Free

Produksi Menyusut, Industri Teh Masih Terfokus di Sumatera dan Jawa

Dari sisi produksi, menurunnya industri teh juga dipengaruhi akibat rendahnya produktivitas tanaman teh rakyat yang belum menggunakan bibit unggul. Selain itu, proses pemetikan yang tidak dilakukan sesuai standar juga mampu menurunkan mutu teh.

Redaksi

31 Mei 2024 - 12.05
A-
A+
Produksi Menyusut, Industri Teh Masih Terfokus di Sumatera dan Jawa

Bisnis, JAKARTA - Produksi teh nasional mengalami penurunan beruntun selama empat tahun terakhir. Selama lima tahun terakhir, penurunan produksi teh mencapai angka 0,11% per tahun.


Praktisi Perkebunan sekaligus Dosen Binus Business School Binus University, Boyke Setiawan Soeratin menyebutkan tantangan dari kinerja industri teh nasional dipengaruhi oleh berbagai aspek, mulai dari hulu sampai hilir. 


Dia menyebutkan bahwa penurunan produksi teh disebabkan oleh sejumlah faktor. Beberapa di antaranya seperti konflik tanah, hingga konversi lahan sehingga menciutkan luas lahan perkebunan teh.  


“Konversi lahan perkebunan teh seperti dalam kasus kereta cepat Jakarta—Bandung atau menjadi lahan perkebunan lain seperti sawit, properti dan lain-lain. Tren konversi ini berakibat pada luas lahan perkebunan terus menurun, “ katanya seperti termuat dalam opini Bisnis Indonesia, Kamis (30/5/2024).


Baca juga:

OPINI : Memahami Permasalahan Industri Teh Nasional

Produsen Minuman ITO EN Gandeng Atlet Global Dorong Konsumsi Teh Hijau Tanpa Pemanis


Dari sisi produksi, menurunnya industri teh juga dipengaruhi akibat rendahnya produktivitas tanaman teh rakyat yang belum menggunakan bibit unggul. Selain itu, proses pemetikan yang tidak dilakukan sesuai standar juga mampu menurunkan mutu teh.


Faktor lain yang mempengaruhi penurunan produksi teh adalah penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) perkebunan sebesar 10%. Hal ini juga diikuti dengan pembatalan Peraturan Pemerintah (PP) No. 31 Tahun 2007 yang semula membebaskan PPN bagi barang yang bersifat strategis terhadap empat komoditas perkebunan, yakni kopi, teh, karet, dan kakao. 




Adapun, total produksi teh pada 2023 mencapai 122.700 ton atau turun dari 124.700 ton pada 2022.


Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat luas lahan perkebunan teh menyusut dari 101.300 ha pada 2022 menjadi 99.800 ha pada 2023. Angka ini sangat jauh dibandingkan komoditas lainnya pada 2023 seperti kopi (1,2 juta ha), kakao (1,4 juta ha), dan tembakau (191.800 ha).


Data BPS juga menunjukan produksi teh nasional pada 2023 belum tersebar dibandingkan perkebunan lainnya. Kawasan Sumatera dan Jawa masih menjadi primadona selama dua tahun terakhir.


Jawa Barat


Jawa Barat menduduki peringkat pertama di antara daerah penghasil teh lainnya. Meskipun demikian, total produksi sedikit menyusut pada 2023 menjadi 82.100 ton. 


Jawa Tengah


Provinsi Jawa Tengah menduduki peringkat kedua di bawah Jawa Barat. Terjadi penurunan produksi di Jawa Tengah, yakni dari 14.900 ton pada 2022 menjadi 14.100 ton pada 2022.


Sumatera Utara


Sumatera Utara menjadi produsen teh terbesar dari Sumatera. Produksi teh asal Sumut mengalami kenaikan sekitar 3% menjadi 9.600 ton.


Sumatera Barat


Produksi teh asal Sumatera Barat sedikit bertumbuh pada 2023. Angkanya mencapai 5.600 ton dari 5.500 ton di tahun sebelumnya.


Jambi


Pasokan teh asal Jambi pada 2023 mencapai 4.500 ton, atau turun dari 4.700 ton pada 2022. (Muhammad Nishfi Azriel)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.