Free

PLN Kebut Proyek Pembangunan PLTS 500 MW

Pembangunan proyek tersebut merupakan bagian dari program Hijaunesia 2023 sebagai inisiatif subholding kelistrikan untuk transisi energi dan mendukung capaian target net zero emission pada 2060.

Rayful Mudassir

7 Apr 2024 - 13.55
A-
A+
PLN Kebut Proyek Pembangunan PLTS 500 MW

Bisnis, JAKARTA - PLN Indonesia Power (PLN IP) mengebut pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas hingga 500 megawatt.

Pembangunan proyek tersebut merupakan bagian dari program Hijaunesia 2023 sebagai inisiatif subholding kelistrikan untuk transisi energi dan mendukung capaian target net zero emission pada 2060. 

Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan dalam proyek Hijaunesia 2023 PLN IP memprioritaskan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dengan total kapasitas 1.055 MW melalui skema Strategic Partnership.

"Melalui inisiatif ini kita genjot pengembangan EBT yang telah tercantum dalam RUPTL 2021 – 2030, dengan kapasitas total mencapai 1.055 MW," kata Edwin dalam keterangan resmi dikutip Minggu (7/4/2024).

Baca juga:

Ketidakstabilan Jadi Alasan Pasang PLTS Atap Pakai Sistem Kuota

Bangun PLTS Atap Masih Menguntungkan Tanpa Ekspor - Impor Listrik?

PLN IP akan mengakselerasi pembangunan PLTS yang ada di 5 lokasi dengan total kapasitas 500 MW.

Pembangunan dilakukan dengan proses paralel antara lain pra-seleksi mitra termasuk kontraktor EPC, pemilihan lender, dan proses perizinan.

Dia mengatakan pembangunan PLTS diminati oleh para calon mitra dan kontraktor EPC dari berbagai negara, saat ini total ada 33 Peserta (bidder) yang lulus tahap Request for Quotation (RFQ). Saat ini proses telah memasuki tahapan evaluasi sampul 1.

"Para calon mitra yang berminat atas pengembangan proyek PLTS 500 MW ini berasal dari dalam negeri hingga Eropa, ini menandakan proyek EBT kami menarik," tuturnya.


Menurut Edwin, meski calon mitra tersebut berasal dari dalam negeri, PLN IP tetap menitikberatkan pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sesuai regulasi yang berlaku, dengan begitu proyek yang dilaksanakan PLN dapat menciptakan multiplier effect bagi industri dalam negeri.

Edwin mengungkapkan, proyek ini sekaligus sebagai bentuk komitmen dan implementasi PLN melalui PLN Indonesia Power dalam aspek Environmental, Social and Governance (ESG).

Seperti diketahui, hingga 2028 PLN Indonesia Power menargetkan pengembangan pembangkit EBT hingga 2,78 GW yang berkontribusi pada pengurangan emisi CO2 sebesar 2 juta ton.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.