Premier Oil Temukan Cadangan Migas Ekonomis Pertama di Natuna

Temuan cadangan di struktur Singa Laut (SL)-2 dan Kuda Laut (KL)-2 sangat berpotensi menjadi temuan migas ekonomis pertama yang dapat berproduksi di Cekungan Natuna Timur.

Muhammad Ridwan

30 Nov 2021 - 18.09
A-
A+
Premier Oil Temukan Cadangan Migas Ekonomis Pertama di Natuna

Sejumlah kapal asing yang tertangkap pihak berwenang siap untuk ditenggelamkan di perairan Natuna, Kepulauan Riau./Antara

Bisnis, JAKARTA — Premier Oil Tuna B.V. akhirnya  berhasil menemukan cadangan minyak dan gas bumi di wilayah kerja (WK) Tuna yang terletak di lepas pantai Natuna Timur, tepatnya di perbatasan Indonesia-Vietnam.

Deputi Perencanaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Benny Lubiantara mengatakan cadangan migas tersebut diperoleh setelah melalui pengeboran dua sumur delineasi Singa Laut (SL)-2 dan Kuda Laut (KL)-2.

Menurut dia, temuan cadangan di struktur SL dan KL tersebut sangat berpotensi menjadi temuan migas ekonomis pertama yang dapat berproduksi di Cekungan Natuna Timur.

“2014 lalu, Premier Oil melakukan pengeboran sumur eksplorasi dengan dua kaki yang menyasar pada potensi hidrokarbon di struktur SL-1 dan struktur KL-1. Kedua sumur ini menemukan potensi minyak dan gas dari Formasi Gabus, Arang, dan Lower Terumbu,” ujar Benny dalam keterangan resmi, Selasa (30/11/2021).

Potensi hidrokarbon dari struktur SL dan KL tersebut, imbuhnya, kemudian dikonfirmasi kembali dengan melakukan pengeboran dua sumur delineasi SL-2 dan KL-2 pada 2021.

Dia menjelaskan bahwa sejak awal SKK Migas telah mengkategorikan kedua sumur tersebut ke dalam sumur kunci 2021.

Saat ini, SKK Migas dan Premier Oil Tuna B.V. tengah melakukan koordinasi dan langkah-langkah yang diperlukan untuk dapat menghitung secara terukur besaran cadangan hidrokarbon di struktur SL dan KL.

Ilustrasi eksplorasi minyak di lepas pantai/Antara

“Evaluasi penentuan status eksplorasi dan studi-studi pendukung usulan plan of development akan mulai didiskusikan selambatnya awal Januari 2022," jelasnya.

Secara terperinci Benny menjelaskan bahwa tajak Sumur SL-2 dilaksanakan pada 3 Juli 2021 dengan target batu pasir Formasi Gabus. Sumur tersebut berhasil mengalirkan sejumlah gas dan kondensat yang cukup signifikan dari 1 interval DST. Sumur SL-2 selesai beroperasi pada 7 September 2021 dan kemudian berpindah ke lokasi struktur KL untuk melakukan pengeboran sumur KL-2.

Sumur KL-2 ditajak pada 10 September 2021 dengan target Formasi Lower Terumbu. Sumur tersebut berhasil mengalirkan sejumlah minyak, gas, dan kondensat yang cukup signifikan dari 2 interval DST. Sumur itu dapat diselesaikan pada 18 November 2021.

Selain mengelola WK Tuna, saat ini Premier Oil juga mengelola 3 WK eksplorasi lainnya, yakni Andaman I dan South Andaman sebagai nonoperator partner, serta Andaman II sebagai operator. Premier Oil juga memiliki 1 WK yang telah berproduksi yaitu Natuna Sea Block A.

“Kami mengapresiasi langkah Premier Oil yang tetap melakukan investasi untuk kegiatan eksplorasi di Indonesia. Selama periode 2019—2021 Premier Oil telah melakukan akuisisi seismik 3D di WK Andaman II dan pengeboran sumur eksplorasi di WK Tuna. Tahun depan, mereka juga berencana untuk melakukan setidaknya satu pengeboran eksplorasi deepwater frontier di WK Andaman II,” kata Benny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti*

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.