Raih SNI Botol Plastik Daur Ulang, Coca-Cola Minta Insentif

CocaCola Europacific Partners (CCEP) Indonesia melalui PT Amandina Bumi Nusantara (Amandina) membujuk pemerintah untuk memberikan insentif fiskal kepada perusahaan yang menerapkan penggunaan daur ulang kemasan polyethylene terephthalate (PET).

Afiffah Rahmah Nurdifa

15 Nov 2023 - 17.43
A-
A+
Raih SNI Botol Plastik Daur Ulang, Coca-Cola Minta Insentif

CocaCola Indonesia menargetkan 100% kemasan dapat didaur ulang pada 2025. Foto CocaCola.

Bisnis, JAKARTA - CocaCola Europacific Partners (CCEP) Indonesia melalui PT Amandina Bumi Nusantara (Amandina) membujuk pemerintah untuk memberikan insentif fiskal kepada perusahaan yang menerapkan penggunaan daur ulang kemasan polyethylene terephthalate (PET).

Hal ini seiring dengan capaian CocaCola yang baru mendapatkan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda (SPPT) SNI dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk Standar Nasional Indonesia (SNI) 8424:2017.

Board of Commisioner Member Amandina Bumi Nusantara Lucia Karina mengatakan, SNI untuk produk daur ulang PET pertama kali didapatkan oleh CocaCola. Untuk menggerakan perusahaan lain, maka pemerintah perlu mendorong dengan stimulus insentif.

"Mau tidak mau seyogianya pemerintah itu memberikan reward kepada mereka yang sudah melakukan dan sudah peduli hal ini [daur ulang PET]," kata Karina saat ditemui di Hutan Kota by Plataran, Selasa (14/11/2023).

Dia menjelaskan bahwa insentif fiskal yang dimaksud, yakni dengan pengurangan pajak atau subsidi lainnya. Menurut Karina, nantinya insentif tersebut juga diiringi dengan komitmen pengusaha untuk mendorong industri hijau.

"Sebetulnya banyak yang bisa dilakukan, misalnya fiskal saya sudah beberapa kali bilang mungkin salah satu kalau di RI pengurangan pajak misalkan gitu atau subsidi lain," tuturnya.


CocaCola Indonesia menargetkan 100% kemasan dapat didaur ulang pada 2025, memastikan 50% penggunaan plastik daur ulang pada tahun yang sama, menghilangkan penggunaan plastik murni dalam semua kemasan pada 2030, dan mengumpulkan serta mendaur ulang semua kemasan plastik dan kaleng yang mereka jual pada 2030.

Adapun, daur ulang PET (recycle PET/rPET) disebut dapat mendukung target pemerintah untuk mengurangi sampah plastik 70% pada 2025, sekaligus mewujudkan industri hijau menuju Visi Indonesia Emas 2045.

Di sisi lain, Asisten Deputi Bidang Pengelolaah Sampah dan Limbah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Rofi Alhanif mengatakan, pemerintah akan memberikan insentif tak hanya dari segi fiskal.

"Sebetulnya insentif itu banyak hal, bukan hanya finansial. Insentif itu bisa jadi penghargaan atau kemudahan-kemudahan yang diberikan pemerintah, saya belum bisa memastikan modelnya seperti apa, tetapi misalnya pengurangan pajak, kalau untuk UMKM mungkin dibuat insentif pemodalan," ujarnya.


Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kimia Hilir, terdapat tiga jenis yang sering digunakan sebagai bahan baku plastik, PE, PP, dan PET dengan porsi 77% dari penggunaan.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian Andi Rizaldi mengatakan, daur ulang PET ini disebut dapat mengurangi penggunaan bahan baku plastik yang saat ini mendekati angka 10 juta per ton.

"Kami melihat kurang lebih ada tiga perusahaan yang sudah melakukan hal yg sama dengan CocaCola ini, dengan kapasitas yang hampir sama antara 20.000-25.000 ton per tahun," tuturnya.

Rejuve, produsen minuman Gunung Sewu Group, sejak 2020 telah mengganti semua kemasan botol plastik PET dengan botol Recycled-PET (rPET) 100% berstandar food grade, yang juga dapat didaur ulang menjadi benda-benda bernilai ekonomi.

Victor Choi, Direktur PT Inocycle Technology Group Tbk. (INOV), perusahaan daur ulang limbah PET terbesar di Indonesia, mengatakan bahwa permintaan terhadap  produk daur ulang meningkat

“Fokus global pada ESG dan kredit karbon mulai meningkat, pemerintah, industri, serta konsumen kini lebih sadar dan terdorong berinvestasi pada bisnis yang dapat menghasilkan produk daur ulang berkualitas,” katanya.

INOV saat ini memiliki kapasitas 40.000 ton per tahun dengan kapasitas daur ulang tersebar di kota-kota kecil hingga menengah di Indonesia. Hingga September 2023, INOV telah mengumpulkan lebih dari 21.000 ton sampah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.