Raksasa Besar Teknologi Dihajar, Raksasa Kecil Diemong

Beijing memperjelas bahwa industri teknologi harus menyesuaikan diri dengan prioritas pemerintah. Alibaba dan Tencent dipaksa untuk menghentikan praktik monopoli, sedangkan perusahaan teknologi kecil di bidang robotika, komputasi kuantum, dan semikonduktor, mendapatkan berbagai fasilitas.

Nindya Aldila
Jan 24, 2022 - 4:59 PM
A-
A+
Raksasa Besar Teknologi Dihajar, Raksasa Kecil Diemong

Kendaraan otonom yang diproduksi oleh startup Uisee/Caixing Global

Di China hari-hari ini, raksasa besar teknologi seperti Alibaba Group Holding Ltd. dan Tencent Holdings Ltd. Tidak terlalu diacuhkan, tetapi ‘raksasa kecil’ sedang bangkit.

Itulah sebutan untuk generasi baru perusahaan rintisan yang telah diseleksi di bawah program ambisius pemerintah yang bertujuan untuk membina industri teknologi yang dapat bersaing dengan Silicon Valley.

Perusahaan yang sering tidak dikenal ini telah menunjukkan bahwa mereka melakukan sesuatu yang inovatif dan unik, dan mereka menargetkan sektor-sektor penting yang strategis, seperti robotika, komputasi kuantum, dan semikonduktor.

Selama dua dekade, China yang lebih mengekor model Sillicon Valley, memberikan dukungan kepada para pengusaha teknologinya dengan sedikit campur tangan pemerintah. Hasilnya, Negeri Tirai Bambu berhasil melahirkan perusahaan bervaluasi miliaran dolar, seperti pionir dagang-el Alibaba, raksasa media sosial Tencent, dan Bytedance Ltd. yang menciptakan aplikasi video pendek Tiktok.
 
Namun, dalam serangkaian langkah regulasi selama setahun terakhir, Beijing memperjelas bahwa industri teknologi harus menyesuaikan diri dengan prioritas pemerintah. Alibaba dan Tencent dipaksa untuk menghentikan praktik monopoli, sedangkan perusahaan gim harus membatasi anak di bawah umur untuk bermain online tiga jam per pekan. Hal ini mengisyaratkan bahwa layanan internet lunak tidak disukai. 

Beijing kemudian mengalihkan perhatiannya ke industri teknologi perangkat keras, seperti robotik, komputasi kuantum, dan semikonduktor, agar lebih bersaing dengan Silicon Valley.
 
Salah satunya adalah Wu Gansha yang berhasil mendapatkan status ‘raksasa kecil’ setelah mendirikan perusahaan rintisan kendaraan otonom, Uisee. Perusahaan asal Beijing ini meraih pendanaan hingga 1 miliar yuan atau setara US$157 juta tahun lalu, termasuk dari BUMN. Uisee berhasil menjadi unikorn dengan valuasi US$1 miliar.
 
"Ini sebuah kehormatan memegang label raksasa kecil. Esensi proyek ini adalah perusahaan harus memiliki keisitimewaan yang tidak dimiliki oleh yang lainnya," kata Wu, dikutip Bisnis.com dari Bloomberg, Senin (24/1/2022).
 
Label raksasa kecil juga telah menjadi ukuran berharga dukungan pemerintah yang menjadi sinyal bagi para investor bahwa perusahaan-perusahaan dengan label ini bakal terlindungi dari sanksi regulator. Presiden China Xi Jinping bahkan telah mengungkapkan harapan besarnya pada program ini.
 
"Ini sangat membantu perusahaan startup dari berbagai sisi. Ini adalah bentuk subsidi. Ini adalah penghargaan. Ini adalah kehormatan. Ini adalah tanda disetujui," ujar Managing Director perusahaan ventura, Sinovation Lee Kai-Fu.

