Pindah Haluan Ekspor Mebel saat Tujuan ke Eropa dan AS Jatuh

Ekspor mebel dan kerajinan tahun 2023 sebesar US$1,8 miliar atau turun 28% secara tahunan (YoY) dari tahun 2022 sebesar US$2,5 miliar.

Afiffah Rahmah Nurdifa

30 Jan 2024 - 13.43
A-
A+
Pindah Haluan Ekspor Mebel saat Tujuan ke Eropa dan AS Jatuh

Petikemas di pelabuhan IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), Tanjung Priok. Bisnis/Adam Rumansyah.

Bisnis, JAKARTA – Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) tengah bersiap untuk membidik dan mengoptimalisasi pasar mebel di kawasan Asia. Hal ini dilakukan demi menghindari tingginya ongkos pengiriman ke wilayah konflik geopolitik.

Berdasarkan catatan HIMKI, ekspor mebel dan kerajinan tahun 2023 sebesar US$1,8 miliar atau turun 28% (year-on-year/YoY) dari tahun 2022 sebesar US$2,5 miliar. Anjloknya ekspor lantaran kondisi geopolitik dan inflasi besar di negara tujuan utama ekspor.

Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur mengatakan hal tersebut membuat kenaikan rate ongkos pengiriman cukup tinggi, khususnya ke negara Timur Tengah, Eropa, Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Penggemar Mi Instan RI Marak, Impor Gandum Melonjak

"Kenaikan rate ke negara-negara kawasan Asia masih lebih terkendali," kata Sobur, (29/1/2024).

Sobur menuturkan, ekspor mebel mulai terhambat pada kuartal IV/2023 akibat kasus penembakan kapal kargo di Laut Merah. Kasus tersebut membuat rute pelayaran menjadi memutar lewat Afrika.

Alhasil, waktu transit dan pelayaran bertambah lama transit time serta ocean freight pun melonjak. Terlebih, beberapa pelayaran untuk sementara waktu menghentikan booking untuk kargo ke Jeddah dan dialihkan ke Dammam.

Lebih lanjut, penurunan ekspor mebel 2023 yakni harga jual produk lokal yang dianggap terlalu tinggi dibandingkan dengan produk mebel asal Malaysia, Vietnam, dan China.


Ilustrasi produk. Pengusaha mebel mulai beralih ke pasar Asia usai kinerja ekspor ke Eropa dan Amerika Serikat anjlok sepanjang 2023. /JIBI

"Mereka [importir] prioritas memilih belanja dari negara tersebut, kecuali untuk produk-produk khas Indonesia yang berbasis kayu solid, eksotis material seperti rotan, craft, dll, masih merupakan kekuatan kita yang dipilih para buyer," terangnya.

Meskipun terjadi koreksi tajam pada ekspor, Sobur tetap optimistis dapat pertumbuhan industri mebel dan kerajinan dapat tercapai.

Baca juga: Ekspor Mebel ke Eropa & AS Anjlok, Pengusaha Beralih ke Pasar Asia

Di sisi lain, terdapat sentimen lain awal 2024 dari China juga memengaruhi tantangan ekspor mebel. Sebab, menjelang perayaan Imlek, ekspor mebel China akan membeludak.

"Hal ini juga berdampak pada pembagian alokasi space di kapal dan memicu kenaikan rate," tuturnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.