Risiko Harga Minyak Memanas Terimbas Liburan Golden Week China

Investor komoditas minyak mentah menyoroti pemulihan ekonomi China. Pelancong Negeri Panda diprediksi bakal berwisata menggunakan pesawat saat liburan Golden Week.

Asteria Desi Kartikasari

24 Apr 2023 - 12.17
A-
A+
Risiko Harga Minyak Memanas Terimbas Liburan Golden Week China

Bisnis, JAKARTA— Investor komoditas minyak mentah menyoroti pemulihan ekonomi China. Pelancong Negeri Panda diprediksi bakal berwisata menggunakan pesawat saat liburan Golden Week.

Mengutip Bloomberg, Senin (24/4/2022), sekitar 170 juta penduduk China tercatat berlibur ke luar negeri pada 2019, sebelum pandemi. Angka tersebut turun menjadi kurang dari 9 juta pada tahun lalu pada puncak lockdown China. 

Menurut riset JPMorgan Chase & Co, kemungkinan perjalanan udara yang jauh lebih banyak menjelaskan mengapa konsumsi bahan bakar jet di China secara luas dipandang sebagai pendorong terbesar pertumbuhan permintaan minyak dunia tahun ini. 

Tanda-tanda lonjakan konsumsi menjadi sentimen baru. Sekitar 9 juta perjalanan penumpang udara akan dilakukan selama liburan mulai 29 April 2023, menurut stasiun TV China CCTV, mengutip data Administrasi Penerbangan Sipil China. Perkiraan tersebut melonjak dibandingkan dengan 6,9 juta perjalanan selama periode 2019.

“Permintaan bahan bakar jet domestik China Daratan hampir pulih sepenuhnya, sementara permintaan bahan bakar jet internasional telah pulih mendekati 70 persen dari tingkat pra-Covid,” kata Fenglei Shi, direktur yang meliput pasar minyak China di S&P Global Commodity Insights. 

Rangkaian kereta pengangkut minyak mentah, bahan bakar, dan gas cair dalam posisi miring di stasiun kereta Yanichkino, menuju ke kilang Gazprom Neft PJSC Moscow di Moskow, Rusia/Bloomberg-Andrei Rudakov

Dengan begitu, Golden Week dapat menandai pemulihan yang hampir selesai dalam total konsumsi bahan bakar China. Diproyeksikan pencarian tiket luar negeri untuk Golden Week akan melesat 120 persen dari level pada 2019, mengutip perkiraan Trip.com. Bahkan Securities Daily melaporkan pada 18 April 2023, pemesanan tiket penerbangan luar negeri sebenarnya naik lebih dari 10 kali lipat dari tahun lalu.

Adapun pasar minyak global telah terjebak di antara dua tema yang bersaing tahun ini yaitu ekonomi negara maju tertatih-tatih dalam resesi, dan janji bahwa pembukaan kembali China dapat secara dramatis mengangkat permintaan setelah penurunan konsumsi selama tiga tahun karena pembatasan Covid di Beijing. 

Harga minyak mentah telah jatuh dalam beberapa hari terakhir karena ekonomi AS terhenti dan prospek kenaikan suku bunga yang lebih tinggi menambah hambatan harga. Apabila pekan liburan Golden Week memberikan dorongan besar untuk perjalanan udara, maka ini akan menandakan bahwa permintaan minyak kembali ke jalurnya dan mendukung beberapa pandangan harga yang lebih bullish.

Baca Juga: Harga Minyak Memanas Saat Lebaran, Ini Penyebabnya!

 Di sisi lain, jika yang terjadi adalah terlalu sedikitnya penumpang, maka ini menjadi bukti lebih lanjut dari pembukaan kembali China yang tidak berpengaruh signifikan dan mengecewakan pasar komoditas Data ekonomi China terbaru memberikan tanda-tanda positif untuk rebound. Penjualan ritel melesat lebih tinggi pada Maret karena rumah tangga membelanjakan uang mereka sektor jasa, dan Golden Week kemungkinan akan melepaskan lebih banyak permintaan yang terpendam untuk pariwisata. 

Sementara itu perjalanan domestik di China telah menunjukkan pemulihan yang kuat, penerbangan keluar negeri memang tertinggal karena faktor lebih sedikitnya pesawat, tarif mahal, dan sisa pembatasan perjalanan internasional. Menurut perkiraan dari Asosiasi Transportasi Udara China, jumlah total penerbangan penumpang daratan seharusnya hampir sama dengan tingkat pra-pandemi pada kuartal kedua tahun ini. 

Tetapi komponen internasionalnya masih kurang dari setengahnya, dan penerbangan luar negeri menyumbang sekitar 30 persen dari konsumsi bahan bakar jet nasional, menurut BloombergNEF. 

“Bahan bakar jet akan menjadi komponen terbesar dari pemulihan permintaan China tahun ini karena itu lamban dan itu adalah salah satu yang belum menyusul," kata ahli strategi Macquarie Group Vikas Dwivedi. Macquarie memperkirakan permintaan bahan bakar jet China akan naik 430.000 barel per hari tahun ini dibandingkan tahun lalu.

 Jumlah tu hampir setengah dari perkiraan kenaikan 900.000 barel untuk permintaan minyak China secara keseluruhan karena ekonominya yang luas dibuka kembali. Prediksi itu juga lebih dari sepertiga pertumbuhan permintaan global untuk bahan bakar jet sebesar 1,2 juta barel yang diprediksi oleh Badan Energi Internasional.

Seorang eksekutif di sebuah perusahaan multinasional di Shanghai, yang meminta untuk diidentifikasi hanya dengan nama depannya, Weichen mengatakan dia tidak sabar untuk melanjutkan rutinitasnya melakukan perjalanan ke luar negeri dua kali setahun selama liburan mendatang.

Pertama, perjalanan bersama teman-teman ke Jawa di Indonesia untuk melihat candi Hindu yang terkenal. Kedua, pada pada akhir tahun, Weichen berniat untung mengabiskan uangnya belanja di Bicester Village dekat London bersama orang tuanya. (Farid Firdaus)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.