Produksi Sawit Astra Agro Lestari (AALI) Tumbuh 4,8% pada 2023

Produksi tandan buah segar kembali normal pada 2023 dengan adanya peningkatan yield dari 16 ton per hektare menjadi sekitar 17 ton per hektare.

Dwi Rachmawati

19 Feb 2024 - 13.53
A-
A+
Produksi Sawit Astra Agro Lestari (AALI) Tumbuh 4,8% pada 2023

Pekerja sedang memanen sawit. Bisnis/Arief Hermawan. P

Bisnis, JAKARTA –  Emiten CPO Grup Astra PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) mencatat peningkatan produksi tandan buah segar atau TBS sebesar 4,8% pada 2023 dibandingkan dengan 2022.

Secara total, produksi TBS dari kebun inti korporasi pada tahun lalu mencapai 3,31 juta ton atau naik 4,8% dari produksi TBS pada 2022 sebesar 3,15 juta ton.

Direktur Utama AALI, Santosa mengakui produksi TBS kembali normal pada 2023 dengan adanya peningkatan yield dari 16 ton per hektare menjadi sekitar 17 ton per hektare. Adapun produksi 2024 diestimasikan bakal mengalami peningkatan di level yang sama.

Baca juga: Grup SMGR Akselerasi Transisi Energi Hijau

"2024 kalau sudah normal, ya plus-minus segitu lah [4,5-5%] kecuali ada anomali," ujar Santosa dalam Talk to The CEO di Bandung akhir pekan lalu.

Sejumlah strategi dilakukan AALI untuk menggenjot produksi TBS dari kebun inti, mulai dari replanting, pengembangan bibit unggul dan penggunaan pupuk hasil riset mereka. Belanja modal Astra Agro Lestari tahun ini sebesar Rp1,5 triliun mayoritas akan digunakan untuk replanting dan perawatan tanaman kelapa sawit.

Santosa menyebut target replanting tahunan AALI dipatok sekitar 5.000—6.000 hektare. Program replanting pun diprioritaskan pada tanaman yang memiliki produktivitas di bawah rata-rata. 

Adapun AALI disebut telah mengembangkan varietas kelapa sawit mereka sendiri dengan potensi kandungan minyak sawit 20% lebih tinggi dari variates kelapa sawit pada umumnya.

  Direktur Utama PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) Santosa. /Istimewa

"Itu kenapa kita sudah tahun ke-14 melakukan research dan rilis varietas kita sendiri," ungkapnya.

Selain penggunaan bibit sawit unggul dalam replanting, AALI juga mengadopsi potensi pupuk nonkimia untuk perawatan tanaman kelapa sawit mereka.

Salah satunya, yakni penggunaan pupuk Astemic yang 100% berasal dari bahan organik dan agen hayati seperti mikroba dari lahan-lahan di perkebunan sawit serta endofit dari tanaman kelapa sawit. 

Baca juga: Astra Agro Lestari (AALI) Catat Produksi Sawit 2023 Naik 4,8% YoY

Pupuk Astemic dianggap sebagai salah satu solusi menghadapi tantangan pupuk kimia seperti NPK yang kerap mengalami keterbatasan pasokan dan fluktuasi harga.

Santosa mengklaim hasil riset AALI dalam beberapa tahun menunjukkan bahwa Astemic mampu mereduksi 25% penggunaan pupuk NPK. Dengan begitu, AALI menargetkan penggunaan Astemic di 50.000 hektare lahan sawit mereka maupun mitra pada 2024.

"Jadi harapannya dalam jangka panjang itu [produktivitas] akan naik pada saatnya, dengan hektare yang tetap, produksi kita akan naik," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.