Privy Perkuat Pasar Administrasi Perpajakan usai Akuisisi AyoPajak

Privy telah merampungkan proses akuisisi AyoPajak, startup di sektor perpajakan. Akuisisi diharapkan dapat membuat proses administrasi perpajakan makin aman.

Dwi Rachmawati

19 Feb 2024 - 15.03
A-
A+
Privy Perkuat Pasar Administrasi Perpajakan usai Akuisisi AyoPajak

Warga sedang melaporkan pajak tahunan. Bisnis/Arief Hermawan P.

Bisnis, JAKARTA – Perusahaan rintisan (startup) penyelenggara sertifikasi elektronik PT Privy Identitas Digital (Privy) resmi mengakusisi perusahaan penyedia jasa aplikasi perpajakan PT Garda Bina Utama yang dikenal sebagai AyoPajak.

CEO Privy Marshall Pribadi mengatakan aksi ini merupakan aksi korporasi akusisi pertama yang menjadi sejarah bagi Privy. Melalui langkah besar tersebut, Privy berharap dapat maju dan berkembang bersama dengan AyoPajak.  

“Ke depannya AyoPajak diharapkan dapat berkembang menjadi market leader pada sektor adminsitrasi perpajakan digital di Indonesia yang menjamin keamanan dan kerahasiaan data pribadi para Wajib Pajak,” kata Marshall, dikutip Minggu (18/2/2024).

Sekadar informasi, berdasarkan buku II Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024, jumlah wajib pajak pada tahun 2023 mencapai 69,1 juta. Realisasi itu bertambah 2,9 juta wajib pajak jika dibandingkan dengan tahun 2022.

Baca juga: Daya Pungut Pajak Tak Beranjak

Sementara itu, sejak berdiri pada 2016, Privy telah dipercaya oleh lebih dari 3.300 klien perusahaan dan telah melakukan verifikasi identitas digital untuk lebih dari 46 juta pengguna individu. 

Sementara itu, CEO AyoPajak, Andreas Saryadi mengatakan, kolaborasi antara Privy dan AyoPajak sebagai bagian mewujudkan proses administrasi perpajakan secara digital yang aman dan terpercaya.

Adapun AyoPajak merupakan sebuah platform online untuk para wajib pajak pribadi, badan maupun konsultan pajak melakukan proses administrasi perpajakan secara online

Misalnya pembuatan, pelaporan, dan revisi SPT pajak (e-Filing); pembuatan ID billing (e-Billing); pembuatan dan pelaporan faktur pajak (e-Faktur); serta bukti potong pajak (e-Bukpot) yang langsung terhubung dengan sistem Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

 Logo Privy terpampang di tempat para pegawai bekerja/dok. Privy 

Sementara Privy merupakan PSrE yang berinduk pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Menurutnya, pembuatan dan pelaporan dokumen-dokumen perpajakan pun bisa dilakukan secara online lebih efisien waktu, dan lebih terjamin kamanan maupun keabsahannya.

"Dengan adanya akuisisi ini, Privy dan AyoPajak dapat bersinergi dalam segi ekspansi bisnis untuk proses administrasi perpajakan yang dilakukan secara online dan memenuhi unsur kepatuhan," ujar Andreas dalam keterangan pers, dikutip Minggu (18/2/2024).

Baca juga: Privy Akuisisi Startup AyoPajak, Bidik Jutaan Wajib Pajak RI

Dia mengklaim, akuisisi tersebut dapat menjadikan proses administrasi pelaporan pajak secara digital lebih terjamin dari segi legalitas maupun keabsahannya. 

Apalagi, kata Andreas, kepastian hukum TTE tersertifikasi yang telah diwajibkan untuk semua transaksi elektronik berisiko tinggi oleh UU No.1/2024, memiliki kekuatan hukum (evidentiary power) yang sama dengan tanda tangan basah.

Lebih dari itu, digitalisasi proses administrasi perpajakan dapat menjadi instrumen Pemerintah untuk mengoptimalkan kepatuhan para Wajib Pajak. 

"Ke depannya AyoPajak diharapkan dapat berkembang menjadi market leader pada sektor adminsitrasi perpajakan digital di Indonesia yang menjamin keamanan dan kerahasiaan data pribadi para wajib pajak," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.