Q1/2023: Beda Nasib Dua Emiten Media Bakrie

Duo emiten media grup Bakrie mencatatkan kinerja berbeda pada rilis laporan keuangan per kuartal I/2023. PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA) mencatatkan laba, sedangkan PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) malah rugi.

Rinaldi Azka

2 Jun 2023 - 15.04
A-
A+
Q1/2023: Beda Nasib Dua Emiten Media Bakrie

Dua emiten media grup Bakrie mencatatkan kinerja berbeda pada kuartal I/2023. Bisnis/Istimewa/


Bisnis, JAKARTA -  Duo emiten media grup Bakrie, yakni PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA) dan PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) mencatatkan kinerja bertolak belakang sepanjang kuartal I/2023. MDIA mencatatkan laba bersih, sedangkan VIVA merugi akibat kurs. 


PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA) mencatatkan peningkatan laba 106,82 persen, meski pendapatan turun 37,03 persen per kuartal I/2023. Hal ini disebabkan adanya efisiensi beban dan kenaikan pada beberapa pendapatan lainnya. 


Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2023, MDIA mencatatkan pendapatan sebesar Rp238,36 miliar pada tiga bulan pertama 2023. Pendapatan ini turun 37,03 persen dari Rp362,7 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau secara year-on-year (YoY). 


Secara rinci, pendapatan neto dari iklan mencapai Rp228,36 miliar, dan lainnya mencapai Rp362,7 miliar. MDIA juga memiliki pendapatan iklan melebihi 10 persen dari total pendapatan konsolidasi beberapa entitas usaha. Di antaranya adalah PT Wira Pamungkas Pariwara dan PT Bintang Media Mandiri sebesar Rp100,424 miliar pada periode berakhir pada 31 Maret 2023. 


Beban usaha MDIA juga menurun seiring adanya penurunan pendapatan. Beban usaha turun 22,94 persen dari Rp287,93 miliar menjadi Rp221,87 miliar per kuartal I/2023. Rinciannya, beban program dan penyiaran mencapai Rp126,83 miliar atau turun 27,51 persen, serta beban umum dan administrasi sebesar Rp95,04 miliar atau turun 15,84 persen. 


Di sisi lain, MDIA mencatatkan adanya peningkatan pada penghasilan bunga 211,98 persen dari Rp42,05 miliar menjadi Rp131,19 miliar per kuartal I/2023. Kemudian, laba selisih kurs neto juga meningkat 8.910 persen dari Rp1,58 miliar menjadi Rp143,04 miliar. Selanjutnya, beban bunga lain-lain neto juga tercatat berbalik dari rugi Rp12,39 miliar menjadi laba Rp100,67 miliar per kuartal I/2023. 


Alhasil, MDIA induk dari ANTV ini mencatatkan laba neto yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp101,58 miliar per kuartal I/2023. Laba ini meningkat 106,82 persen dari Rp49,11 miliar secara YoY. 


Baca Juga : Gesernya Tahta Low Tuck Kwong & Nasib Emiten Batu Bara (BYAN)   


Adapun hingga akhir Maret 2023, MDIA mencatatkan jumlah aset senilai Rp7,49 triliun. Aset tersebut turun dari Rp7,78 triliun dibandingkan akhir Desember 2022. 


Jumlah liabilitas MDIA mencapai Rp4,44 triliun per 31 Maret 2023. Angka ini turun dari Rp4,83 triliun per 31 Desember 2022.  Sementara itu, jumlah ekuitas VIVA mencapai Rp3,04 triliun sampai kuartal I/2023. Ekuitas tersebut naik dari Rp2,94 triliun dibandingkan akhir 2022. 


Viva Rugi 

Emiten media grup Bakrie PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) berhasil menurunkan rugi 63,97 persen meski pendapatan turun 30,07 persen per kuartal I/2023. Hal ini lantaran terdapat beberapa pos beban yang menurun disertai adanya laba selisih kurs. 


Wakil Presiden Direktur VIVA Anindra Ardiansyah Bakrie (Ardi Bakrie)./Bisnis/Abdullah Azzam


Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2023, VIVA mencatatkan pendapatan sebesar Rp322,84 miliar pada tiga bulan pertama 2023. Pendapatan ini turun 30,07 persen dari Rp461,72 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau secara year-on-year (YoY). 


Secara rinci, pendapatan dari iklan mencapai Rp314,81 miliar atau turun 31,09 persen, dan pendapatan dari non-iklan sebesar Rp8,03 miliar atau naik 66,5 persen. 


Beban usaha emiten pimpinan Ardie Bakrie tersebut juga menurun seiring adanya penurunan pendapatan. Beban usaha turun 15,78 persen dari Rp424,82 miliar menjadi Rp352,82 miliar per kuartal I/2023. Beban usaha VIVA terdiri dari beban program dan penyiaran sebesar Rp148,22 miliar atau turun 26,35 persen, dan beban umum dan administrasi sebesar Rp209,6 miliar atau turun 6,26 persen. 


Baca Juga : Manuver AMRT Perluas Sayap Bisnis 


Selain beban usaha, induk TVOne ini mencatatkan adanya laba selisih kurs neto sebesar Rp303,91 miliar per kuartal I/2023. Pos ini sebelumnya tercatat rugi Rp29,61 milair per kuartal I/2022. 


Kemudian, beban lain-lain neto juga tercatat menyusut 88,48 persen dari Rp234,06 miliar menjadi Rp26,96 miliar. Alhasil, VIVA mencatatkan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp77,53 miliar per kuartal I/2023. Rugi ini turun 63,97 persen dari Rp215,22 miliar secara YoY. 


Adapun hingga akhir Maret 2023, VIVA mencatatkan jumlah aset senilai Rp8,45 triliun. Jumlah aset tersebut turun dari Rp8,87 triliun dibandingkan akhir Desember 2022. 


Baca Juga : Hasil RUPST Indosat (ISAT), Tebar Dividen Rp255,7 Per Saham 


Jumlah liabilitas VIVA mencapai Rp10,1 triliun per 31 Maret 2023. Angka ini turun dari Rp10,45 triliun per 31 Desember 2022. Sementara itu, jumlah ekuitas VIVA mencapai Rp1,65 triliun sampai kuartal I/2023. Ekuitas tersebut naik dari Rp1,58 triliun dibandingkan akhir 2022. (Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra)





Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.