PGN (PGAS) Mendapat Kesepakatan Jual Beli 7 Kargo LNG ke China

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. atau PGN berhasil mendapatkan kesepakatan jual beli tujuh kargo gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dengan China.

Ibeth Nurbaiti

12 Feb 2024 - 18.07
A-
A+
PGN (PGAS) Mendapat Kesepakatan Jual Beli 7 Kargo LNG ke China

Fasilitas terminal dan pengelolaan gas terapung (Floating Storage and Regasification/FSRU) gas alam cair (LNG) Lampung PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Istimewa/PGN

Bisnis, JAKARTA — Keinginan Subholding Gas PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Gas Negara Tbk. atau PGN untuk menyasar bisnis gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) global akhirnya terwujud. Emiten berkode saham PGAS itu berhasil mendapatkan kesepakatan jual beli tujuh kargo LNG dengan China.

Untuk tahap awal, PGN telah mengirimkan kargo LNG pertama dari total tujuh kargo setara 64 billion bristh thermal unit per day (BBtud) ke China. Pengiriman kargo LNG perdana internasional pada 9 Februari 2024 tersebut berasal dari Petronas-Bintulu ke CNTIC-China.

Direktur Utama PGN Arief S. Handoko mengatakan manuver PGN melakukan pengiriman pertama kargo LNG internasional tersebut menjadi realisasi ekspansi bisnis global dan diversifikasi bisnis PGN untuk masuk ke dalam bisnis LNG internasional dengan memiliki portofolio penjualan energi tingkat global.

“Cita-cita going global business mendorong PGN untuk mewujudkan bisnis ini [LNG global],” kata Arief seperti dikutip Antara, Senin (12/2/2024).

Dia mengungkapkan bahwa LNG menjadi penting bagi rantai supply yang dimiliki PGN dan diharapkan menjadi penggerak revenue dari bisnis LNG internasional pada 2024. Khusus untuk bisnis LNG internasional dengan tujuan China, imbuhnya, telah dijajaki sejak 2020—2021 bersama supplier dan buyer hingga akhirnya mencapai kesepakatan bersama untuk realisasi pengiriman LNG pada tahun ini.

Dalam prosesnya, PGN berkomunikasi secara intensif baik dengan LNG supplier serta pembeli potensial. Selain itu, market intelligence juga dilakukan untuk pemasaran dan penetrasi LNG baik skala regional maupun global.

“Kerja sama ini memberikan benefit bagi PGN untuk penciptaan milestone penting dalam bisnis LNG global, sehingga menimbulkan awareness dan kehadiran dari PGN kepada para pemain LNG skala global. Selain itu, PGN menambah networking untuk menjalin hubungan baik dengan international player,” tuturnya.

Baca juga:

Manuver Agresif PGN (PGAS) Merambah Bisnis LNG Hingga ke China

Memastikan Drama Panjang Proyek Masela Berakhir Bahagia

Kondisi Sulit PGN (PGAS) Terapit Harga Gas Manufaktur dan MEDC

Waswas Indonesia Kebanjiran Pasokan LNG

Modal Besar RI Monetisasi Gas Alam Cair (LNG)

Dia menambahkan bahwa diversifikasi bisnis LNG internasional PGN didorong oleh pertumbuhan permintaan LNG di beberapa negara termasuk China. Terlebih, potensi untuk pasar global cukup menarik, mengingat LNG memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan gas pipa. 

Selama ini, LNG dapat diangkut dalam jarak jauh dan disalurkan ke pusat-pusat permintaan dalam waktu yang relatif lebih cepat, serta dapat diperdagangkan di pasar terbuka. PGN pun memanfaatkan keunggulan itu dengan kapabilitas LNG portofolio untuk menjadi LNG player tingkat internasional.


Secara bertahap, lanjutnya, infrastruktur diupayakan agar semakin andal, serta meningkatkan komunikasi bisnis baik dengan supplier dan buyer LNG di pasar global. “Milestone penjualan LNG global ini sebagai bagian dari rencana jangka panjang PGN dalam menjaga pertumbuhan bisnis,” kata Arief.

Ke depannya, menurut dia, PGN juga akan berusaha meningkatkan volume perdagangan LNG internasional melalui inisiatif yang sedang dijajaki saat ini termasuk potensi diversifikasi bisnis LNG lainnya seperti gasing up cooling down, revitalisasi dan pembangunan tangki penyimpanan LNG baru, maupun LNG bunkering yang akan dikerjakan oleh PGN maupun anak usaha.

Arief juga menekankan bahwa perhitungan bisnis dan GCG dilaksanakan dengan prudent agar upaya PGN dalam memasuki pasar LNG internasional memiliki dampak keekonomian bagi perusahaan maupun negara.

Kendati demikian, dia menegaskan bahwa perseroan tetap memberikan prioritas gas bumi bagi pemenuhan energi dalam negeri sehingga keekonomian dan ketahanan energi tetap terjaga.

Sebagai gambaran, Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah ruah, termasuk gas bumi dengan cadangan terbukti mencapai sekitar 41,62 triliun kaki kubik (Tcf). Selain itu, Indonesia juga masih memiliki 68 cekungan potensial yang belum tereksplorasi. 

Mengacu pada Neraca Gas Indonesia 2022—2030, Indonesia diyakini mampu memenuhi kebutuhan gas dalam negeri dari lapangan migas yang ada. Dalam 10 tahun ke depan, Indonesia bahkan diperkirakan mengalami surplus gas hingga 1.715 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) yang berasal dari sejumlah proyek potensial.

Adapun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat potensi LNG yang belum terkontrak (uncommitted cargo) mencapai 304,6 kargo pada 2030.

Proyeksi itu menjadi catatan kargo LNG yang tidak terbeli tertinggi seiring dengan tren meningkatnya produksi gas domestik beberapa tahun terakhir. “Kami tahu untuk pemenuhan dalam negeri dan luar negeri masih ada uncommitted cargo cukup banyak. Kami akan lebih longgar setelah 2026 dan 2030 mencapai puncaknya,” kata Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji.


Pada tahun itu, produksi LNG berada di level 432,6 kargo, sedangkan kontrak LNG domestik dan ekspor tidak banyak bergeser masing-masing di level 62 kargo dan 66 kargo. Hitung-hitungan otoritas hulu migas nasional itu tergolong tinggi jika dibandingkan dengan neraca LNG pada tahun ini, yakni kargo LNG yang tidak terbeli hanya berada di kisaran 19,8 kargo, dengan asumsi produksi di angka 260,1 kargo.

Adapun, kontrak LNG ekspor sepanjang 2024 berada di level tertinggi sebesar 173,4 kargo. Kontrak itu menjadi catatan tertinggi, dibarengi dengan kontrak domestik di level 67 kargo. (Nyoman Ary Wahyudi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.