Proyek Tol Akses Patimban Mulai Dibangun Bakal Selesai di 2024

Proyek pembangunan jalan Tol Akses Patimban dengan nilai investasi sebesar Rp5,02 triliun segera mulai dibangun pada tahun ini. PT Jasamarga Akses Patimban (JAP) selaku pemenang lelang telah resmi meneken sejumlah perjanjian meliputi Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).

Yanita Petriella
Jan 25, 2023 - 4:26 PM
A-
A+
Proyek Tol Akses Patimban Mulai Dibangun Bakal Selesai di 2024

Pelabuhan Patimban. /istimewa

Bisnis, JAKARTA – Proyek pembangunan jalan Tol Akses Patimban dengan nilai investasi sebesar Rp5,02 triliun segera mulai dibangun pada tahun ini. PT Jasamarga Akses Patimban (JAP) selaku pemenang lelang telah resmi meneken sejumlah perjanjian meliputi Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), perjanjian penjaminan, serta perjanjian regres jalan Tol Akses Patimban pada Selasa (24/1/2023). 
  
 PT JAP merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang dibentuk oleh Konsorsium BUMN-Swasta-BUMD pemenang lelang pembangunan Jalan Tol Akses Patimban. Konsorsium tersebut terdiri dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRC), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT PP (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), dan PT Subang Sejahtera. Adapun Jasa Marga berposisi sebagai pemegang saham mayoritas sebesar 55 persen, PT NRC sebesar 22 persen, ADHI sebesar 6 persen, WIKA sebesar 6 persen, PT PP sebesar 6 persen, dan PT Subang Sejahtera sebesar 5 persen.
  
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan, seluruh pihak terkait baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, maupun BUJT harus bekerja lebih cepat untuk memenuhi target pengoperasian Jalan Tol Akses Patimban pada September 2024 mendatang. Karena jalan tol ini akan mempercepat dan memperlancar transportasi hingga angkutan logistik di Provinsi Jawa Barat. 

“Tidak hanya fokus pada pembebasan lahan dan percepatan pembangunan fisik, pembangunan Jalan Tol Akses Patimban juga harus mengutamakan kualitas. Dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun ini, kita harus mengedepankan kualitas, estetika yang baik dan keberlanjutan lingkungan termasuk penggunaan produk dalam negeri, Tingkat Komponen Dalam Negeri [TKDN]-nya,” ujarnya dikutip Rabu (25/1/2023).

Baca Juga: Simak Rencana 6 Ruas Jalan Tol  Dibangun Sepanjang 2023

Jalan Tol Akses Patimban memiliki total panjang 37,05 km di mana sepanjang 14,11 km akan dibangun oleh BUJT dan sepanjang 22,94 km akan dibangun oleh Pemerintah.

Jalan tol ini akan terkoneksi dengan Jalan Tol Cikampek – Palimanan di sisi Selatan dan terkoneksi dengan Pelabuhan Patimban di sisi Utara. Proyek tersebut diklaim dapat meningkatkan konektivitas di Jawa Barat dan memperlancar arus logistik kawasan industri Karawang dan Subang menuju Pelabuhan Patimban.

Jalan Tol dibagi dalam 5 seksi, yaitu Seksi 1 Junction Cipeundeuy – SS Cipeundeuy (2,65 Km), Seksi 2 SS Cipeundeuy – SS Pasir Bungur (10,06 Km), Seksi 3 SS Pasir Bungur – SS Tambak Dahan (16,10 km), Seksi 4 SS Tambak Dahan - SS Pusakanegara (7,11 Km), dan Seksi 5 SS Pusakanegara – Patimban (1,13 Km).

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Danang Parikesit menerangkan konstruksi jalan tol porsi BUJT direncanakan akan dimulai pada semester II/2023 dan diharapkan dapat beroperasi pada akhir tahun 2024.

Pengerjaan porsi dukungan Pemerintah dilakukan secara simultan dan direncanakan selesai secara bersamaan dengan porsi BUJT,” kata Danang. 

Direktur Utama PT JAP Victor Nazarenko Mahandre menjelaskan, Jalan Tol Akses Patimban memiliki total panjang 37,05 km dengan nilai investasi sebesar Rp5,02 triliun dan masa konsesi selama 50 tahun.

Jalan Tol Akses Patimban ini akan menjadi jalan tol yang menghubungkan akses antara Kawasan Industri di Jawa Barat dengan Pelabuhan Patimban, selain itu juga akan menjadi jalur alternatif masyarakat di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Karawang,” ucapnya. 

Baca Juga: Pelabuhan Patimban Diminati Industri Sebagai Alternatif Priok

Victor menambahkan, untuk pembangunan Jalan Tol Akses Patimban yang terdiri dari 5 seksi ini dibangun melalui skema KPBU. Tol Akses Patimban membentang sepanjang 37,05 Km dan terbagi menjadi lima seksi. Trasenya meliputi, Seksi 1 Junction Cipendeuy Simpang Susun (SS) Cipendeuy dan Seksi 2 SS Cipendeuy  SS Pasir Bungur dengan total panjang 14,11 Km dikerjakan oleh BUJT PT JAP.
  
Kemudian, Seksi 3 SS Pasir Bungur SS Tambak Dahan, Seksi 4 SS Tambak Dahan SS Pusakanegara, dan Seksi 5 SS Pusakanegara Patimban dengan total panjang 22,94 Km dikerjakan oleh Pemerintah.

Jalan tol ini nantinya akan melewati 10 kecamatan dan 20 desa yang berada di Provinsi Jawa Barat yang dimulai dari Desa Sawangan, Kecamatan Cipendeuy, yang terkoneksi dengan Jalan Tol Cikopo Palimanan dan berakhir di Desa Pusakaratu, Kecamatan Pusakanegara. Lalu terhubung dengan jalan nasional pantai utara (pantura) dan jalan akses non-tol menuju Pelabuhan Patimban,” terangnya. 

Jalan Tol Akses Patimban ini akan menjadi jalan tol yang menghubungkan akses antara Kawasan Industri di Jawa Barat dengan Pelabuhan Patimban. Selain itu juga akan menjadi jalur alternatif masyarakat di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Karawang. 

Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Entus Asnawi menuturkan jalan tol ini akan menghubungkan akses antara Kawasan Industri di Jawa Barat dengan Pelabuhan Patimban di Subang. ADHI menjadi salah satu anggota konsorsium BUMN dalam pembangunan jalan Tol Akses Patimban.

“Pembangunan ini akan sangat bermanfaat. Adanya pembangunan Tol Akses Patimban ini adalah akses penghubung, baik untuk jalur alternatif pergerakan masyarakat maupun keperluan mobilitas logistik barang,” tuturnya. 

Tol ini juga akan menjadi jalur alternatif masyarakat di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Karawang. 

Direktur Utama PT Penjaminan dan Infrastruktur Indonesia (Persero) (PII) M. Wahid Sutopo menjelaskan, pihaknya mendukung pembangunan proyek infrastruktur melalui pembiayaan inovatif dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), khususnya dalam proyek strategis nasional seperti halnya Tol Akses Patimban. 

Dukungan kami terhadap proyek ini merupakan komitmen kami dalam mendukung pengembangan ekspor industri otomotif nasional, melengkapi dukungan kami pada pengembangan fasilitas pengujian uji tipe kendaraan di bulan Oktober tahun lalu sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam Presidensi ASEAN 2023,” ujar Wahid. (Afifah Rahmah Nurdifa / Yanita Petriella)

Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar