Properti Residensial di Bali Ramai Diburu Pasar Lokal dan Asing

Bali tak hanya diminati oleh wisatawan asing sebagai tempat tinggal, namun juga masyarakat Indonesia pun banyak mengincar properti residensial di Bali.

Yanita Petriella

22 Apr 2024 - 18.54
A-
A+
Properti Residensial di Bali Ramai Diburu Pasar Lokal dan Asing

Ilustrasi hunian vila di Bali. /Istimewa

Bisnis, JAKARTA – Kembali pulihnya wisatawan asing dan wisatawan domestik di Bali membuat pasar properti menggeliat. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi perumahan, kawasan industri, perkantoran dari penanaman modal asing (PMA) pada 2019 mencapai 187 proyek dengan nilai US$109,4 juta, sedangkan untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai 40 proyek dengan nilai Rp1,29 triliun. Angka investasi ini melonjak di 2023 dimana realiasi investasi perumahan, kawasan industri, perkantoran dari PMA pada 2023 mencapai 9.404 proyek dengan nilai US$338,7 juta, sedangkan untuk PMDN ada sebanyak 334 proyek dengan nilai Rp730,8 miliar.

Head of Research Rumah123 Marisa Jaya mengatakan Bali menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang menjadi incaran warga negara asing (WNA) untuk memiliki properti residensial. 

Permintaan properti oleh warga asing tumbuh melonjak terutama di Badung Bali sebesar 92,1% dan Denpasar naik 81,3% dibandingkan tahun 2022. Menurutnya, Badung juga diminati sebagai salah satu destinasi populer wisatawan mancanegara. Popularitas wilayah ini turut didongkrak lokasinya sebagai gerbang masuk para turis melalui Bandara Internasional Ngurah Rai dan banyaknya pengembangan kawasan komersial serta pariwisata, tren digital nomad dan tren bekerja dari mana saja.

“Pertumbuhan permintaan properti dari WNA di tahun 2023 mengalami perkembangan pesat dibandingkan tahun 2022. Potensi pasar WNA diharapkan semakin mempercepat pertumbuhan dan kemajuan industri ini lebih baik di tahun 2024,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (22/4/2024).

Adapun tipe properti paling dicari WNA selama tahun 2023 yakni rumah tapak, tanah, dan apartemen. Minat pencarian warga asing terhadap rumah tapak berkisar antara 47,4% hingga 68%. Sementara itu, pencarian tanah berkisar 6,7% hingga 21,8%, sedangkan pencarian apartemen berkisar 9,7% hingga 25%.

Selain warga negara asing, hunian di Bali juga diminati oleh pasar domestik. Menurutnya, pascapandemi Covid-19, permintaan hunian di Bali sangat tinggi. Hal ini karena pariwisata di Bali cepat pulih. Terlebih, selama pandemi banyak vila yang dijual murah. 

“Permintaan hunian di Badung Bali tahun ini diproyeksikan tumbuh 3,2%, sedangkan di Denpasar tumbuh 2,7%,” katanya.

Sementara itu, Founder dan CEO Oxo Group Indonesia Johannes Weissenbaeck berpendapat sektor properti di Bali diperkirakan akan mengalami pertumbuhan positif di tahun 2024. Hal ini didukung oleh kondisi ekonomi yang kondusif dan menjanjikan. Pulau Bali menempati posisi teratas sebagai tujuan wisata di website perjalanan TripAdvisor dengan lebih dari 15 juta wisatawan pada 2023, melebihi target pemerintah Indonesia. Angka tersebut diperkirakan akan semakin meningkat di tahun 2024, sehingga akan berkontribusi pada prospek gemilang pasar properti Bali.

Menurutnya, wisatawan asing kini mencari properti untuk jangka waktu yang lebih panjang dan memilih lokasi dari pusat keramaian. Selain itu, juga terdapat perubahan tren pasar sebelum pandemi Covid-19 dimana sebagian besar pasar Oxo Group didominasi oleh konsumen dari luar negeri, seperti Australia, Singapura, dan lain-lain. 

Namun, saat ini pasar domestik juga memburu properti hunian di Bali. Adapun masyarakat seperti dari Jakarta dan Surabaya banyak mencari second home di Bali.

Dia menilai kemampuan yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia untuk membeli properti mewah di Bali cukup besar. Masyarakat Indonesia berani mengeluarkan dana untuk membeli hunian berkualitas tinggi. 

Baca Juga: Geliat Bisnis Hotel di Bali Meraup Cuan Okupansi Momentum Lebaran


Untuk menangkap peluang tersebut, Oxo bersama dengan arsitek Alexis Dornier mengembangkan Oxo The Residences sebuah proyek hunian mewah senilai Rp500 miliar di kawasan Nyanyi, Bali. Hunian berkonsep neo luxury itu dibangun sebanyak 40 unit di atas lahn seluas 2 hektare dengan luas bangunan mulai 182 meter persegi hingga 286 meter persegi.

“Setiap proyek hunian yang kami kerjakan harus memiliki standar internasional dan bisa diterima, bukan hanya oleh pasar domestik, namun juga pasar global. Kami menargetkan 80% pembeli domestik, sementara 20% dari mancanegara. Harga mulai Rp7,5 miliar,” ujarnya menjawab Bisnis, Senin (22/4/2024). 

Hunian ini berada di depan Nuanu City, sebuah proyek yang digadang akan menjadi The Next Big Thing di Bali setelah Canggu dalam 2 – 3 tahun ke depan. Nuanu dikembangkan sebagai kota kreatif seluas 44 hektare dan mewujudkan esensi dari Tri Hita Karana, yang merupakan filosofi hidup dari masyarakat Bali.

Arsitek Alexis Dornier menuturkan Oxo The Residences memiliki desain arsitektur yang sederhana namun ikonik pada saat yang bersamaan. Arsitektur bangunan yang menyatu dengan alam dan budaya pulau Bali serta area perkampungan sekitar.

“Elemen yang digunakan juga harus mewakili identitas Pulau Bali, melalui alam sekitar dan material lokal, seperti batu bata yang dapat dengan mudah kita temukan di kawasan Tabanan, termasuk bebatuan vulkanik,” tuturnya. 

Menurutnya, Tabanan Bali selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil batu bata press dan batu padas yang banyak digunakan sebagai material bangunan rumah di kawasan tersebut. Bali bahkan telah mengekspor hasil kerajinan batu padas dan terakota sejak tahun 2011.

Sementara di tahun 2022, total nilai ekspor kerajinan Bali mencapai US$116,6 juta, di mana besaran ekspor kerajinan batu padas memberi kontribusi sebesar US$5,8 juta (5%).

“Alasan mendasar mengapa kolaborasi antara Oxo dengan studio kami ini bisa berjalan secara alami, karena kami memiliki pemahaman fundamental yang sama dalam hal membangun properti, yaitu prinsip-prinsip keberlanjutan. Semakin sedikit kita membangun, semakin baik,” tutur Alexis. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.