Free

Ragam Produk Ekonomi Kreatif UMKM pada Spouse Program KTT G20

Spouse Program KTT G20 Indonesia 2022 menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkenalkan produk-produk yang dihasilkan pelaku UMKM di dalam negeri kepada 6 pendamping kepala negara atau spouse.

Jaffry Prabu Prakoso

16 Nov 2022 - 18.29
A-
A+
Ragam Produk Ekonomi Kreatif UMKM pada Spouse Program KTT G20

Salah satu produk yang ditampilkan pada Spouse Program KTT G20. /kemenparekraf.go.id.

JAKARTA – Ragam produk ekonomi kreatif hasil karya para UMKM tanah air dihadirkan dalam Spouse Program KTT G20. Ini merupakan agenda yang dikhususkan bagi para pendamping Kepala Negara atau spouse yang hadir pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Indonesia 2022. 

Spouse Program KTT G20 Indonesia 2022 menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkenalkan produk-produk yang dihasilkan pelaku UMKM di dalam negeri kepada 6 pendamping kepala negara atau spouse yang mengikuti program ini pada Rabu (15/11/2022) di Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort. 

Spouse Program hari ini diikuti total enam pendamping kepala negara yang hadir pada KTT G20, yakni dari Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Turki, dan Spanyol, European Commission.

Salah satu produk yang ditampilkan pada Spouse Program KTT G20. /kemenparekraf.go.id.

Melalui program ini diharapkan memberikan banyak pengalaman dan kenangan yang akan didapat para istri maupun para pendamping dari kepala negara.

Produk UMKM yang ditampilkan memiliki konsep berkelanjutan lingkungan, sesuai dengan tema Spouse Program “The Journey: Indonesian Sustainable Living Culture”. 

Salah satunya adalah produk Ba-Ju by Paul yang merupakan karya fashion dengan desain etnik dan berkonsep serbaguna. 

Desainer Ba-Ju Paul Amron Yuwono menyampaikan bahwa Ba-Ju secara elegan mengombinasikan kain tradisional terbaik dari seluruh pelosok Indonesia. 

Baca juga: Strategi Transformasi UMKM Indonesia Masuk Rantai Pasok Global

Dengan teknik manipulasi kain yang didaur ulang, memberikan tampilan etnik yang chic dengan rasa tanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan, sosial dan etika.

“Dan ini sangat sustainable. Saya mendesain satu sarung yang bisa dikenakan dengan banyak gaya. Ada 12 style jika digunakan perempuan. Kalau laki-laki bisa digunakan kurang lebih 6 style,” kata Paul dikutip melalui situs kemenparekraf.go.id.

Paul berharap produk Ba-Ju yang dia desain bisa disukai oleh para pendamping kepala negara yang hadir pada Spouse Program. 

Ada juga produk Javara milik Helianti Hilman. Javara menjual berbagai produk pangan organik, alami, dan artisanal terbaik yang berasal dari berbagai daerah di kepulauan Indonesia.

Aisha Achir selaku Business Development Strategist Jaavara mengatakan bahwa usahanya terinspirasi dari semangat, dedikasi, dan ketekunan petani kecil dan masyarakat adat yang melawan segala rintangan.

Mereka berjuang untuk menjaga warisan keanekaragaman hayati pangan serta kearifan adat dan spiritualisme pada sistem pangan berkelanjutan. 

Baca juga: Dapat Rp1,2 Juta, Syarat dan Cara Daftar BLT UMKM 2022

“Jadi kami ingin memperkenalkan kepada pendamping Kepala Negara KTT G20 yang hadir bahwa produk bahan pangan Indonesia sangat luar biasa kaya akan nutrisi dan memiliki kisah menarik dari proses pembuatannya ataupun hadirnya bahan pangan tersebut,” kata Aisha.  

Selain itu juga ada produk UMKM dari Baron Bali yang menampilkan produk tas, dompet, yang dibuat dari anyaman bahan rotan, bambu.

Lalu, produk UMKM dari Tanjung Biru berupa Kain Ikat Gringsing, Lana Daya dengan produk Home Decor seperti sarung bantal, dan Suwe Ora Jamu yang menampilkan  produk minuman tradisional yang dikemas secara modern. 

Kemudian, Du'Anyam dengan berbagai produk anyaman, Atsiri yang menampilkan ragam essential oil khas Indonesia, Dekranas Provinsi Lampung yang menampilkan produk Tapis, Dekranas Provinsi Sumsel yang menampilkan produk songket, serta Riana Meilia dengan produk perhiasan mutiaranya. 

Selain melihat produk-produk ekonomi kreatif unggulan, para spouse juga diajak untuk menyaksikan langsung pengrajin janur membuat hiasan janur.

Mereka juga dijelaskan filosofi dari makna hadirnya budaya janur kuning di Indonesia, yakni sebagai melambangkan perasaan syukur dan terima kasih.

Tak hanya itu, mereka juga berkesempatan melihat mama Noken merajut tas Noken Papua. Sebutan Mama Noken ini berarti pengrajin perempuan yang sering merajut Noken kerajinan tradisional asli bumi Cendrawasih yang kerap digunakan oleh kaum wanita dewasa atau mama-mama. 

Noken telah menjadi warisan budaya dunia tak benda (intangible heritage) yang diakui oleh UNESCO sejak tahun 2012. Noken secara umum juga melambangkan kehidupan yang baik, perdamaian dan kesuburan bagi masyarakat Papua.

Ada juga aktivitas  pembatik yang sedang membuat batik menggunakan alat canting batik.


Salah satu produk yang ditampilkan pada Spouse Program KTT G20. /kemenparekraf.go.id.


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan bahwa  hadirnya UMKM yang dipamerkan pada Spouse Program diharapkan dapat turut mempromosikan produk UMKM Indonesia. 

“Melalui Spouse Program ini, Indonesia memiliki kesempatan baik untuk mengekspos produk UMKM. Bukan hanya semata-mata keramahtamahan sebagai tuan rumah, namun sebagai cara promosi yang lebih murah dan efektif,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.