Free

Profil Bellarminus Budijanto, Direktur Kepatuhan Bank Amar

PT Bank Amar Indonesia Tbk. resmi menunjuk Bellarminus Budijanto Jahja sebagai direktur kepatuhan dalam RUPSLB yang digelar pada Senin (31/10/2022)

Jaffry Prabu Prakoso

3 Nov 2022 - 13.36
A-
A+
Profil Bellarminus Budijanto, Direktur Kepatuhan Bank Amar

Warga beraktivitas dengan latar logo PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) di Jakarta, Selasa (25/1/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

JAKARTA – PT Bank Amar Indonesia Tbk. resmi mengangkat Bellarminus Budijanto Jahja menjadi direktur kepatuhan yang baru. Budijanto menggantikan posisi Tuk Yulianto yang mengunduran diri .

Penunjukan Budijanto ditetapkan dalam rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang digelar pada Senin (31/10/2022). Sebanyak 71,53 persen pemegang saham hadir dalam RUPS LB pengambilan keputusan mengenai perombakan direksi emitan dengan ticker AMAR itu.

“Menyetujui Mengangkat Bapak Bellarminus Budijanto Jahja selaku Direktur Perseroan yang membawahi fungsi kepatuhan,” jelas Bank Amar dalam ringkasan risalah RUPS LB yang dikutip Rabu (2/11/2022).


Karyawan beraktivitas disalah satu kantor cabang PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) di Jakarta, Selasa (25/1/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti


Nantinya, Bellarminus Bujanto Jahja akan secara efektif menjabat direktur kepatuhan setelah mendapatkan persetujuan OJK melalui uji  Kemampuan dan Kepatutan. 

“[Penunjukan baru] Akan berlaku efektif sejak tanggal diperolehnya persetujuan kelulusan atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (fit and proper test) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan masa jabatan sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang akan diselenggarakan pada 2024.” tambah manajemen AMAR.

Sembari menanti persetujuan kelulusan penilaian kemampuan dan kepatutan dari OJK, Bellarminus dijelaskan bertugas dalam pelaksana tugas sementara sebagai direktu kepatuhan PT Bank Amar Indonesia Tbk.


Baca juga: Ujian Komitmen Pengendali pada Rights Issue Bank Kecil


“Menugaskan Bapak Bellarminus Budijanto Jahja sebagai pelaksana tugas sementara untuk melaksanakan tugas-tugas direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan dengan mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tulis manajemen lebih lanjut.

Dikutip dari Linkedin, Bellarminus Budijanto Jahja sebelumnya berkarir sebagai Managing Director PT Bank Resona Perdania sejak Januari 2015. 

Dia adalah lulusan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya mengampu pendidikan Business, Management, Marketing, and Related Support Services.

Alami Penurunan Aset

Bank Amar Indonesia melaporkan penurunan total aset yang mencapai lebih dari 20 persen. Pelaporan tersebut dilakukan sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Nomor IE butir III.1.4.

“Dengan hormat, Merujuk pada Ketentuan dalam Peraturan Nomor IE butir III.1.4 tentang perubahan lebih dari 20 persen pada pos Total Aset dan/atau Total Kewajiban pada Laporan Keuangan, bersama ini kami sampaikan penjelasan mengenai penyebab perubahan tersebu,” jelas Bank Amar dalam surat bernomor 129A/SR-CS/X/2022, dikutip Kamis (3/11/2022)

Hingga 30 September 2022, total aset perseoran berkode emiten AMAR tersebut mencapai Rp3,7 triliun. Jika dibandingkan dengan aset pada kuartal IV/2021, terdapat penurunan 28,88 persen dari Rp5,2 triliun.


Baca juga: Uji Efektivitas Biaya Promo ala Bank Digital


Sedangkan jika dibandingkan secara tahunan, penurunan aset tercatat sebesar 26,75 persen atau sebesar Rp1,39 triliun.

Lebih lanjut, manajemen Bank Amar menjelaskan bahwa penurunan tersebut ditopang oleh pelunasan penempatan di beberapa larangan untuk mengurangi simpanan nasabah dalam bentuk dana mahal.

"Penurunan ini terutama dikontribusi oleh pelunasan penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain seiring dengan keperluan Bank untuk mengurangi simpanan nasabah dalam bentuk dana mahal yaitu deposito berjangka," jelas manajemen bank Amar.

Secara lebih rinci, total liabilitas bank Amar yang dibukukan per tanggal 30 September 2022 tembus Rp1,8 triliun.

Pendapatan tersebut dikonfirmasi mengalami penurunan sebesar Rp2,31 triliun atau 55,87 persen dibandingkan dengan total liabilitas akhir tahun lalu per tanggal 31 Desember 2021 senilai Rp4,13 triliun.

Selain disebabkan oleh adanya berkurangnya simpanan dana mahal nasabah, belakangan diketahui bahwa penurunan total liabilitas juga dipengaruhi oleh adanya masalah yang diadakan pada kuartal I/2022.

penurunan giro yang sebelumnya berasal dari setoran dana pemegang saham sebagai pembeli siaga pada Desember 2021 sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas untuk penambahan modal dengan menerbitkan hak memesan efek terlebih dahulu I (PMHMETD I) yang telah selesai prosesnya pada Kuartal I-2022 sebelumnya, " tulis Bank Amar. (Alifian Asmaaysi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.