Potensi Penghasilan Pengemudi Ojol dan Kurir Dipotong Iuran Tapera

Saat ini belum dipaparkan di dalam aturan terkait pekerja nonpenerima upah. Akan tetapi jika penghasilan mereka di atas upah minimum, ada kemungkinan untuk dipungut.

Akbar Evandio

1 Jun 2024 - 17.57
A-
A+
Potensi Penghasilan Pengemudi Ojol dan Kurir Dipotong Iuran Tapera

Pengemudi ojek daring menunggu pesanan dan pelanggan. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis, JAKARTA – Pemerintah masih mengkaji aturan kepesertaan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) untuk pekerja nonpenerima upah seperti ojek online (ojol) dan kurir.

Meski begitu, Komisioner Badan Pengelola Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan bahwa apabila mereka memiliki penghasilan di atas upah minimum, maka akan tetap dikenakan untuk mengikuti program Tapera.

“Tentunya kriterianya dia berpenghasilan di atas penghasilan atau upah minimum, kalau dibawah itu tidak wajib tetapi jika sukarela ingin mendaftar akan kami terima,” katanya pada konferensi pers tentang program Tapera di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Jumat (31/5/2024). 

Baca juga: Tak Peduli Negara Tapera Ditentang, Aturan Teknis Dikejar Kelar

Kendati demikian, saat ditemui Bisnis secara terpisah, Heru mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih mengkaji aturan pengenaan bagi pekerja mandiri.

Penyebabnya, dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Tapera, belum serta merta mengatur pemotongan gaji atau upah para pekerja mandiri.

“Kan itu masih belum diatur kan pekerja mandiri. Masih dalam proses pengaturan tentunya dari akan melibatkan Kemenaker juga. Jadi akan kami upayakan [mengkaji]. Walaupun itu merupakan kewenangan BP Tapera untuk mengatur terkait pekerja mandiri, tetapi kami akan melibatkan multi stakeholders untuk menyusun aturan untuk pekerja mandiri,” tuturnya.

 

 

Oleh sebab itu, Heru menekankan bahwa saat ini memang belum ada jaminan bagi pekerja mandiri seperti ojol dan kurir akan diwajibkan untuk mengikuti Tapera.

“Ya, nanti akan kita liat dari kajian-kajian naskah akademis penyusunan badannya,” pungkas Heru.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemenaker, Indah Anggoro Putri, mengatakan bahwa regulasi untuk pekerja mandiri termasuk pengemudi ojol memang masih dalam penyusunan.

"Untuk ojol saat ini kami di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang susun regulasi teknis dalam bentuk Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker)," katanya.

Baca juga: Penghasilan Ojol Dipotong Iuran Tapera? Ini Jawaban Pemerintah

Indah mengatakan bahwa kementeriannya tengah menjalankan public hearing atau menyerap langsung aspirasi masyarakat demi memiliki acuan yang sahih dan mewakili seluruh pihak dalam menyusun rancangan peraturan menaker pekerja ojol dan platform.

"[Public hearing] tentang penting atau tidak masuk [pekerja ojol] masuh skema Tapera. Sekarang saya belum bisa jawab," tandas Indah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.