luh Anggela, Mia Chitra Dinisari, Feni Freycinetia Fitriani)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Saeno

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.