PR Besar Sektor Manufaktur

Kinerja ekspor manufaktur pada 2023 melemah dibandingkan dengan realisasi 2022. Hal ini menjadi pengingat adanya pekerjaan rumah utama demi mengembalikan taji sektor ini. Perkara hilirisasi atau penghiliran pun disorot.

Afiffah Rahmah Nurdifa

15 Jan 2024 - 19.16
A-
A+
PR Besar Sektor Manufaktur

Foto udara kondisi tempat penyimpanan petikemas di pelabuhan IPC Terminal Petikemas ( IPC TPK ), Tanjung Priok, Jumat (20/10/2023)./Bisnis-Adam Rumansyah

Bisnis, JAKARTA - Industri manufaktur di dalam negeri menghadapi tekanan yang tak ringan. Ekspor sepanjang 2023 tercatat senilai US$258,82 miliar atau turun 11,33% dibandingkan dengan 2022. Beberapa industri penopang ekspor seperti industri pengolahan, pertambangan, dan perkebunan turun.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekspor manufaktur tercatat senilai US$186,98 miliar turun 9,26% dari 2022 yang tercatat senilai US$206 miliar.

Tekanan di industri manufaktur juga diperkirakan berlanjut pada tahun ini. Pemerintah perlu memastikan jalan keluar bagi perbaikan di industri dengan daya serap tenaga kerja yang cukup besar ini.

Ekspansi industri manufaktur pada 2024 juga berpotensi melambat. Hal itu tecermin dari penurunan utang luar negeri korporasi yang menjadi sinyal tertahannya ekspansi. Utang luar negeri turun 32% YoY. Selain itu, data survei permintaan dan penawaran perbankan oleh Bank Indonesia pada periode yang sama menggambarkan bahwa pembiayaan korporasi turun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan Login Di Sini

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.