Profil M. Adil, Bupati Meranti yang Sebut Kemenkeu Iblis & Setan

M. Adil merupakan pria Kelahiran 18 April 50 tahun silam. Saat ini dia menjabat sebagai Bupati Kepulauan Meranti.

Jaffry Prabu Prakoso

12 Des 2022 - 17.02
A-
A+
Profil M. Adil, Bupati Meranti yang Sebut Kemenkeu Iblis & Setan

Bupati Kepulauan Meranti M Adil./istimewa

JAKARTA – Bupati Kepulauan Meranti M. Adil menjadi sorotan setelah menyebut Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai iblis dan setan.

Dia juga turut mengancam untuk angkat senjata dan bergabung dengan Malaysia jika pemerintah pusat tidak membagi dana bagi hasil (DBH) minyak bumi secara tidak adil. Lantas siapa sebenarnya sosok M. Adil?

Adil merupakan pria Kelahiran 18 April 50 tahun silam. Dia menjabat sebagai Bupati Kepulauan Meranti sejak 2021 hingga 2024 mendatang.


Kantor Kabupaten Kepulauan Meranti. /Bisnis.com


Sebelum duduk di kursi nomor 1 Kabupaten Kepulauan Meranti, dia mengawali karier politiknya dengan masuk sebagai legislator di DPRD Kabupaten Bengkalis pada periode 2009-2014.

Dia kemudian menjadi legislator di Kabupaten Meranti pada 2014-2018 saat masih tergabung dalam partai Hanura.

Pada 2018, dia berganti partai dan masuk ke PKB. Dia kembali terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk periode 2019-2024.

Namun, di tengah-tengah masa baktinya, dia memutuskan mundur dan maju sebagai calon Bupati Meranti dan menang pada 2021 silam.

Baca juga: Salah Satu Pendapatan Negara, Apa Itu Dana Bagi Hasil?

Adil menamatkan pendidikan sarjana dan magisternya di Universitas Lancang Kuning Pekanbaru.

Adapun, Bupati Kepulauan Meranti M. Adil mendapat sorotan usai menyebut Kementerian Keuangan sebagai iblis dan setan dalam Rapat Koordinasi Nasional Optimalisasi Pendapatan Daerah, di Pekanbaru, Riau, pada Kamis (8/12/2022).

Tak hanya menyebut Kemenkeu dengan kata-kata kasar, Bupati Meranti juga mengancam akan mengangkat senjata dan bergabung dengan Malaysia.

“Pertanyaannya, minyaknya banyak duitnya besar, kok dapatnya malah berkurang? Ini kenapa? Apakah uang saya dibagi di seluruh Indonesia? Makanya maksud saya, kalau bapak nggak mau ngurus kami, pusat tidak mau mengurus Meranti, kasih kan kami ke negeri sebelah [Malaysia],” tegasnya.

Baca juga: Menelisik Dana Bagi Hasil, Di Mana Setan dan Iblis Bersembunyi?

Adil meminta pemerintah untuk menghentikan pengeboran di wilayahnya, apabila tidak ada penambahan dana bagi wilayahnya. 

Di tambah lagi, BPS mencatat Meranti sebagai salah satu daerah termiskin di Indonesia dengan jumlah penduduk miskin di kabupaten tersebut mencapai 25,68 persen pada Maret 2021. (Setyo Aji Harjanto)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.