Prospek Suram Minyak Dunia Didorong China dan Rusia

Goldman Sachs memangkas proyeksi harga minyak menjadi US$86 per barel untuk minyak mentah berjangka Brent, lebih rendah 10 persen dari perkiraan sebelumnya sebesar US$95 per barel. Hal itu dipicu ileh

Nindya Aldila

13 Jun 2023 - 20.14
A-
A+
Prospek Suram Minyak Dunia Didorong China dan Rusia

Ilustrasi kilang minyak. (Bisnis)

Bisnis, JAKARTA - Harga minyak dunia diprediksi akan lemah hingga akhir 2023 akibat sepinya permintaan dari China dan meningkatnya pasokan Rusia.

Goldman Sachs memangkas proyeksi harga minyak menjadi US$86 per barel untuk minyak mentah berjangka Brent, lebih rendah 10 persen dari perkiraan sebelumnya sebesar US$95 per barel.   

Sementara itu, minyak mentah berjangka WTI diperkirakan berharga US$81 per barel pada akhir tahun 2023 daripada perkiraan sebelumnya sebesar US$89 per barel.

"Minyak WTI turun karena pedagang fokus pada perkiraan yang direvisi dari Goldman Sachs," kata Vladimir Zernov, analis pemasok informasi pasar FX Empire, dikutip Antara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.