PMN IFG untuk Jiwasraya Bermasalah dan Respons Perseroan

BPK menemukan masalah terkait penyertaan modal negara (PMN) dalam pengalihan polis PT Asuransi Jiwasraya ke IFG Life.

Jaffry Prabu Prakoso

24 Jun 2023 - 17.52
A-
A+
PMN IFG untuk Jiwasraya Bermasalah dan Respons Perseroan

Karyawan beraktivitas didepan logo IFG Life, Jakarta, Selasa (7/2/2023). Bisnis/Abdurachman

Bisnis, JAKARTA— Indonesia Financial Group (IFG) memberikan tanggapan terkait dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Lembaga tersebut menemukan masalah terkait penyertaan modal negara (PMN) dalam pengalihan polis PT Asuransi Jiwasraya ke IFG Life. 

Hal tersebut pun mengakibatkan kesehatan finansial yang diukur dengan tingkat risk based capital (RBC) IFG Life turun. 

Terkait hal tersebut, Sekretaris Perusahaan IFG Oktarina Dwidya Sistha mengatakan bahwa sebagai holding, IFG akan selalu memonitor IFG Life agar menjaga RBC pada tingkat yang sehat sehingga IFG Life mampu tumbuh dan memenuhi semua kewajiban kepada pemegang polis sesuai jadwal pembayaran. 



Karyawan beraktivitas didepan logo IFG Life, Jakarta, Selasa (7/2/2023). Bisnis/Abdurachman



“Selanjutnya penguatan permodalan setelah penerimaan PMN akan dipupuk dari retained earning hasil usaha pengembangan bisnis,” kata Oktarina kepada Bisnis, Sabtu (24/6/2023). 

IFG diketahui mendapatkan PMN kembali sebesar Rp3 triliun untuk penyelesaian pengalihan polis Jiwasraya pada tahun ini. Oktarina menambahkan bahwa perusahaan akan melakukan investasi secara prudent berbasis liabilities driven investment (LDI) dengan memperhatikan investment policy guideline yang memuat risk appetite, portfolio universeportfolio guideline, dan penerapan management risiko secara disiplin.

Adapun BPK memberikan rekomendasi supaya IFG Life berkoordinasi dengan IFG untuk melakukan evaluasi atas rencana penyehatan keuangan (RPK) yang telah ditetapkan, termasuk di dalamnya evaluasi terhadap keberadaan dan penilaian aset. 

Baca juga: TPIA Menyambut Fase Pemulihan Petrokimia Usai Pandemi

Terkait hal ini, Oktarina menjelaskan bahwa evaluasi telah dilakukan dan telah disusun rencana baru secara bersama-sama oleh Jiwasraya. IFG Life dan IFG holding yang terus berkoordinasi dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan selaku pemegang saham dan OJK selaku regulator. 

“Dalam proses perhitungan kebutuhan pendanaan untuk penyelesaian polis secara tuntas dilakukan oleh konsultan independen dan didampingi oleh BPKP,” kata Oktarina. 

Menurut BPK, pengelolaan aset tetap dan properti investasi yang dialihkan dari Asuransi Jiwasraya belum memadai karena terdapat penyewa properti investasi yang menunggak pajak bumi dan bangunan (PBB) serta sertifikat hak guna bangunan (SHGB) atas aset tanah dan/atau bangunan yang dialihkan dari Asuransi Jiwasraya ke IFG Life belum diperpanjang masa berlakunya. 

Baca juga: Prospek GOTO dan TOBA Usai Bangun Pabrik Motor Listrik Electrum

Terkait hal tersebut Oktarina mengatakan bahwa secara hukum ada beberapa aset yang meskipun secara hukum sudah jelas, tetapi memiliki permasalahan di mana penyewa belum memenuhi koreksi syarat dan ketentuan sewa-menyewa. 

Saat ini, lanjut dia, secara intensif dilakukan upaya peningkatan pengelolaan properti, termasuk pembersihan penguasaan properti dari pihak-pihak yang tidak berhak. 

“IFG sebagai holding senantiasa terus memonitor perkembangan peralihan tersebut ke IFG Life,” tandasnya. (Pernita Hestin Untari)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.