Prospek Obligasi SR020 2024, Jelang Ramadan

Sukuk Ritel seri SR020 diperkirakan bakal menarik perhatian masyarakat seiring momentum Ramadan dimulai. Pemerintah hingga mitra distribusi (midis) menilai tinggi obligasi syariah dengan kupon tinggi ini.

Rizqi Rajendra

27 Feb 2024 - 16.30
A-
A+
Prospek Obligasi SR020 2024, Jelang Ramadan

Ilustrasi obligasi ritel./BISNIS-Azzam

Bisnis, JAKARTA - Sukuk Ritel seri SR020 sebagai salah satu alternatif investasi syariah yang aman direncanakan meluncur pada 1 Maret 2024, lebih cepat dari rencana awal 4 Maret 2024. Instrumen SBN Ritel yang dipasarkan jelang Ramadan ini diprediksi laris seiring dengan kupon yang menarik di atas 6%.

Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) optimistis penjualan Sukuk Ritel seri SR020 akan moncer dan mendapatkan antusiasme tinggi dari investor.

Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Kemenkeu Dwi Irianti Hadiningdyah mengatakan, masa penawaran Sukuk Ritel SR020 rencananya akan berlangsung mulai 1 Maret 2024 hingga 27 Maret 2024, sedangkan untuk besaran kupon akan diumumkan segera sebelum masa penawaran dimulai.

"Animo masyarakat terhadap SR020 diharapkan masih cukup tinggi, karena SR020 yang merupakan salah satu jenis SBN ritel yang risikonya relatif sangat kecil dan memiliki karakteristik yang sangat menguntungkan bagi investor ritel," ujar Dwi kepada Bisnis, dikutip Senin (26/2/2024).

Lebih lanjut dia menjelaskan, setidaknya ada lima faktor yang menjadi alasan SR020 menguntungkan bagi investor ritel. Pertama, yaitu aman, karena pembayaran pokok dan imbalannya dijamin undang-undang. Kedua, sesuai dengan prinsip syariah atau memperoleh opini syariah dari DSN-MUI sehingga investor tak perlu khawatir.

Ketiga, menurutnya SR020 mudah dan terjangkau, karena minimum pembelian sebesar Rp1 juta dan dapat dipesan dengan platform online (e-SBN). Keempat, menguntungkan, karena SR020 memberikan kupon secara reguler sehingga investor dapat menggunakan imbalan per bulan untuk memenuhi kebutuhan keuangannya secara terencana.

Faktor kelima, investor ikut serta dalam membangun negeri, karena hasil penerbitan digunakan untuk pembiayaan pembangunan.

"Selain itu, SR020 merupakan instrumen yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder [tradable] sehingga risiko likuditas juga dapat diminimalisir," jelas Dwi.

Efek Pemilu 2024

SR020 merupakan SBN ritel kedua yang meluncur pada 2024, setelah ORI025. Adapun, penjualan ORI025 di bawa target Rp25 triliun karena terdampak Pemilu 2024.

Direktur Surat Utang Negara Kemenkeu, Deni Ridwan mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan rekonsiliasi data penjualan ORI025 dengan pihak-pihak terkait.

"Pemesanan ORI025 telah mencapai Rp23,9 triliun, dengan tenor 3 tahun sebesar Rp19,38 triliun dan tenor 6 tahun sebesar Rp4,53 triliun. Angka finalnya akan diumumkan setelah penetapan penerbitan ORI025 pada tanggal 26 Februari 2024," ujar Deni kepada Bisnis.

Lebih lanjut dia mengatakan, capaian penjualan ORI025 itu telah melampaui seri sebelumnya yakni ORI024 yang terjual Rp14,5 triliun pada tahun 2023 lalu. Namun, penjualan ORI025 masih di bawah kuota awal yang ditetapkan sebesar Rp25 triliun. Alasannya, masyarakat wait and see terkait Pemilu 2024.

Baca Juga : Diprediksi Banyak Peminat, Segini Perkiraan Kupon Sukuk Ritel 

"Pada awal masa penawaran sampai dengan menjelang pelaksanaan Pemilu Presiden dan legislatif, pemesanan ORI025 relatif lambat karena masyarakat sepertinya cenderung bersikap wait and see atas dinamika politik Tanah Air," katanya.

Sebagaimana diketahui, ORI025 ditawarkan pada 29 Januari 2024 hingga 22 Februari 2024. Namun, setelah momen pencoblosan Pemilu pada 14 Februari 2024 selesai, Deni mengatakan pemesanan ORI025 langsung melonjak signifikan.

"Setelah penyelenggaraan Pemilu yang berlangsung dengan lancar dan damai, serta bersamaan dengan jatuh temponya ORI019 pada tanggal 15 Februari 2024, pemesanan ORI025 melonjak signifikan hingga mencapai Rp2 triliun-Rp3 trilliun per hari," pungkas Deni.

Adapun, ORI025 merupakan SBN ritel perdana tahun 2024 yang meluncur dalam dua seri, yaitu 0RI025-T3 dengan kupon 6,25%  dan ORI025-T6 dengan kupon 6,40%. Setelah ORI025, akan terbit Sukuk Ritel (SR) Seri SR020.

