Progres Pembangunan LRT Jabodebek Jelang Masa Operasi Juli 2023

Progres pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek disebut telah mencapai 88,38 persen. Operator optimistis kereta kereta masinis ini akan beroperasi mulai Juli 2023

Rayful Mudassir

18 Jan 2023 - 14.27
A-
A+
Progres Pembangunan LRT Jabodebek Jelang Masa Operasi Juli 2023

Penampakan LRT Jabodebek. Operator menargetkan Proyek Startegis Nasional ini dapat beroperasi pada Juli 2023./Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis, JAKARTA - Progres pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek disebut telah mencapai 88,38 persen. Operator optimistis kereta kereta masinis ini akan beroperasi mulai Juli 2023.

Kepala Divisi LRT Jabodebek KAI Mochamad Purnomosidi mengatakan secara keseluruhan progres penyelesaian proyek LRT Jabodebek sudah mencapai 88,4 persen. Saat ini pihaknya masih melakukan pengujian pada 3 lintas pelayanan yang ada serta operasi pada Depo LRT.

“Sekarang kami menguji sistem operasi yang menggantikan peran atau fungsi seorang masinis,” katanya saat ditemui di Depo LRT Jabodebek, Selasa (17/1/2023).

Purnomo menuturkan pengujian pada lintas pelayanan 1, yaitu Cawang – Cibubur, telah rampung. Kini, pihaknya tengah melakukan uji coba secara paralel yakni pada lintas pelayanan 2 (Cawang – Dukuh Atas), lintas pelayanan 3 (Cawang – Bekasi Timur), serta Depo LRT.

BACA JUGA: Mengenal Teknologi Tanpa Masinis yang Digunakan LRT Jabodebek

Dengan beragam pengujian tersebut, Purnomo optimistis LRT Jabodebek dapat beroperasi sesuai dengan target, yakni pada Juli 2023. Hal ini juga sesuai dengan pesan dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang telah mencoba moda transportasi ini beberapa waktu lalu.

“Beliau [Jokowi] berharap agar ini lebih dipercepat lagi penyelesaiannya, tidak boleh molor dan tidak boleh mundur lagi. Maksimal sesuai target kita yaitu Juli 2023,” tambahnya.

TARGET PENUMPANG

Manajer Humas LRT Jabodebek Kuswardoyo mengatakan telah mematok target awal penumpang sebanyak 137.000 orang per hari. Setelahnya, pihak LRT Jabodebek membidik pertumbuhan penumpang sekitar 5 persen per tahunnya.

“Kami targetkan naik sekitar 5 persen per tahunnya. Setelah 2032 kami prediksi angkanya akan stuck karena tidak ada lagi penambahan penumpang,” ujarnya.


Kuswardojo melanjutkan LRT Jabodebek akan memiliki waktu kedatangan (headway) setiap 4 menit di Stasiun Dukuh Atas - Cawang, setiap 8 menit di Stasiun Jati Mulya - Cawang, serta setiap 8 menit di Stasiun Harjamukti–Cawang pada hari kerja

Sementara itu, headway pada akhir pekan adalah setiap 8 menit dan 16 menit. Kuswardojo menuturkan, waktu kedatangan yang lebih lama ini seiring dengan jumlah perjalanan yang tidak sebanyak hari–hari biasa

LRT Jabodebek melintasi 18 stasiun yaitu Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat, dan Jati Mulya.

Tampak depan LRT Jabodebek. Kehadiran kereta ini diharapkan mampu melayani kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya. /PT KAI

PERLUAS RUTE

Dalam jangka panjang, operator menegaskan bahwa transportasi masa berbasis rel tersebut akan memperluas rute pelayanan dari Grogol hingga ke Bogor. Rencana ini sesuai dengan ketentuan pada Perpres No 98/2015 dan Perpres No 49/2017.

Pasal 1 ayat 2 pada Perpres No 98/2015 menyebutkan penyelenggaraan LRT Terintegrasi terdiri dari 6 lintas pelayanan, yakni Cawang – Cibubur, Cawang – Kuningan – Dukuh Atas, Cawang – Bekasi Timur, Dukuh Atas – Palmerah – Senayan, Cibubur – Bogor, dan Palmerah – Grogol.

Purnomo menuturkan bahwa proyek LRT Jabodebek tidak kekurangan peminat dari sisi investor. Pemilik modal diyakini cukup tertarik untuk masuk ke fase berikutnya pada proyek ini.

“Kita buktikan dulu untuk yang fase pertama, setelah itu baru melangkah ke yang berikutnya. Karena ini merupakan kereta driverless dengan jarak jauh yang pertama di Indonesia," katanya.

Selain itu, pengembangan LRT fase lanjutan juga akan membutuhkan investasi dari pemerintah. Namun, penanaman modal ini masih dalam pembahasan. (Lorenzo Anugrah Mahardhika)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.