PGN Incar 3 Potensi Sumber Gas Baru, Butuh Dukungan SKK Migas

PGN terus berupaya mencari sumber pasokan baru baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Baru-baru ini, PGN memproyeksikan adanya sumber pasokan baru yang dapat menopang kebutuhan tersebut, dengan jumlah mencapai 430 BBtud.

Ibeth Nurbaiti

23 Jan 2023 - 11.00
A-
A+
PGN Incar 3 Potensi Sumber Gas Baru, Butuh Dukungan SKK Migas

Petugas melakukan pemeriksaan jaringan pipa gas Perusahaan Gas Negara (PGN) di Cirebon, Jawa Barat Senin (17/10). PGN mengincar sumber pasokan baru yang dapat menopang kebutuhan tersebut, dengan jumlah mencapai 430 BBtud. JIBI/Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis, JAKARTA — PT Pertamina Gas Negara Tbk., subholding gas PT Pertamina (Persero), secara aktif terus berupaya mencari sumber gas baru untuk memastikan ketersediaan pasokan infrastruktur jaringan distribusi gas yang dikelola perseroan. 

Sebagai pengelola infrastruktur gas terbesar di dunia, PGN pada 2022 mengelola pasokan gas bumi kurang lebih 1.027 billion british thermal unit per day (BBtud) untuk mencukupi kebutuhan pelanggan di berbagai sektor.

Namun, dengan kebutuhan gas bumi yang terus bertumbuh sejalan dengan pertumbuhan permintaan dan proyeksi gas bumi sebagai energi transisi, membuat kebutuhan pasokan gas PGN juga meningkat.

Baca juga: Rencana Induk Jaringan Transmisi & Distribusi Gas Bumi 2022—2031

Hal itu pula yang memicu PGN untuk terus berupaya mencari sumber pasokan baru baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Baru-baru ini, PGN memproyeksikan adanya sumber pasokan baru yang dapat menopang kebutuhan tersebut, dengan jumlah mencapai 430 BBtud.

Potensi sumber gas baru yang dapat diutilisasi itu berada di Region 1 dan 2 Sumatra Jawa sebesar kurang lebih 96 BBtud, Region III Jawa Timur kurang lebih 331 BBtud, dan Region IV Indonesia Timur sekitar 3 BBtud.

Baca juga: Optimalisasi Potensi Gas Bumi di Tengah Ancaman Resesi

Hanya saja, PGN membutuhkan dukungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) untuk bisa mendistribusikan sumber gas baru tersebut, terutama menyangkut kepastian volume dan harga. Selain itu, penggunaan sumber pasokan gas tersebut juga akan dibarengi dengan pengembangan infrastruktur yang massif.


“Interkoneksi antara kegiatan pemanfaatan gas bumi yang massif, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan produksi menjadi kunci dalam kesuksesan utilisasi gas bumi nasional,” ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, dalam keterangannya dikutip Minggu (23/1/2023).

Bagaimana pun, jaminan pasokan gas memang sangat penting bagi PGN sejalan dengan upaya perseroan yang secara aktif sudah menyiapkan infrastruktur untuk mendistribusikan gas, seperti Pipa Transmisi Kalimantan, Pipa Transmisi Bangkanai, Pipa distribusi IKN, dan infrastruktur nonpipa. 

Selain itu, juga ada pengelolaan gas PEPC dan stranded gas yang dapat disalurkan untuk pemenuhan kebutuhan pelanggan ritel.

Baca juga: Mengamankan Pasokan Gas Industri Pupuk Nasional Tanpa Impor

Dengan adanya sumber pasokan baru, Direktur Utama PGN M. Haryo Yuniarto menyebutkan bahwa sekaligus dapat memperluas pemanfaatan ruas Pipa Transmisi Gresik Semarang (Gresem). Sebagai contoh, pemanfaatan unassociated gas di Lapangan Banyu Urip yang diintegrasikan dengan Pipa Gresem untuk memenuhi demand di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selain industri kelistrikan dan pupuk, imbuhnya, PGN juga melakukan optimalisasi SPBG untuk transporasi umum darat dan laut khususnya, motor dan kapal nelayan. Langkah itu juga menjadi salah satu kunci peningkatan pemanfaatan gas secara massif dalam mendukung penurunan subsidi energi dan menyediakan layanan energi terjangkau bagi masyarakat.

Baca juga: Perpanjangan Ekspor Gas ke Singapura, Peluang atau Ancaman?

“Sumber gas baru dan LNG akan dialokasikan untuk meningkatkan utilisasi gas bumi domestik. PGN Group bersinergi dengan SKK Migas untuk pengembangan lapangan migas yang sesuai dengan karakteristik kebutuhan konsumen gas bumi, serta memungkinkan pengembangan derivatif gas bumi, seiring dengan kebutuhan yang meningkat,” ujar Haryo.

Menurut dia, dukungan SKK Migas mutlak dibutuhkan karena untuk mengekplorasi sumber gas baru diperlukan dukungan regulator dan pemangku kepentingan lain, yakni pemerintah.

Untuk diketahui, PGN tengah membangun infrastruktur gas bumi menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KIT) Batang. Langkah itu menjadi krusial untuk mendukung energi bersih bagi kawasan industri dan utilisasi Pipa Transmisi Cirebon-Semarang yang ditarget rampung pada akhir 2023.

Baca juga: PGN Tancap Gas Kejar Target 1 Juta Sambungan Jargas

Saat jaringan pipa gas bumi beserta infrastruktur pendukung nantinya siap onstream pada 2023, gas bumi untuk KIT Batang akan bersumber dari PEPC Jambaran Tiung Biru (JTB). Sejauh ini, Kementerian ESDM telah mengalokasikan kurang lebih Rp1 triliun untuk pipa transmisi dan pipa distribusi PGN akan melengkapi sampai ke pelanggan hilir.

Adapun, Pipa Gresik—Semarang bakal mengalirkan gas bumi dari JTB ke KIT Batang, termasuk Pipa Transmisi Cirebon—Semarang yang sedang paralel disiapkan oleh Kementerian ESDM.

“Pengembangan infrastruktur gas bumi merupakan wujud nyata komitmen pemerintah pusat, daerah, BUMN dan swasta,” kata Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Achmad Muchtasyar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.