Free

PLN Catat Volume Perdagangan Karbon Capai 2,42 juta ton Pada 2023

Indonesia Power juga telah menerapkan kebijakan tersebut, ditandai dengan diperolehnya verifikasi nilai emisi gas rumah kaca dari lembaga validasi dan verifikasi independen terakreditasi Sucofindo di sejumlah Unit Pembangkit PLN IP.

Redaksi

5 Mei 2024 - 14.22
A-
A+
PLN Catat Volume Perdagangan Karbon Capai 2,42 juta ton Pada 2023

Bisnis, JAKARTA - Subholding PT PLN (Persero), PLN Indonesia Power mencatatkan volume perdagangan karbon mencapai 2,42 juta ton CO2 sepanjang 2023. Perusahaan menjanjikan peningkatan carbon trading dua kali lipat pada tahun ini.


Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan carbon trading_ merupakan inovasi bisnis PLN yang dapat mendukung pencapaian net zero emission pada 2060. 


Indonesia Power juga telah menerapkan kebijakan tersebut, ditandai dengan diperolehnya verifikasi nilai emisi gas rumah kaca dari lembaga validasi dan verifikasi independen terakreditasi Sucofindo di sejumlah Unit Pembangkit PLN IP.


"Carbon trading menjadi pengembangan bisnis beyond KWh yang juga dapat menekan emisi karbon, Target carbon trading pada tahun-tahun yang akan datang yaitu dua kali lipat dari tahun 2023," katanya dalam siaran resmi, Minggu (5/5/2024).


Baca juga: 

Kinerja Apik Elnusa (ELSA), Laba Bersih Naik 59%

PIS Mengejar Target Reduksi Emisi Karbon 2030

Penerapan Material Konstruksi Hijau Kontribusi Turunkan Emisi Karbon


PLN melibatkan 10 unit pembangkit listrik tenaga uap dalam perdagangan karbon. Beberapa di antaranya adalah PLTU Suralaya, PLTU Banten 1 Suralaya, Adipala, Ombilin, Labuan, Pangkalan Susu, Lontar, Pelabuhan Ratu, Labuan Angin dan PLTU Teluk Sirih. 


"PLTU Suralaya menjadi penyumbang penurunan karbon terbesar yaitu sekitar 1,5 juta ton CO2,"  ujarnya.


Lebih lanjut, capaian dan target perdagangan karbon yang dijalankan PLN IP untuk membantu pemerintah dalam mencapai target kontribusi nasional atau nationally determined contribution (NDC) pada tahun 2030 dan NZE 2060.




Lewat carbon trading, Indonesia Power disebut turut berkontribusi dalam menekan laju perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Hal ini juga selaras dengan berbagai upaya pemerintah.


PLN Indonesia Power juga berupaya untuk terus meningkatkan penurunan emisi gas rumah kaca secara nasional melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dan membuka kesempatan kerja sama dalam perdagangan karbon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.