Sementara itu, pada tahun ini, pemerintah berencana meluncurkan 8 seri SBN ritel, yang meliputi Obligasi Negara Ritel (ORI), Savings Bond Ritel (SBR), Sukuk Tabungan (ST), Sukuk Ritel (SR), dan CWLS Ritel. 

Baca Juga : Mengenal Istilah Kupon dalam Obligasi 

Optimisme Midis

Emiten perbankan BUMN, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) sebagai satu mitra distribusi SBN ritel optimistis penjualan Sukuk Ritel (SR) seri SR020 akan menembus lebih dari Rp1 triliun.

Adapun, pemerintah menyampaikan Sukuk Ritel seri SR020 akan ditawarkan kepada investor mulai 1 Maret 2024 hingga 27 Maret 2024, dan besaran kupon akan diumumkan segera.

General Manager Divisi Wealth Management BNI Henny Eugenia mengatakan, ada beberapa alasan pihaknya pede bahwa penjualan SR020 akan moncer, salah satunya yaitu potensi penurunan suku bunga Bank Indonesia atau BI rate.

"Target SR020 di atas Rp1 triliun dan kami optimis untuk melampaui target, melihat minat nasabah dan tren suku bunga yang ada," ujar Henny kepada Bisnis, dikutip Selasa (27/2/2024).

Menurut Henny, adanya potensi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) tahun ini dapat mendorong minat investor terhadap obligasi, ditambah tingkat pajak obligasi yang hanya berada di angka 10%.

Adapun, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 21 Februari 2024 memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 6%. Sedangkan ekspektasi pelaku pasar, Bank Sentral AS Federal Reserve atau The Fed akan mulai memangkas suku bunga acuan mulai semester II/2024.

Sebagai perbandingan, BNI membukukan penjualan Sukuk Ritel seri sebelumnya yaitu SR019 di angka Rp2,09 triliun. SR019 diluncurkan tahun lalu, pada 1-20 September 2023 dengan penjualan secara nasional Rp25,33 triliun dari kedua seri.

Henny menyampaikan, BNI juga telah merancang berbagai strategi untuk mendorong minat nasabah menjadi investor obligasi ritel.

"Untuk mendukung hal ini kami akan melakukan sosialisasi penawaran SBN ritel kepada nasabah Emerald di beberapa kota besar di Indonesia. Selain dari sosialisasi, kami juga memberikan promo cashback kepada nasabah Emerald BNI untuk pembelian SBN Ritel tahun 2024 khusus untuk dana baru atau fresh fund," jelasnya.

Baca Juga : Langkah OJK Tingkatkan Kepercayaan Pasar pada Industri Jasa Keuangan 

Menurutnya, antusiasme nasabah BNI terhadap pasar SBN ritel di Indonesia sudah tecermin dari penjualan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI025 yang telah terjual sebesar Rp1,83 triliun di BNI, atau melampaui target Rp1 triliun.

Lebih lanjut dia mengatakan, BNI saat ini tengah berfokus untuk menambah jumlah nasabah baru, sehingga target penjualan dari 8 seri SBN ritel sepanjang 2024 dapat mengalami kenaikan. 

"Untuk target penjualan SBN ritel di 2024 akan naik di atas 10% dari tahun 2023, dan fokus penetrasi kepada nasabah baru," pungkas Henny. 

Sebelumnya, BNI membukukan Rp11,4 triliun dari hasil penjualan 7 seri SBN ritel sepanjang tahun 2023. Artinya, jika tahun ini BNI membidik kenaikan penjualan 10%, maka penjualan 8 seri SBN ritel di BNI pada 2024 berpotensi tembus Rp12,54 triliun.

Baca Juga : Proyeksi Kupon Hingga Penjualan Sukuk Ritel SR020 yang Terbit saat Ramadan 

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto memprediksi kupon SR020 di kisaran 6,2% jika dirilis dalam tenor 3 tahun. Lalu yang tenor 5 tahun di kisaran 6,4%. Hal itu berdasarkan iklim suku bunga acuan tinggi yang terjadi saat ini.

Ramdhan Ario Maruto memprediksi penjualan SR020 di rentang Rp15 triliun-Rp20 triliun. Namun, prediksi itu lebih rendah dibanding capaian penjualan sukuk ritel seri sebelumnya SR019 sebesar Rp25,33 triliun pada 2023.

Menurut Ramdhan, pasar Sukuk Ritel relatif lebih sempit dibandingkan obligasi jenis lainnya, karena SR020 merupakan produk investasi syariah. Selain itu, masyarakat akan berfokus ke pengeluaran untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran dibandingkan berinvestasi.

“Kalau Sukuk Ritel ini biasanya pasarnya itu lebih sempit dibandingkan yang konvensional, selain itu fokus pengeluaran masyarakat lebih untuk puasa dan Lebaran. Makanya kalau saya prediksi penjualannya akan di bawah SR019, mungkin antara Rp15 triliun-Rp20 triliun,” kata Ramdhan.

Kendati demikian, dia menilai seiring dengan adanya Sukuk Ritel yang akan jatuh tempo selama periode penawaran SR020, maka penjualannya berpotensi akan meningkat. Perlu diketahui, Sukuk Ritel seri SR014 yang diterbitkan pada 26 Februari 2021 akan jatuh tempo pada 10 Maret 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.