Proyek Infrastruktur Digital RI Ditenggat Rampung dalam 2 Tahun

Dalam mempersiapkan infrastruktur digital, Indonesia membutuhkan jaringan serat optik, satelit, menara pemancar atau base transceiver station (BTS), dan lain sebagainya termasuk pangkalan data di sisi hilirnya. 

Leo Dwi Jatmiko

19 Nov 2021 - 14.00
A-
A+
Proyek Infrastruktur Digital RI Ditenggat Rampung dalam 2 Tahun

Teknisi melakukan perawatan jaringan di salah satu menara BTS, di Bandung, Jawa Barat./JIBI-Rachman

Bisnis, JAKARTA — Pemerintah berkomitmen menuntaskan pembangunan infrastruktur digital dalam 2 tahun ke depan, sesuai dengan mandat yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam hal ini, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah mengutus jajarannya untuk mempersiapkan infrastruktur digital dalam rangka optimasi ekonomi digital Tanah Air.

“Saya sudah memberikan target 2 tahun. Kalau lepas dua tahun, sudah kita kedahuluan negara lain,” kata Jokowi dalam acara Kompas 100 CEO Forum, Kamis (18/11/2021). 

Dalam mempersiapkan infrastruktur digital, Indonesia membutuhkan jaringan serat optik, satelit, menara pemancar atau base transceiver station (BTS), dan lain sebagainya termasuk pangkalan data di sisi hilirnya. 

Jokowi kembali menegaskan bahwa Indonesia hanya memiliki waktu 2 tahun menyiapkan untuk menyiapkan itu semua. 

“Regulasi-regulasi kita yang terlambat terus. fintech sudah lari, regulasinya belum ada,” kata Jokowi. 

Selain infrastruktur, pemerintah juga akan menyiapkan masyarakat agar melek dan lebih bijak dalam menggunakan digital. 

Dengan hadirnya infrastruktur digital dan masyarakat melek digital maka terbentuk sebuah ekosistem besar digital ekonomi. 

“Kemudian, [aspek] yang paling penting adalah SDM [talenta digital]. kebutuhan ini sudah kebutuhan besar untuk membangun ekonomi digital,” kata Jokowi.

Merespons titah RI-1, Kementerian Komunikasi dan Informatika tak menampik infrastruktur menjadi salah satu hal terpenting dalam mendorong transformasi digital.

Dalam peta jalan ekonomi digital 2021—2024, pemerintah menaruh perhatian khusus pada  pembangunan infrastruktur digital. 

Meski demikian, sejalan dengan pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia juga akan terus dilakukan. 

Juru Bicara Kemenkominfo Dedy Permadi mengatakan Kemenkominfo telah memiliki peta jalan ekonomi digital Indonesia 2021—2024, yang berfokus dalam 4 strategi dalam pengimplementasiannya. 

Keempat strategi itu yaitu, infrastruktur digital, pemerintah digital, ekonomi digital, dan digital society

Penguatan infrastruktur digital menjadi inisiatif utama yang dilakukan Kemenkominfo karena infrastruktur merupakan pilar dari ekonomi digital.

Dedy mengatakan Kemenkominfo bakal meningkatkan jaringan 4G di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) dengan membanguin BTS dan pemanfaatan Palapa Ring. 

“Dan juga meluncurkan jaringan 5G, termasuk memacu penggelaran serat optik,” kata Dedy dalam acara Indosat Ooredoo Talk, Kamis (18/11).

Dedy mengatakan infrastruktur digital adalah inti dari agenda transformasi digital. Dibutuhkan infrastruktur digital yang andal untuk dapat menghubungkan seluruh daerah di Indonesia. 

Indonesia, kata Dedy, saat ini memiliki serat optik sepanjang 342.239 kilometer, yang digunakan sebagai jaringan tulang punggung. Sebanyak 123.869 kilometer berada di laut. 

Kemudian, di middle mile, Indonesia memiliki satelit, link gelombang mikro dan jaringan serat optik yang nantinya terhubung dengan 559.020 BTS, yang tersebar di seluruh Indonesia. 

“Indonesia juga akan memiliki 4 Pusat Data Nasional (PDN) yang akan mendukung pemerintahan digital,” kata Dedy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Wike D. Herlinda

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.