Proyeksi Belanja Akhir Tahun 2022, Ritel Bersiap Sambut Berkah

Belanja masyarakat diperkirakan meningkat pada akhir tahun ini dibandingkan dengan periode sebelumnya. Situasi ini didukung oleh membaiknya daya beli masyarakat di sepanjang 2022. Industri ritel bersiap menyambut berkah pada momen Natal dan Tahun Baru 2023.

Rayful Mudassir

13 Des 2022 - 17.59
A-
A+
Proyeksi Belanja Akhir Tahun 2022, Ritel Bersiap Sambut Berkah

Pengunjung memilih barang di salah satu outlet di pusat perbelanjaan atau mal di Jakarta, Rabu (9/11.2022). Bisnis/Himawan L Nugraharn

Bisnis, JAKARTA - Tren belanja masyarakat diperkirakan bakal meningkat menjelang pergantian tahun. Pusat belanja bersiap menerima berkah selama Natal dan Tahun Baru 2022. 

Setelah dua tahun pandemi Covid-19, belanja akhir tahun masyarakat diproyeksi bakal membaik. Hal ini didukung oleh mulai laju perekonomian dan daya beli publik Tanah Air berangsur pulih. 

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey menargetkan pertumbuhan penjualan ritel menjelang dan saat Nataru 2022/2023 bisa tembus 15 persen dibandingkan dengan periode Nataru sebelumnya. Target tersebut seiring dengan pulihnya industri ritel dari keterpurukannya saat pandemi Covid-19.

Ia pun memperkirakan penjualan ritel modern sepanjang 2022 akan tumbuh sekitar 3,5 persen hingga 4 persen dibandingkan dengan tahun lalu. "Jadi ini sesuatu yang mencerahkan bagi kami ketika kita akan memasuki 2023 yang penuh tantangan," imbuh Roy, Selasa (13/12/2022).

Dia berharap pemerintah dapat menjaga daya beli masyarakat. Salah satu upaya dalam menjaga daya beli adalah dengan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) hingga program keluarga harapan (PKH).

“Sekaligus juga pelaku usahanya diberikan stimulus, baik dari penangguhan pajak, kebijakan moneter fiskal misalnya. Itu pasti akan mendorong. Kita juga bicara relaksasi-relaksasi, itu sangat penting. Supaya pelaku usaha menyerap kerja, tenaga kerja untuk konsumsi,” katanya.

Di samping itu, konsumsi masyarakat pada saat liburan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) diproyeksikan akan kembali berfokus pada kebutuhan sekunder seperti sebelum wabah Covid-19 melanda Indonesia pada 2020 lalu.


FOKUS BELANJA

Executive Director Nielsen Indonesia Wiwi Sasongko mengatakan, selama pandemi Covid-19 pada 2020 dan 2021, masyarakat Indonesia berfokus belanja untuk kebutuhan dasarnya. Namun, menjelang akhir tahun ini dan pada 2023, konsumsi kebutuhan sekunder akan kembali mendominasi.

“Kita melihat bahwa barang-barang yang laku tahun ini dan tahun depan juga akan bergeser. Ketika tahun 2020 dan 2021, kita balik ke kebutuhan dasar. Ketika 2020, kita banyak masak di rumah, sementara tahun 2019 kebutuhan sekunder, jalan-jalan, makan di luar,” ujar Wiwi, Senin (12/12/2022).

Setidaknya terdapat dua tren belanja yang muncul mendekati akhir tahun ini dan tahun depan. Pertama, kebutuhan yang mengutamakan kenikmatan (feeling good) dan kebutuhan untuk memperbaiki penampilan (looking good).

“Contoh makan yang indulgencesnacking, itu kan membuat makin kita happy, walaupun perut kita makin besar. Kedua, adalah kebutuhan looking good, seperti fashion, kosmetik. Tadinya tiarap pada tahun ini, kelihatannya akhir tahun dan tahun depan akan mulai bisa balik,” jelas Wiwi.

Nielsen memperkirakan terkendalinya pandemi Covid-19 akan membuat keyakinan konsumen dalam belanja kembali meningkat. Sektor ritel yang terdampak parah selama 2 tahun belakangan akan kembali bergairah, paling tidak pertumbuhannya sekitar 4 persen pada 2022.

“Dalam 2 tahun pandemi ritel kita low single digit. Boleh dibilang ritel roller coster, setiap ada PPKM, tiarap. Tapi tahun ini kita lebih stabil di ritel. Kita 2 bulan lalu lakukan survei, konsumen kita lebih pede, waktu dulu masih banyak yang masih ngeluh,” ujarnya. (Indra Gunawan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.