Produksi Kentang 2023 Susut, Lahan Makin Menyempit

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan produksi kentang Indonesia pada 2023 menyentuh, 1,2 juta ton. Jumlah ini turun sekitar 18% dari produksi 2022 yang mencapai 1,5 juta ton. Ini merupakan yang kedua kalinya dalam empat tahun terakhir.

Redaksi

29 Mar 2024 - 14.35
A-
A+
Produksi Kentang 2023 Susut, Lahan Makin Menyempit

Petani memanen kentang di Desa Cicayur, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019)./Bisnis-Rachman

Bisnis, JAKARTA - Semenjak pertama kali ditemukan di Amerika Selatan pada 1791, kentang telah melintasi berbagai penjuru dunia hingga menjadi komoditas pangan umum. Di Indonesia, produksi kentang kian menyusut diikuti oleh penyempitan lahan tanam. 


Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan produksi kentang Indonesia pada 2023 menyentuh, 1,2 juta ton. Jumlah ini turun sekitar 18% dari produksi 2022 yang mencapai 1,5 juta ton. Ini merupakan yang kedua kalinya dalam empat tahun terakhir.


Produksi kentang pada 2023 merupakan yang terendah dalam periode tiga tahun terakhir. Capaian produksi pada 2023 tidak terpaut jauh dari 2020 ketika masa pandemi Covid-19. 


Selain itu, luas panen juga menyusut sebesar 18% dari 76.728 hektare menjadi 62.436 hektare. Penyusutan luas panen terjadi setelah sempat naik 6% dari 71.786 hektare di 2021.


Berdasarkan sebaran provinsi, Pulau Jawa masih mendominasi produksi kentang selama dua tahun terakhir. Di saat yang sama, Pulau Kalimantan terpantau belum kunjung menyuplai komoditas tersebut.


Dari keseluruhan produksi, Jawa Timur menjadi produsen kentang paling produktif. Meskipun demikian, total produksi di provinsi itu turun dari 385.124 ton di 2022 menjadi 255.722 ton. Sementara luas panen ikut menyusut hingga 26%. 


Serupa dengan Jatim, angka produksi kentang asal Jawa Tengah dan Jawa Barat juga anjlok masing-masing sebesar 12% dan 16%. Apabila digabung, total luas panen dari kedua provinsi tersebut hanya tersisa 14,257 hektare atau turun 15%.



Sulawesi Selatan mengalami kondisi serupa. Produksi kentang di daerah itu anjlok hingga 35% dengan luas panen di sekitar 3.029 hektare. Begitupun, Provinsi Aceh dan Sulawesi Utara memproduksi masing-masing sebanyak 9.109 ton dan 60.127 ton.


Produksi keduanya turun 36% atau yang terbesar di antara 10 produsen teratas. Sulawesi Utara juga mengalami penyusutan lahan terbesar yakni 47% menjadi 4.065 hektare.


Tidak banyak provinsi yang mengalami kenaikan produksi kentang pada 2023. Kondisi ini misalnya ditemukan di Sumatera Barat yang mengalami kenaikan dari 23.974 ton menjadi 31.602 ton. Adapun provinsi Jambi yang hanya mengalami kenaikan 0,3% menjadi 185.370 ton.


Sumatera Utara dan Bengkulu berada di level stabil soal produksi kentang. Produksi keduanya tidak jauh berbeda dari 2022 yakni masing-masing berada di angka 14.000 ton dan 3.000 ton. (Muhammad Nishfi Azriel)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.