Profil Cisumdawu Jadi Jalan Tol Terindah di Indonesia

Jalan tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 61,5 kilometer didapuk menjadi jalan tol terindah di Indonesia. Aspek visual dari Tol Cisumdawu yang melintasi 3 kawasan perbukitan dan dataran tinggi ini yang menjadikan mendapatkan gelar sebagai tol terindah.

Yanita Petriella

14 Jun 2023 - 18.03
A-
A+
Profil Cisumdawu Jadi Jalan Tol Terindah di Indonesia

Jalan tol Cisumdawu. dok Bisnis

Bisnis, JAKARTA – Jalan tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 61,5 kilometer didapuk menjadi jalan tol terindah di Indonesia. Aspek visual dari Tol Cisumdawu yang melintasi 3 kawasan  perbukitan dan dataran tinggi ini yang menjadikan mendapatkan gelar sebagai tol terindah. 

Dikutip dari laman Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), sepanjang rute Tol Cisumdawu terdapat 3 pemandangan gunung yakni Gunung Manglayang di perbatasan Sumedang dengan Bandung, ada Gunung Tampomas yang berada di Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, dan ada Gunung Ciremai yang terlihat dalam perjalanan ke arah Majalengka.

Tol Cisumdawu menjadi salah satu ruas jalan tol di wilayah Jawa Barat yang memiliki keunikan dari sisi pengerjaaannya selain visual. Cisumdawu menjadi jalan tol pertama yang memiliki terowongan kemar yang bernama twin tunnel dengan dibangun menembus bukit yang terletak di seksi 1 hingga 3. 

Terowongan Tol Cisumdawu merupakan terowongan jalan tol terpanjang di Indonesia yang mencapai 472 meter dengan lebar 14 meter. Terowongan yang dibangun selama 1,5 tahun ini menerapkan inovasi konstruksi New Austrian Tunneling Method (NATM). Metode ini diklaim berguna dalam menguatkan tanah sebelum penggalian. Untuk penggaliannya, menggunakan metode three-bench steven-step, yaitu metode yang dapat menstabilkan pemuka terowongan tanpa tambahan penyangga.

Baca Juga: Ketika Jusuf Hamka Keluhkan Lamanya Konstruksi Tol Cisumdawu

Terowongan kembar ini menjadi ikon menarik jalan tol Cisumdawu dimana di atas terowongan ditambahkan ornamen berupa tumbuh-tumbuhan yang diharapkan memperindah lansekap tiap ruas tol Cisumdawu.

Selain memiliki terowongan kembar, Tol Cisumdawu juga memiliki jembatan panjang yakni Conggeang 636 meter dan Kedondong 743,5 meter di seksi 5A dan 5B. 

Tol ini juga memiliki taman yang estetik dari seksi 1 hingga 6. Pembangunan Tol Cisumdawu tidak lepas dari tantangan alam baik area perbukitan, tebing hingga sulitnya menghadapi tanah yang labil. Hal tersebut membuktikan dengan kemampuan para insinyur berbakat Indonesia mampu bekerja dengan baik menggunakan teknologi yang telah diterapkan dan kondisi medan yang tidak mudah dilintasi.

Tol Cisumdawu ini membentang dari Cileunyi di Kabupaten Bandung, Sumedang hingga Dawuan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Jalan tol yang akan mendukung konektivitas Jawa Barat yaitu Subang, Sumedang, Bandung hingga Bandara Kertajati di Majalengka.

Tol Cisumdawu memiliki 6 seksi yang dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan biaya konstruksi Rp5,5 triliun. Dari keenam seksi, Seksi 1 dan 2 dikerjakan oleh Pemerintah sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) guna menaikkan kelayakan investasi tol tersebut. Sementara Seksi 3-6 dikerjakan oleh adan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT). 

Saat ini, saham CKJT dimiliki oleh WTR sebesar 12,90 persen PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk dengan 43,86 persen sebagai pemilik mayoritas, PT Jasa Sarana dengan 2,95 persen saham, dan PT Brantas Abipraya (Persero) dengan kepemilikan sebesar 40,29 persen.

Ruas Tol Cisumdawu telah beroperasi Seksi 1 Cileunyi –Pamulihan sepanjang 11,45 Km sejak Januari 2022. Diikuti dengan Seksi 2 Pamulihan – Sumedang sepanjang 17,05 Km, dan Seksi 3 Sumedang – Cimalaka sepanjang 4,05 Km yang beroperasi sejak Desember 2022. Saat ini penyelesaian progres konstruksi pada jalan Tol Cisumdawu Seksi 4 – Seksi 6 (Cimalaka – Dawuan) yang ditargetkan beroperasi pada bulan Juni ini.

Adapun konstruksi untuk Seksi 4A dan 4B Cimalaka – Legok sepanjang 8,2 km dilakukan kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya dan PT Brantas Abipraya. Kemudian untuk Seksi 5A dan 5B Legok – Ujung Jaya dengan panjang 14,9 km, konstruksi dilaksanakan oleh PT Adhi Karya dan PT Girder Indonesia. Terakhir, Seksi 6A dan 6B Ujung Jaya – Dawuan sepanjang 6,065 km dikonstruksi oleh PT Girder Indonesia dan PT Brantas Abipraya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.