Free

Produksi Padi Nasional Terancam Anjlok karena Perubahan Iklim

Perubahan suhu berisiko menimbulkan lonjakan serangan organisme pengganggu tanaman. Ini menyebabkan gagal panen.

Redaksi

14 Mei 2024 - 16.21
A-
A+
Produksi Padi Nasional Terancam Anjlok karena Perubahan Iklim

Sawah padi yang mengering. Bisnis/Abdurrachman

Bisnis, JAKARTA – Fenomena perubahan iklim terhadap pertanian lahan kering bisa mengancam produksi padi nasional. Berdasarkan penelitian, produksi dapat merosot hingga 50%.

Mengutip bisnis.com yang melansir Antara, Peneliti Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN Ahmad Suriadi mengatakan bahwa tanaman rentan kekurangan air dan mempengaruhi produksi pangan karena perubahan iklim.

"Perubahan iklim menimbulkan dampak terhadap tanaman padi yang membuat produksi menurun hingga 50% ketika suhu naik 1-2 derajat Celcius," katanya, Senin (13/5/2024).

Baca juga: Mengejar Target Produksi Ikan Nila dari Jalur Pesisir

Ahmad menjelaskan bahwa perubahan suhu berisiko menimbulkan lonjakan serangan organisme pengganggu tanaman. Ini menyebabkan gagal panen. Kehidupan serangga sangat dipengaruhi oleh faktor suhu lingkungan.

Dia mencontohkan perubahan kelembaban dan suhu yang cepat memicu terjadinya ledakan hama belalang kembara yang terjadi di Nusa Tenggara Timur beberapa tahun lalu.

Serangan belalang kembara tersebut, meluluhlantakkan tanaman jagung dan tanaman-tanaman lain, sehingga produksi turun.

Menurutnya, perubahan iklim yang berdampak signifikan bagi pertanian, mengancam ketahanan pangan, mata pencaharian, dan ekosistem memerlukan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.

 

 

Selain itu, investasi dalam penelitian dan inovasi hingga ikhtiar secara kolaboratif di tingkat lokal, nasional, dan internasional untuk membangun ketahanan dan keberlanjutan dalam sistem pertanian sangat penting dalam menghadapi pengaruh perubahan iklim.

Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN Yudhistira Nugraha mengatakan bahwa ada sekitar 60 juta hektare lahan kering di Indonesia dengan 29 juta hektare digunakan untuk produksi pertanian.

"Salah satu ekosistem yang rentan terhadap perubahan iklim adalah ekosistem lahan kering. Perubahan iklim berpengaruh terhadap produksi pangan," ujarnya.

Yudhistira mengungkapkan upaya penyediaan air yang dihubungkan dengan perubahan iklim menjadi sangat penting dalam pengelolaan lahan kering tersebut.

Baca juga: Ada Perubahan Iklim, BRIN: Produksi Padi Bisa Turun 50%

Dia menilai program bantuan pompanisasi yang digalakkan oleh Kementerian Pertanian sudah tepat untuk meningkatkan produktivitas lahan kering di Indonesia.

Program tersebut dirancang untuk meningkatkan indeks pertanaman, termasuk untuk sawah tadah hujan. Kementerian Pertanian menyebut dari 7,5 juta hektare sawah di Indonesia ada sebanyak 36 persen berupa sawah tadah hujan.

Pompanisasi difokuskan untuk lahan sawah yang indeks pertanaman satu kali dalam setahun, namun memiliki sumber air yang tersedia sepanjang tahun. Pompanisasi menjadi solusi bagi para petani untuk meningkatkan indeks pertanaman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.