Prospek Emiten Hary Tanoe (BMTR) Jagoan Lo Kheng Hong

Emiten jagoan Lo Kheng Hong, PT Global Mediacom Tbk. (BMTR) mencatatkan penurunan pendapatan dan laba bersih sepanjang periode Januari-September 2023.

Redaksi

15 Nov 2023 - 15.37
A-
A+
Prospek Emiten Hary Tanoe (BMTR) Jagoan Lo Kheng Hong

Lo Kheng Hong berpose di depan dinding berisi kutipan Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo./istimewa

Bisnis, JAKARTA - Emiten jagoan Lo Kheng Hong, PT Global Mediacom Tbk. (BMTR) mencatatkan penurunan pendapatan dan laba bersih sepanjang periode Januari-September 2023.  

Menyitir laporan keuangan per 30 September 2023 yang belum diaudit, pendapatan BMTR melorot 16,60% year-on-year (YoY) menjadi Rp8,09 triliun pada Januari-September 2023. 

Turunnya pos pendapatan BMTR disebabkan oleh melemahnya cuan dari segmen iklan dan konten. Selama sembilan bulan pertama tahun ini, segmen tersebut meraup pendapatan bersih Rp6,04 triliun atau terkoreksi 17,54% YoY. 

Perinciannya, pendapatan iklan non-digital merosot 23,29% YoY menjadi Rp3,39 triliun. Adapun iklan digital mengalami kenaikan 0,66% YoY menuju angka Rp1,91 triliun. 

Sementara itu, pendapatan dari sisi konten dan intellectual property (IP) mengalami penurunan 31,95% atau dari posisi Rp1,38 triliun menjadi Rp945,57 miliar pada kuartal III/2023. Pendapatan subscription juga merosot 10,09% YoY menjadi Rp374,88 miliar. 

Di tengah turunnya pendapatan, BMTR turut mencatatkan penurunan beban langsung dari Rp5,12 triliun menjadi Rp4,87 triliun. Dengan demikian, laba kotor yang diakumulasikan perseroan pada Januari-September mencapai Rp3,22 triliun, turun 29,68% YoY. 

Setelah dikurangi dengan berbagai aneka beban, BMTR mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp492,34 miliar atau turun 42,19% YoY. Laba per saham juga turun dari Rp52,1 menuju Rp30,1 per saham. 

Hingga kuartal III/2023, BMTR membukukan total aset sebesar Rp36,64 triliun atau meningkat 2,05% year-to-date (YtD), sementara liabilitas turun 0,88% YtD menjadi Rp9,18 triliun, dan ekuitas mencapai Rp27,46 triliun atau tumbuh 3,07% YtD.

Adapun arus kas setara kas pada akhir periode September 2023 mencapai Rp1,70 triliun atau meningkat sebesar 14,63 % YoY dari posisi sebelumnya Rp1,49 triliun. 

Sebagaimana diketahui, BMTR rencananya akan dimerger dengan PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN). Rencana yang sejak lama dinantikan oleh Lo Kheng Hong ini, dipastikan terus berjalan sesuai dengan rencana pada 2023. 

Investor Relation MNCN Samuel Tanoesoedibjo menjelaskan bahwa langkah merger tersebut bertujuan mempermudah publik dalam berinvestasi di emiten Grup MNC. Selain itu, perseroan akan fokus menggarap bisnis MSIN ke depan.

"Kami ingin mengkonsolidasikan BMTR dan MNCN, serta kami mau berfokus di MSIN, bisnis digital kami, karena ini yang benar-benar mau kami kembangkan,” ujarnya dalam diskusi daring yang disiarkan kanal Youtube Mirae Asset Sekuritas, pada Agustus 2023. 

Samuel juga menyampaikan bahwa MSIN tercatat memiliki perpustakaan konten lokal yang diproduksi secara mandiri sekitar 300.000 jam lebih. Konten tersebut mencakup drama, konten animasi yang telah diekspor ke-60 negara, hingga film.

Baca Juga : Perbedaan Force Delisting dan Voluntary Delisting 

MANUVER BMTR

BMTR saat ini berstatus sebagai pemegang saham terbesar sekaligus pengendali PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN). Kepemilikan mereka tercatat sebanyak 6,96 miliar lembar atau setara dengan 52,67 per akhir Agustus 2023.

Memasuki awal kuartal IV/2023, BMTR bermanuver mentransaksikan saham MNCN yang mereka miliki.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), BMTR memborong 182,60 juta lembar saham MNCN pada Senin (2/10/2023). Namun, masih di sesi yang sama mereka juga menjual 332,24 juta lembar.

Alhasil, total lembar saham MNCN yang dimiliki oleh BMTR menyusut dari 6,70 miliar lembar atau setara dengan 44,55 persen pada Jumat (29/9/2023) menjadi 6,56 miliar lembar atau setara dengan 43,61 persen per akhir sesi Senin (2/10/2023).

Baca Juga : Persaingan Sengit Mengejar Laba ala GOTO vs GRAB 

Sebaliknya, Global Mediacom terpantau menambah kepemilikan saham di PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) pada awal Oktober 2023.

KSEI mencatat pembelian sebanyak 86,68 juta lembar saham MSIN oleh BMTR pada Senin (2/10/2023). Dengan demikian, kepemilikan mereka naik dari 1,62 miliar lembar atau setara dengan 13,42 persen pada Jumat (29/9/2023) menjadi 1,71 miliar atau setara dengan 14,14 persen.

Berdasarkan catatan Bisnis, saham MSIN mengalami tekanan dalam dua sesi beruntun pada 18 September 2023 dan 19 September 2023.

Tercatat, pergerakan harga saham MSIN terkoreksi 24,79 persen ke level Rp2.640 pada Senin (18/9/2023). Tren negatif berlanjut dengan rapor koreksi 25 persen ke level Rp1.980 akhir sesi Selasa (19/9/2023).

Bersamaan dengan koreksi harga beruntun, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya mengeluarkan pengumuman unusual market activity (UMA) untuk saham MSIN pada Selasa (19/9/2023).(Dionisio Damara Tonce, M.Nurhadi Pratomo)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.