Perlu diketahui, konsep raksasa kecil ini pertama kali diperkenalkan pada 2005 ketika Pemerintah Provinsi Hunan hendak mendukung usaha kecil. Langkah ini didukung oleh pemerintah pusat dengan bantuan seperti tanah dan finansial. Program ini dicontoh oleh daerah lainnya, seperti di Tianjin.

ForwardX AMR mengambil dan menurunkan bahan baku secara mandiri di fasilitas TCL di Guangdong, China. Robot yang didedikasikan untuk pergudangan dan manufaktur ini diproduksi oleh Forward Robotics, produsen robot otonom yang berpusat di Beijing./The Robot Report-Forward X

Pemerintah pusat mulai serius mendorong program ini seiring dengan perang dagang AS dengan­­ China pada 2018. Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT) mengumumkan akan menciptakan 600 raksasa kecil yang dapat mengembangkan teknologi inti.
 
Para kandidat dapat mendaftarkan usahanya dengan menyertakan enam lembar dokumen yang menjelaskan status keuangannya, jumlah patennya, dan pencapaian risetnya. Jumlah kandidat dibatasi hanya belasan setiap provinsi. 

MIIT menyebutkan terdapat 4.762 perusahaan raksasa kecil sejak 2019. Kebanyakan berasal dari sektor semikonduktor, permesinan, dan farmasi.
 
Sejumlah insentif juga telah disiapkan, seperti pemotongan pajak, pinjaman murah, dan kebijakan rekrutmen talenta yang menguntungkan.

SASARAN EMPUK MODAL VENTURA 

Raksasa kecil belakangan menjadi target populer pemodal ventura setelah banyak dari mereka kehilangan uang selama tindakan keras Beijing terhadap big tech yang ada dalam portofolio mereka. 

Salah satu modal ventura mengatakan beberapa startup dalam program raksasa kecil telah mampu meningkatkan modal dalam enam bulan terakhir dengan peningkatan valuasi 50 hingga 75 persen. 

“Apa yang coba dipromosikan negara ini adalah teknologi keras. Ini lebih sesuai dengan apa yang mereka coba promosikan --hal-hal yang membuat China lebih kompetitif,” kata Yipin Ng, mitra pendiri Yunqi Partners, dana ventura yang berinvestasi di raksasa kecil.

Riset dari Preqin menunjukkan investasi dana ventura di China mencapai rekor pada tahun lalu dengan pertumbuhan hingga 50 persen menjadi US$130,6 miliar, 

EcoFlow Inc., sebuah startup baterai di Shenzhen, mengumumkan pendanaan hingga 100 juta yuan dari investor yang dipimpin oleh Sequoia setelah memenangkan label raksasa kecil dari MIIT. 

Selain itu, Chief Operating Officer (COO) ForwardX Robotics Guan Yaxin mengatakan proses pengembangan bisnis relatif lancar karena telah membuktikan inovasi yang cemerlang dengan 121 paten secara global, termasuk 25 di Amerika Serikat. 

"Dukungan pemerintah ini sangan membantu ketika saya memperluas bisnis karena klien akan memahami bahwa kami bukanlah startup sembarangan," ujar Guan. 

Pada Januari, Kementerian Keuangan bahkan menyiapkan 10 miliar yuan untuk mendanai perusahaan kecil dan menengah, terutama startup, hingga 2025. Targetnya adalah menciptakan 10.000 raksasa kecil pada 2025. 

"[Beijing] memilih mereka karena perusahaan itu memang bagus, tetapi kriteria lain yang penting adalah mereka memenuhi kebutuhan kebijakan darurat pemerintah saat ini," jelas ekonom University of California Barry Naughton. 

Di sisi lain, dukungan terus menerus ke industri seperti Alibaba dan Bytedance menimbulkan risiko substansial. Membalik model untuk fokus pada prioritas pemerintah berisiko mengarah pada pemborosan dan kegagalan, kata Naughton.

Editor: Sri Mas Sari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar