Free

Polemik Oktan BBM, Hasil Uji RON Pertalite Lemigas Capai 90,7

Terbaru, hasil pengujian Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) Lemigas Ditjen Migas Kementerian ESDM menunjukkan bahwa angka oktan atau RON bensin Pertalite yang diambil di SPBU PT Pertamina (Persero), Taman Mini, Jakarta, mencapai 90,7.

Ibeth Nurbaiti

7 Nov 2022 - 12.30
A-
A+
Polemik Oktan BBM, Hasil Uji RON Pertalite Lemigas Capai 90,7

Bisnis, JAKARTA — Mutu dan kualitas bahan bakar minyak (BBM) terutama Pertalite masih menjadi isu menarik yang banyak dibahas di kalangan masyarakat.

Terlebih, bahan bakar bersubsidi itu selama ini disebut-sebut menjadi andalan bagi mayoritas masyarakat Indonesia karena paling banyak dikonsumsi, yakni sekitar 79 persen di antara jenis bensin lain seperti Pertamax, Pertamax Turbo, maupun Premium.

Baca juga: Fakta Viral Hasil Uji Revvo 89 Lebih Tinggi dari Pertalite

Sebelumnya, sempat viral di media sosial yang menyebutkan bahwa Pertalite lebih boros dan kualitas BBM subsidi beroktan (Research Octane Number/RON) 90 itu hanya 86, kemudian muncul lagi hasil pengujian lainnya yang menyebutkan bahwa BBM Revvo 89 memiliki kualitas RON yang lebih baik jika dibandingkan dengan Pertalite.

Terbaru, hasil pengujian Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) Lemigas Ditjen Migas Kementerian ESDM menunjukkan bahwa angka oktan atau RON bensin Pertalite yang diambil di SPBU PT Pertamina (Persero), Taman Mini, Jakarta, mencapai 90,7.

Baca juga: Viral Disebut RON 86, Ini Kelebihan dan Kekurangan Pertalite

Seperti dikutip dari Antara, Kepala Lemigas Ariana Soemanto menyebutkan pengujian sampel tahap awal terhadap bensin RON 90 itu mencakup 19 parameter uji sesuai Keputusan Direktur Jenderal Migas Nomor No. 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) BBM Jenis Bensin RON 90, yang Dipasarkan di Dalam Negeri.

“Salah satu parameter ujinya yaitu angka oktan (RON), di mana hasil pengujiannya tidak ada RON Pertalite yang di bawah 90, semuanya di atas RON 90, dan ada juga RON-nya sampai 90,7. Pengujian ini akan terus dilakukan secara lebih luas ke berbagai SPBU lainnya, jadi lebih masif lagi,” ujarnya, dikutip Senin (7/11/2022).


Pengujian Lemigas, yang diambil Oktober 2022 tersebut sekaligus menjawab pemberitaan di media sosial Twitter, yang menyatakan angka oktan Pertalite lebih rendah dari Revvo, keluaran Vivo.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengungkapkan hasil uji sampel bensin di SPBU bisa beragam dan dapat dimaklumi selama masih sesuai standar dan mutu.

Baca juga: Fakta BBM Pertalite Disebut RON 86, Lebih Rendah dari Premium?

“Paling penting, hasil uji Pertalitenya sudah sesuai standar dan mutu sebagaimana Keputusan Dirjen Migas yakni minimal RON 90. Hasil uji Pertalite, ada juga angka oktannya 90,7, yang diambil langsung di beberapa SPBU pada Oktober 2022,” ungkapnya.

Sebelumnya, di Twitter disebutkan hasil pengujian BBM Pertalite dan Revvo pada beberapa parameter uji, disebutkan RON Pertalite 90,3 dan Revvo 90,7. “Jika dibandingkan dengan Revvo 89, yang nilai oktannya 90,7, itu diuji pada satu sampel BBM. Demikian juga dengan Pertalite, diambil hanya satu sampel,” imbuhnya.

Baca juga: Harga Minyak Mentah RI Menguat di Tengah Pasokan Ketat Dunia

Mamit juga menjelaskan bahwa tidak ada yang salah dengan hal tersebut, karena nilai oktan Pertalite sebesar RON 90,3 tersebut sudah lebih tinggi dari standar dan mutu Dirjen Migas Kementerian ESDM yakni minimal RON 90.

“Jika dilihat di medsos Twitter yang beredar itu, hasil nilai kalor Pertalite lebih tinggi dibanding Revvo. Menurut saya, selama semua parameter uji masih sesuai standar dan mutu Keputusan Dirjen Migas, maka sah-sah saja,” tuturnya.


Selain itu, kalau dibandingkan dengan Revvo 89 yang harganya Rp12.600 per liter, maka harga Pertalite yang Rp10.000 per liter masih lebih murah.

Untuk diketahui, Pemerintah melalui Kementerian ESDM terus melakukan pengawasan mutu BBM dengan cara melakukan uji sampel BBM dari berbagai SPBU.

Baca juga: Adu Strategi AKR, Shell, Vivo Berebut Pasar BBM Pertamina

“KAMI sudah mengukur mutu BBM dengan cara mengambil sampel dari beberapa SPBU dan itu masih berjalan terus. Fungsi kita memang melakukan pengawasan mutu,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji.

Sampel BBM khususnya jenis Pertalite yang diambil dari beberapa SPBU tersebut, selanjutnya diuji oleh Lemigas. Pengujian dilakukan secara teknis terkait standar dan mutu dari Pertalite sesuai Keputusan Direktur Jenderal (Kepdirjen) Migas No. 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) BBM Jenis Bensin RON 90 yang Dipasarkan di Dalam Negeri.

“Kami uji di Lemigas dan ada 19 parameter uji. Jadi parameternya banyak dan ternyata dari sampel yang diambil di beberapa SPBU, termasuk sampel  dari SPBU yang dikeluhkan masyarakat, ternyata semuanya on spec. Tidak ada yang off spec,” tutur Tutuka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.