Free

PHR dan Pertamina Drilling Teken Kontrak Pengeboran Terintegrasi

Kerja sama antara PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) merupakan bagian dari upaya memberikan kinerja yang terbaik untuk kegiatan operasional PHR, khususnya pengeboran yang menjadi prioritas di Wilayah Kerja (WK) Rokan.

Ibeth Nurbaiti

27 Feb 2024 - 10.13
A-
A+
PHR dan Pertamina Drilling Teken Kontrak Pengeboran Terintegrasi

Pekerja PT Pertamina Hulu Rokan melakukan perawatan sumur di Rig ATS 2517 di Duri Steam Flood (DSF) Field Duri, Blok Rokan, Bengkalis, Riau, Rabu (22/12/2021). PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina menargetkan produksi minyak Blok Rokan meningkat dari 160.000 barel per hari (bph) di tahun 2021 menjadi 300.000 barel per hari (bph) pada tahun 2025. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Bisnis, JAKARTA — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menggandeng Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) untuk melakukan pengeboran yang terintegrasi, demi menghadirkan sumur minyak yang berkualitas, efisien, andal, dan selamat.

Kerja sama antara anak dan cucu perusahaan PT Pertamina (Persero) tersebut merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjaga ketahanan energi nasional dengan terus berupaya meningkatkan produksi minyak dan gas (migas) perseroan.

Kolaborasi kedua perusahaan yang sama-sama tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina tersebut dikukuhkan lewat penandatanganan kerja sama Integrated Drilling, Engineering, Supervisory and Services (IDESS) yang dilakukan di Jakarta, Senin (26/2/2024).

Direktur Utama PHR Ruby Mulyawan mengatakan bahwa kerja sama tersebut sebagai bagian dari upaya memberikan kinerja yang terbaik untuk kegiatan operasional PHR, khususnya pengeboran yang menjadi prioritas di Wilayah Kerja (WK) Rokan.

Dengan mengelola sebuah WK yang luas, imbuhnya, PHR berpotensi dan membutuhkan dukungan kerja sama dari mitra yang tepercaya. Sebagai salah satu penghasil minyak mentah terbesar di Indonesia, WK Rokan harus dikelola dengan profesional, sehingga pertumbuhan bisa terus dicapai. 

“Penandatangan kerja sama ini menjadi momentum yang signifikan. Melalui sinergi dan kolaborasi anak perusahaan Pertamina, yaitu PHR dan Pertamina Drilling, bersama-sama kami menghadirkan Integrated Drilling, Engineering, Supervisory and Services [pengeboran terintegrasi]. Bagi tim Drilling and Completion PHR, kontrak ini diharapkan menjadi bagian penting agar dapat meningkatkan kemampuannya dalam menghadirkan sumur-sumur yang berkualitas dengan selamat dan efisien,” kata Ruby.

Baca juga:

Babak Lanjutan Pertamina Hulu Rokan Berburu Migas Nonkonvensional

Titik Awal MIND ID Bersama Vale Canada Kendalikan INCO

Tren Positif Produksi Minyak Blok Rokan di Tangan Pertamina

Urgensi Memangkas Alur Panjang Hulu Migas

Potensi Besar Indonesia Sebagai Hotspot Eksplorasi Migas Global

Tancap Gas Pertamina Hulu Energi Berburu Cadangan Migas Raksasa

Adapun, kerja sama antara PHR dan Pertamina Drilling meliputi jasa-jasa pengeboran selama 8 tahun, yang terdiri dari 4 unit Drilling Rig 550HP, 2 unit Drilling Rig 750 HP termasuk sumber daya terkait lainnya. 

Dengan adanya IDESS, diharapkan Pertamina Drilling dapat meningkatkan kemampuannya dengan melakukan project management yang andal dan prudent, investasi rig-rig baru, dan perangkat layanan lainnya untuk mendukung PHR mencapai target produksi. 

“Mari kita dukung upaya untuk memberikan yang terbaik untuk kegiatan operasional, khususnya pengeboran yang menjadi prioritas PHR WK Rokan. Target di tahun 2024 ini adalah sebesar 167 Mbopd [ribu barel oil per day] dengan pengeboran 500-an sumur,” ujar Ruby.


Ruby menjelaskan, Pertamina Drilling merupakan afiliasi Pertamina Hulu Energi selaku Subholding Upstream yang kompeten dalam layanan jasa pengeboran dan memberikan solusi terpadu yang berkualitas tinggi dalam percepatan keberlanjutan energi. “Melalui kerja sama ini, kami percaya bahwa IDESS dapat membuahkan hasil yang baik,” tuturnya.

Untuk diketahui, pada tahun ini PHR menargetkan jumlah produksi minyak rata-rata bisa mencapai angka 167.000 barel per hari. Adapun, sepanjang 2023 PHR WK Rokan mencatatkan lifting migas ± 59 juta barel, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya di 57,3 juta barel. Lifting terakhir tersebut melengkapi rata-rata produksi harian sekitar 162.000 bph.

Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita menyambut baik kerja sama tersebut. Menurut dia, dengan adanya IDESS dapat mendukung upaya PHR dalam mencapai target produksi. 

Avep juga menegaskan bahwa Pertamina Drilling siap untuk memberikan kinerja terbaik yang andal dan selamat. “Kami siap memberikan kinerja terbaik dalam upaya menghadirkan sumur-sumur yang produktif, andal, dan tentu dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan. Melalui IDESS, kami akan berupaya untuk meningkatkan kemampuan dengan melakukan investasi rig-rig baru dan services perangkat lainnya untuk mendukung PHR mencapai target produksi,” katanya.

Sebagai gambaran, PHR yang berdiri sejak 20 Desember 2018 merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu migas di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE).

Pertamina melalui PHR mendapatkan amanah dari pemerintah untuk mengelola WK Rokan sejak 9 Agustus 2021 selama 20 tahun hingga 8 Agustus 2041. Dengan daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 yang berada di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau, terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations).

Selama ini, WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi Pertamina. Adapun, Pertamina Drilling yang berdiri sejak 13 Juni 2008 juga merupakan anak perusahaan PHE yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.