Free

Petani Tak Otomatis Untung meski Relaksasi HET Beras Diperpanjang

Pemerintah seharusnya menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah karena saat ini masih dipatok Rp6.000 per kilogram.

Dwi Rachmawati

3 Jun 2024 - 21.22
A-
A+
Petani Tak Otomatis Untung meski Relaksasi HET Beras Diperpanjang

Petani beraktivitas di lahan persawahan di kawasan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten. Bisnis/Fanny Kusumawardhani.

Bisnis, JAKARTA – Petani tak lantas langsung mendapatkan keuntungan meski pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi memperpanjang relaksasi Haga Eceran Tertinggi (HET) beras pada Juni 2024.

Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih mengatakan bahwa hal tersebut bisa terjadi karena harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah masih dipatok Rp6.000 per kilogram.

Pemerintah, tambah Henry, seharusnya menetapkan HPP gabah petani sebesar Rp7.000 per kilogram melalui peraturan badan pangan nasional (perbadan), alih-alih memperpanjang relaksasi HET beras.

Baca juga: Daftar Lengkap Harga Eceran Beras di Seluruh RI Usai Dinaikkan 1 Juni

"Harusnya [HPP gabah] dibuat permanen, karena kalau Rp6.000 petani belum untung. Baru balik modal biaya produksi saja," ujar Henry saat dihubungi, Senin (3/6/2024).

Di sisi lain, berlanjutnya relaksasi HET beras premium menjadi sekitar Rp14.900—Rp15.800 per kilogram juga dianggap hanya memberikan peluang lebih lama bagi perusahaan beras besar mengeruk keuntungan. 

Henry menilai terdapat margin yang sangat besar antara HPP gabah petani dengan HET beras premium.

"Jadi keuntungan besar di tangan korporasi besar yang sekarang sudah membeli banyak gabah dan punya rice milling [penggilingan]. Mereka juga punya koneksi dengan perusahaan di bidang ritel," ucap Henry.

 

 

Berdasarkan catatan Bisnis, Minggu (2/6/2024), Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) kembali memperpanjang relaksasi harga eceran tertinggi (HET) beras medium dan premium mulai 2 Juni 2024 setelah kebijakan relaksasi sebelumnya berakhir pada 31 Mei 2024.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyampaikan, perpanjangan relaksasi diberlakukan hingga regulasi baru berupa perbadan terbit, sebagai perubahan dari Perbadan No.7/2023 tentang HET Beras.

Arief menuturkan, perpanjangan relaksasi merupakan upaya pemerintah mengatasi tantangan pasokan dan harga pangan di tengah fluktuasi harga komoditas global dan perubahan iklim yang memengaruhi produksi pangan nasional.

Relaksasi HET beras premium masih ditetapkan di kisaran Rp14.900—Rp15.800 per kilogram tergantung wilayahnya. Begitupun harga beras medium direlaksasi di kisaran Rp12.500—Rp13.500 per kilogram tergantung wilayah.

Baca juga: Relaksasi HET Beras Diperpanjang, Petani Tetap Gigit Jari

Adapun sebelumnya, Perbadan No.7/2023 mengatur HET beras premium sebesar Rp13.900—Rp14.800 per kilogram, dan beras medium sebesar Rp10.900—Rp11.800 per kilogram.

Menyitir Panel Harga Pangan Bapanas, rata-rata harga beras pada Mei 2024 sebesar Rp15.560 per kilogram telah melonjak 14,49% (year-on-year/YoY) dibandingkan harga beras premium pada Mei 2023 sebesar Rp13.590 per kilogram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.