Politeknik ATI Makassar Produksi Mesin Perajang Pisang

Unit Teaching Factory Politeknik ATI Makassar menghibahkan sebanyak tujuh mesin perajang pisang yang diproduksi selama 2023 untuk IKM di sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan, antara lain di Bone, Bulukumba, dan Maros.

Redaksi

6 Apr 2024 - 14.21
A-
A+
Politeknik ATI Makassar Produksi Mesin Perajang Pisang

Mesin perajang pisang ini berfungsi untuk menghasilkan potongan pisang dalam berbagai bentuk. - Foto Kemenperin

Bisnis, JAKARTA--Politeknik ATI Makassar melalui unit Teaching Factory-nya memproduksi dan menghibahkan mesin perajang pisang kepada industri kecil dan menengah (IKM) keripik di Sulawesi Selatan.

Unit Teaching Factory Politeknik ATI Makassar menghibahkan sebanyak tujuh mesin perajang pisang yang diproduksi selama 2023 untuk IKM di sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan, antara lain di Bone, Bulukumba, dan Maros.

Direktur Politeknik ATI Makassar Muhammad Basri menjelaskan mesin tersebut merupakan rancangan mahasiswa program studi Teknik Manufaktur Industri Agro yang menjadi tugas akhir. Mesin ini diproduksi oleh unit Teaching Factory dengan melibatkan mahasiswa dalam proses pabrikasinya.

“Mesin ini mampu mengolah pisang 150-200 kilogram per jam dan lebih hemat listrik dibandingkan mesin perajang pisang lainnya. Dengan mengonsumsi daya 900 Watt, mesin sudah bisa dioperasikan," ungkap Basri dalam keterangan pers Kemenperin, Rabu (3/4/2024).

Mesin perajang pisang ini berfungsi untuk menghasilkan potongan pisang dalam berbagai bentuk, baik model panjang maupun bulat. Produk makanan yang bisa dihasilkan di antaranya keripik pisang, sale pisang, dan kreasi kue berbasis pisang lainnya. 

“Pada 2024 ini, unit Teaching Factory Politeknik ATI Makassar akan memproduksi kembali mesin perajang pisang sebanyak delapan unit,” ujar Basri.

Baca juga:

Mendorong IKM Kantongi Sertifikat TKDN Gratis

Industri Alas Kaki (Tak) Gentar Hadapi Resesi

Politeknik ATI Makassar merupakan salah satu dari 11 politeknik yang dimiliki oleh Kemenperin, yang mempunyai tugas menyelenggarakan program pendidikan vokasi di bidang teknologi industri dan manufaktur.

Politeknik ATI Makassar memiliki empat program studi, yakni Teknik Industri Agro, Teknik Manufaktur Industri Agro, Teknik Kimia Mineral, dan Otomasi Sistem Permesinan.

“Politeknik ATI Makassar sebagai salah satu unit pendidikan vokasi Kemenperin tidak hanya mencetak tenaga kerja yang kompeten, namun juga memiliki karya dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat," kata Masrokhan Sulaeman, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin.

"Produksi mesin perajang pisang oleh Unit Teaching Factory Politeknik ATI Makassar ini dapat menjadi motivasi agar unit pendidikan vokasi Kemenperin lainnya dapat membuat lebih banyak karya yang bermanfaat bagi masyarakat dan pelaku industri,” lanjut Masrokhan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pihaknya terus mendorong unit pendidikan vokasi binaannya dapat menjalin kerja sama dengan sektor industri. 

“Kemitraan link and match yang selama ini sudah dibangun antara lain adalah memasok sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan menciptakan inovasi teknlogi yang dibutuhkan oleh sektor industri,” katanya.

Menperin optimistis, berbagai program dan kegiatan yang dilakukan unit pendidikan vokasi Kemenperin juga turut meningkatkan ekonomi daerah dan nasional melalui peran sektor industri.  Sebab, aktivitas sektor industri terbukti memberikan dampak yang luas bagi perekonomian, mulai dari penerimaan devisa dari investasi dan ekspor serta penambahan jumlah tenaga kerja.

“Contohnya adalah untuk mendukung perekonomian di Sulawesi Selatan, kami aktif mencetak tenaga kerja industri terampil melalui penyelenggaraan pendidikan vokasi industri di Politeknik ATI Makassar, AK-Manufaktur Bantaeng, SMK-SMAK Makassar, dan SMK-SMTI Makassar,” sebut Agus.

Salah satu implementasi best practice tersebut adalah produksi mesin atau alat yang berkaitan dengan industri yang dipelajari di unit pendidikan terkait. (Nanda Silvia Okti)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.