Prospek Cerah Industri Plastik di Tengah Persoalan Lingkungan

Industri kemasan berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional dengan laju pertumbuhan tahun ini mencapai 6% melampaui prediksi pertumbuhan nasional sebesar 5%.

Afiffah Rahmah Nurdifa

18 Nov 2023 - 11.26
A-
A+
Prospek Cerah Industri Plastik di Tengah Persoalan Lingkungan

Ilustrasi industri plastik dan kemasan. istimewa

Bisnis, JAKARTA – Industri kemasan berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional dengan laju pertumbuhan tahun ini mencapai 6% melampaui prediksi pertumbuhan nasional sebesar 5%.

Adapun merujuk data Kementerian Perindustrian mencatat, nilai ekspor dari sektor plastik dan karet di awal tahun 2023 mencapai US$1,68 milliar. Industri ini bahkan menjadi salah satu dari 8 subsektor yang mengalami ekspansi hingga Juni 2023. Kinerja positif juga tercatat dari industri mesin pencetak (mould) yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Kinerja ekspor industri mould tahun lalu mencapai US$15,8 juta. Secara global, pangsa pasar pencetakan kemasan tahun ini akan mencapai US3$75,05 miliar dan diperkirakan tumbuh hingga US$552,10 miliar pada tahun 2028, dengan Compounded Annual Growth Rate  (CAGR) 8,04% selama periode 2023–2028. Dengan mempertimbangkan proyeksi tersebut, para pelaku industri secara bertahap semakin giat menerapkan inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas.

Prospek industri plastik dalam negeri disebut semakin cerah lantaran potensi besar untuk menjadi tulang punggu bagi industri pengolahan. Namun, optimalisasi industri tersebut masih perlu digenjot.

Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmansi Kemenperin Saiful Bahri mengatakan berbagai industri pengolahan seperti makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, elektronika, otomotif, kimia, pertanian, hingga pelumas membutuhkan plastik. 

“Industri plastik merupakan industri yang perlu didorong pengembangannya dan memiliki potensi pasar yang sangat prospektif, serta menjadi tulang punggung bagi industri manufaktur,” ujarnya, dikutip Sabtu (18/11/2023). 

Dalam catatannya, konsumsi produk plastik Indonesia per kapita pada 2022 mencapai 22,5 kilogram. Adapun, penggunaan plastik saat ini mendekati angka 10 juta ton per tahun. 

Konsumsi dan penggunaan plastik di RI masih relatif lebih rendah dibandingkan negara Asean lainnya. Sementara, diproyeksikan konsumsinya terus bertambah 7% per tahun. 

Selain itu juga adanya industri Petrokimia dalam negeri, industri makanan dan minuman juga meningkat dari tahun ke tahun, serta prospek pasar Asean yang masih tinggi menjadi peluang industri plastik ini sangat besar,” katanya. 

Saiful menerangkan bahwa industri plastik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari konsep sirkular ekonomi dalam pengelolaan sampah plastik nasional. 

Dalam produksi industri plastik, dia meminta pelaku usaha industri tetap mencermati lingkungan di sekitar, agar industri plastik tidak menjadi sebuah polemik dalam upaya penanganan lingkungan.

Kita harapkan industri plastik ini dalam penerapan sirkular ekonomi, sumber daya berupa plastik dapat termanfaatkan dalam lingkaran ekonomi dapat digunakan terus menerus yang akhirnya tidak mencemari lingkungan sekitar,” ucapnya. 

Baca Juga: Taktik Indonesia Mengatasi Polusi Plastik



Sementara itu, Director Business Development Indonesia Packaging Federation Ariana Susanti menuturkan industri plastik berperan besar dalam pengemasan yang diproyeksi memiliki pertumbuhan 4-6% hingga akhir 2023. 

Terlebih, industri ini juga tumbuh didorong industri penggunanya, dalam hal ini industri makanan dan minuman yang menyerap kemasan terbesar. 

“Diproyeksikan omzetnya itu mendekati Rp120 triliun, realitanya Rp116 triliun. Di sektor ini tumbuh karena perubahan gaya hidup adanya e-commerce, gaya hidup sehat, keamanan pangan, termasuk sustainability, itu isu yang sangat kuat saat ini,” ucapnya. 

Di sisi lain, dia melihat segmentasi plastik gang terbesar yaitu rigid plastik dan flexible packaging. Adapun flexible tumbuh 45% yang berupa multilayer yang terdiri dari lapisan-lapisan plastik, diikuti dengan paper dan carton 19%, dan rigid plastik, kaleng, gelas, dan kombinasi dari beberapa material lainnya.

Menurutnya, sangat penting bagi para pelaku industri merespons pertumbuhan industri kemasan dengan cerdas dan mampu memanfaatkan sumber daya potensial Indonesia untuk produksi bahan baku plastik yang dapat terurai alami, seperti pati, rumput laut, biji alpukat, dan lain-lain.

Sejalan dengan pertumbuhan yang sudah sangat baik dan melalui kolaborasi antara pemangku kepentingan di acara ini, tentu diharapkan akan hadir inovasi berkelanjutan lainnya di sektor kemasan.

“Sektor plastic recycling Indonesia, yang akan menjadi platform bagi pemangku kepentingan di bidang daur ulang plastik untuk mengubah sampah menjadi produk komersial dan ramah lingkungan,” tutur Ariana. 

Untuk diketahui, Plastics and Rubber Indonesia 2023, pameran industri mesin, pengolahan dan material plastik dan karet internasional ke-34 berlangsung sejak tanggal 15 Desember hingga 18 November 2023, di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Dengan tema The Future of Plastic, pameran ini mendorong penerapan praktik industri ramah lingkungan guna meningkatkan pertumbuhan industri dalam negeri.

Plastics and Rubber Indonesia 2023 melibatkan 474 perusahaan terkemuka dari 27 daerah/negara termasuk di dalamnya Billplast Grapindo, Hitachi High Tech Indonesia, Pan Era Group, Polytama Propindo dan Victory Blessings Indonesia.

Event Director PT Pamerindo Indonesia Meysia Stephannie menuturkan peserta pameran dari dalam dan luar negeri akan menampilkan inovasi terbaru dari industri plastik dan karet, termasuk bahan baku, teknologi inovasi, dan pengelolaan limbah. Hal ini krusial dalam upaya mengurangi dampak lingkungan dan mempromosikan sektor yang berkelanjutan industri hijau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.