Ramalan Terkait Industri Perbankan atas Ancaman Resesi 2023

Perbankan bakal berada di bawah bayang-bayang kondisi ekonomi global tahun depan.

Jaffry Prabu Prakoso

5 Nov 2022 - 18.00
A-
A+
Ramalan Terkait Industri Perbankan atas Ancaman Resesi 2023

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa stabilitas lembaga jasa keuangan termasuk perbankan masih terjaga di tengah ancaman resesi global tahun depan.

Dari sisi likuiditas, OJK mencatat bahwa perbankan hingga saat ini mempunyai likuiditas yang memadai.

"Likuiditas industri perbankan pada September 2022 dalam level yang memadai dengan rasio-rasio likuiditas yang terjaga," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae pekan ini.

Tercatat, rasio alat likuid per non-core deposit (AL/NCD) mencapai 121,62 persen pada September 2022. Angka tersebut jauh di atas ambang batas 50 persen. Kemudian, alat likuid per dana pihak ketiga (DPK) mencapai 27,35 persen, atau masih di atas ambang batas 10 persen.


Kredit perbankan. /freepik


Di saat yang sama, risiko kredit bermasalah perbankan masih terjaga. Tercatat bahwa rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) nett perbankan mencapai 0,77 persen. Angkanya turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,79 persen.

Kemudian, NPL gross mencapai 2,78 persen, turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 2,88.

Meski begitu, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara mengatakan bahwa lembaga jasa keuangan seperti perbankan masih ada di bawah bayang-bayang buruknya kondisi ekonomi global tahun depan.

Menurutnya, tingginya downside risk atas pertumbuhan ekonomi global mendorong International Monetary Fund atau IMF memperkirakan lebih dari sepertiga negara akan mengalami kontraksi pertumbuhan pada tahun ini atau tahun depan.


Baca juga: Nasabah Tajir Pilih Amankan Dana di Bank


Dengan begitu, perekonomian global diperkirakan berada dalam profil pertumbuhan terlemah sejak 2001 di luar periode krisis.

Kemudian, terjadi pengetatan kebijakan moneter global. Bank Indonesia pun kembali meningkatkan suku bunga acuannya untuk menurunkan ekspektasi inflasi ke depan.

"Buruknya kondisi ekonomi global perlu dijaga. Pengetatan kebijakan moneter yang agresif, tekanan inflasi, dan fenomena strong dolar berpotensi menaikan cost of fund (CoF) dan memengaruhi ketersediaan likuiditas," ungkapnya.


Baca juga: Ujian Komitmen Pengendali pada Rights Issue Bank Kecil


Pergerakan suku bunga dan pelemahan nilai tukar juga berpotensi menaikan risiko pasar yang berpengaruh pada portofolio lembaga jasa keuangan seperti perbankan. Selain itu, risiko kredit juga diperkirakan meningkat seiring perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Meskipun begitu, menurutnya OJK juga akan menyiapkan langkah-langkah proaktif untuk memastikan stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga. Salah satu langkah yang akan diambil adalah relaksasi yang bersifat targeted dan sectoral.

Sebelumnya, Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin juga mengatakan bahwa tahun depan akan menjadi tahun yang berat. Ini tidak hanya bagi perbankan, tapi juga pelaku ekonomi secara keseluruhan.

Saat resesi global, inflasi akan meninggi. Bagi sektor perbankan, ini dikhawatirkan akan membawa masalah pada kualitas kredit.

"Bagaimanapun bank mesti hati-hati di tengah terpaan resesi, NPL akan tinggi, bank juga harus siapkan CKPN [Cadangan Kerugian Penurunan Nilai] yang besar," ujarnya kepada Bisnis pada Selasa (25/10/2022).


Ilustrasi tabungan rupiah. Sumber: Canva 


Menurutnya, bagi bank pada kategori besar, kecukupan pencadangan masih aman. Namun, untuk kategori menengah dan kecil, dia bisa kena dampak signifikan kalau terjadi resesi global 2023.

Pengamat Ekonomi Perbankan dari Binus University Doddy Ariefianto juga mengingatkan agar perbankan menyiapkan pencadangan yang cukup.

"Permodalan juga mesti disiapkan, kemudian dijaga likuiditasnya. Akan sangat mungkin terjadi tekanan-tekanan nilai tukar dan likuiditas saat resesi global. Upaya-upaya ini dilakukan dengan risk manajemen kredit," ujarnya. (Fahmi Ahmad Burhan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.