Pesan Menko Airlangga tentang Kesejahteraan Petani Sawit

Perbaikan di hulu itu meliputi perbaikan benih atau varietas, pupuk, alat mesin, kultur budidaya, dan cara-cara teknik panen. Dengan perbaikan itu, maka produk sawit dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, perluasan pasar, dan aspek kelestarian lingkungan.

Dany Saputra

17 Nov 2021 - 18.29
A-
A+
Pesan Menko Airlangga tentang Kesejahteraan Petani Sawit

Petani membawa kelapa sawit hasil panen harian di perkebunan milik PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, di kawasan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (11/5). Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis, JAKARTA – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perbaikan di hulu pertanian kelapa sawit harus dilakukan terus-menerus agar peningkatan kesejahteraan petani terus berlanjut meskipun era supercycle berakhir pada masa mendatang.

Perbaikan di hulu itu meliputi perbaikan benih atau varietas, pupuk, alat mesin, kultur budidaya, dan cara-cara teknik panen. Dengan perbaikan itu, maka produk sawit dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, perluasan pasar, dan aspek kelestarian lingkungan.

Nilai tukar petani perkebunan rakyat, termasuk perkebunan sawit di dalamnya, naik drastis selama harga CPO global terus merangkak naik menembus US$1.283 per ton, yang ikut mendorong harga tandan buah segar di tingkat petani mencapai Rp3.000 per kg.

Sejalan dengan itu, NTP perkebunan rakyat tahun ini naik pesat di antara NTP sektor lainnya. BPS merekam NTP perkebunan rakyat melejit dari 112,3 pada Januari ke possi 127,7 pada Oktober. Adapun, NTP secara keseluruhan berada di posisi 106,7 bulan lalu, menguat dari posisi Januari 103,3.

 NTP menggambarkan tingkat kesejahteraan petani. Angka di atas 100 bermakna petani mengalami surplus. Artinya, kenaikan harga produksi lebih tinggi dari kenaikan harga barang-barang yang dikonsumsi petani.

“Petani kecil atau smallholders perlu diberikan dukungan, terutama menghadapi isu perubahan iklim dan hasil kebun rakyat yang selama ini lebih rendah daripada kebun yang dimiliki oleh swasta maupun BUMN,” ujar Airlangga dalam acara Pekan Riset Sawit Indonesia secara virtual, Rabu (17/11/2021).

Dia juga menyampaikan program biodiesel 30% alias B30 berhasil mengurangi impor solar senilai Rp38 triliun tahun lalu. Dia memperkirakan penghematan devisa tahun ini akan mencapai Rp56 triliun dari program itu.

Produk sawit dan turunannya selama ini juga berkontribusi 15,6% terhadap total ekspor nonmigas. Industri ini pun menyumbang 3,5% terhadap produk domestik bruto dan mempekerjakan 16,2 juta orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Sri Mas Sari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.