PMI Manufaktur Kembali Melaju pada Desember Jadi 50,9

Aktivitas industri manufaktur pada Desember 2022 kembali mencatatkan kenaikan yang didorong oleh pulihnya permintaan.

Nindya Aldila

2 Jan 2023 - 16.12
A-
A+
PMI Manufaktur Kembali Melaju pada Desember Jadi 50,9

Pekerja menyelesaikan pembuatan komponen otomotif di pabrik PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (20/9/2022). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis, JAKARTA - Aktivitas industri manufaktur pada Desember 2022 kembali mencatatkan kenaikan yang didorong oleh pulihnya permintaan. 

Indeks pembelian manajer atau PMI dari S&P global sebesar 50,9 pada Desember, naik dibanding bulan sebelumnya sebesar 50,3 pada November. Kenaikan ini terjadi setelah aktivitas industri terus melandai sejak September. 

Produksi manufaktur mencatatkan ekspansi pada akhir tahun lalu yang didorong permintaan, utamanya disokong oleh domestik, sehingga menciptakan pesanan baru pada Desember. Namun, masih ada kontraksi dari pasar ekspor seiring dengan tekanan ekonomi global. 

Kenaikan permintaan juga didukung oleh tekanan harga yang berkurang pada akhir tahun. Inflasi biaya input turun di bawah rata-rata jangka panjang dengan tingkat inflasi harga jual turun ke posisi terendah dalam 19 bulan. 

"Ekspansi lebih cepat pada output dan penjualan dan juga berkurangnya tekanan harga merupakan perbaikan yang diharapkan, meski kenaikan produksi dan permintaan masih lemah secara keseluruhan," tulis Jingyi Pan, Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence dalam keterangan resmi. 


Baca juga: IKI Desember 2022 Naik Tipis, Sektor Manufaktur Optimistis

Kementerian Perindustrian mengeklaim pelaku industri masih mempertahankan optimismenya dalam memandang kondisi usaha di Indonesia sepanjang semester I/2023.

Hal itu tercermin dari 60,5 persen pelaku industri yang menjadi responden indeks kepercayaan industri atau IKI yang menyatakan optimistis terhadap kondisi usaha di Tanah Air hingga 6 bulan ke depan.

Febri Hendri Antoni Arif, Juru Bicara Kementerian Perindustrian, mengatakan pelaku industri menilai kebijakan pemerintah saat ini telah mendukung iklim usaha di dalam negeri, sehingga diyakini bakal membuat kondisi usaha dalam 6 bulan ke depan makin kondusif.

Sebelumnya, dalam Outlook Perekonomian Indonesia 2023 pada 21 Desember, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan penghiliran masih menjadi fokus utama bagi industri manufaktur. 

Adapun tiga fokus utama sektor industri untuk penghiliran di antaranya adalah industri agro, bahan bakar dan mineral, serta minyak dan gas dan batu bara

"Kalau bicara soal nikel, hal yang terpenting adalah bagaimana kami mendorong produksi electric vehicle [EV], termasuk produksi baterainya," jelas Agus. 

Untuk itu, Agus menyiapkan empat strategi guna memperbaiki performa sektor ini, misalnya memastikan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berkapabilitas, perluasan kerja sama internasional, insentif ramah terhadap investor.

(Lili Sunardi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.