Free with Login

PPN Dirancang Naik Jadi 12% pada 2025, Muncul Permintaan Penundaan

Berdasarkan UU HPP, kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12% paling lambat dilaksanakan pada 1 Januari 2025.

Tim Redaksi

29 Mei 2024 - 11.38
A-
A+
PPN Dirancang Naik Jadi 12% pada 2025, Muncul Permintaan Penundaan

Ilustrasi barang-barang ritel yang mungkin terkena tarif pajak pertambahan nilai baru yang menjadi 12%./BISNIS-HIL

Bisnis, JAKARTA – Rencana pemerintah menerapkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) baru pada 2025 sebesar 12% diharapkan ditunda. Anggota Komisi V fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Aras menilai kenaikan PPN akan menambah beban masyarakat.

Selanjutnya, kenaikan PPN sebesar 1% dari 11% menjadi 12% tersebut akan menurunkan daya beli. “Fraksi PPP meminta pemerintah agar menunda kenaikan PPN 12%,” ujarnya dalam penyampaian pendapat fraksi atas KEM-PPKF 2025, Selasa (28/5/2024). 

Adapun, mengacu Undang-Undang (UU) No. 7/ 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) pada pasal 7 menyebutkan kenaikan PPN menjadi 12% berlaku mulai 1 Januari 2025. 

Aras melihat memang betul bahwa tarif PPN di Indonesia masih di bawah rata-rata PPN dunia termasuk Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang sebesar 15%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.