Free

Rajata, Drone Kamikaze Termurah Dunia Buatan Dahana

Salah satu Anggota Holding Defend ID, PT Dahana yang bergerak di bidang bahan berenergi tinggi turut memamerkan berbagai produk pertahanannya di Indo Defence 2022, seperti roket dan kendaraan peluncurnya, bom pesawat tempur, senjata lawan tank, manpads, hingga drone penghancur bernama Rajata.

Fatkhul Maskur

7 Nov 2022 - 05.30
A-
A+
Rajata, Drone Kamikaze Termurah Dunia Buatan Dahana

Nama Rajata diambil dari bahasa Sanskerta yang bermakna penghancur. - Foto Dahana

Bisnis, JAKARTA - Salah satu Anggota Holding Defend ID, PT Dahana yang bergerak di bidang bahan berenergi tinggi turut memamerkan berbagai produk pertahanannya di Indo Defence 2022, seperti roket dan kendaraan peluncurnya, bom pesawat tempur, senjata lawan tank, manpads, hingga drone penghancur bernama Rajata.

Rajata punya teknologi mumpuni, yang memungkinkan personel yang menggunakannya dapat menghancurkan target tanpa diketahui musuh.

“Rajata dapat menjadi salah satu alternatif solusi penggunaan rudal karena nilainya yang lebih ekonomis, serta memiliki tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan roket,” ungkap Suhendra Yusuf, Direktur Teknologi & Pengembangan PT Dahana, Sabtu (5/11/2022).

Rajata berpotensi untuk digunakan di seluruh matra pertahanan TNI, seperti penggunaan oleh pleton matra darat di setiap perbatasan Indonesia, pada kapal laut milik TNI AL, ataupun pada pesawat TNI AU sebagai senjata.

"Kasad TNI menyatakan tertartik dengan drone Rajata dan meminta untuk diuji cobakan," kata Suhendra Yusuf. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal  Dudung Abdurrahman mengunjungi Dahana di Paviliun Defed ID 2022 di Hall A-279 JI Expo Kemayoran, Jumat (4/11/2022).

Rajata memiliki dimensi panjang 994 mm dan rentang sayap 920 mm. Operator Rajata dilengkapi dengan kacamata khusus sehingga bisa melihat pergerakan Rajata hingga menghancurkan obyek sasaran. 

Pengembangan Rajata dimulai muncul pada Oktober 2021. Idenya adalah sebuah kreasi drone yang berfungsi sebagai bom. Nama Rajata diambil dari bahasa Sanskerta yang bermakna penghancur, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh loitering munition ini.

Tak butuh lama, hanya dalam dua bulan, Rajata sudah mengudara. Ujicobanya di wilayah Rancaekek Kabupaten Bandung, dan Cipatat di Bandung Barat.

Pengembangan drone penghancur ini tak sendiri. Dahana yang punya keahlian di bidang peledak menggandeng mitra yang memiliki keahlian di bidang aviasi dan erodinamik. Setelah drone bisa terbang, tahap berikutnya adalah integrasi dua teknologi : aviasi dan eksplosi.

Sejauh ini Dahana baru mengintegrasikan bom asap pada Rajata, belum menggunakan hulu ledak.

Rajata mampu terbang dengan kecepatan 180 km dan menjangkau jarak sasaran sejauh 30 km. Saat ini, prototipe Rajata didesain dengan kemampuan membawa 800 gram bahan peledak. Drone ini bisa saja membawa lebih banyak bahan peledak, tetapi dimensinya mesti diperbesar.

Dahana masih akan mengembangkan lebih lanjut Rajata dengan sistem teknologi pembatalan penyerangan. Hal ini diperlukan, misalnya, diperoleh informasi baru bahwa ada banyak warga sipil di obyek serangan. Rajata ditargetkan lolos uji dan mengantongi sertifikat laik secara spesifikasi pada 2023 untuk selanjutnya masuk tahap produksi massal.


Loitering munition atau munisi berkeliaran telah terbukti keampuhannya di medan perang. Perang Rusia dan Ukraina telah menunjukkan bukti nyata bagaimana kerusakan yang yang ditimbulkan oleh drone kamikaze, yang mana jenis persenjataan baru ini sulit dilawan karena datang secara tiba-tiba dan sulit terdeteksi.

Rajata akan bersaing dengan loitering munition lain, seperti Kalashnikov milik Rusia, Warmate Polandia, Switchblade Amerika, dan Hero-30 Israel. Dari sisi harga, Dahana memastikan Rajata dirancang menjadi yang termurah dari yang termurah saat ini di dunia. “Kami bisa lebih murah dari Warmate buatan Polandia,” kata Suhendra.

Warmate adalah amunisi pembom yang dikembangkan pada 2012. Popularitasnya melejit setelah perang di Karabakh. WB Electronics-Polandia merilis drone kamikaze ke-1.000 unit pada 2021. Berbobot kurang dari 6 kg, drone ini bisa terbang di ketinggian 150m - 300m, dengan kecepatan 150 km/jam 

Warmate dijual seharga terbaru US$830.000 per unit atau sekira Rp12,96 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.