Rasio Utang Disangga Tiga Penopang

Kondisi yang masih dalam batas aman sesuai UU No 17/2003 tentang Keuangan Negara itu ditopang oleh penggunaan saldo anggaran lebih (SAL), Surat Keputusan Bersama (SKB) III dengan Bank Indonesia, dan ‘rezeki dari langit’ kenaikan harga komoditas.

Tegar Arief Fadly

6 Jan 2022 - 14.18
A-
A+
Rasio Utang Disangga Tiga Penopang

Infografik perkembangan rasio utang/Bisnis

Bisnis, JAKARTA — Rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) tahun lalu tercatat mencapai 41 persen, di bawah perkiraan pemerintah 43 persen terhadap PDB.

Kondisi yang masih dalam batas aman –60 persen terhadap PDB sesuai UU No 17/2003 tentang Keuangan Negara— itu ditopang oleh penggunaan saldo anggaran lebih (SAL), Surat Keputusan Bersama (SKB) III dengan Bank Indonesia, dan ‘rezeki dari langit’ kenaikan harga komoditas.

Kenaikan harga komoditas mengerek penerimaan negara jauh di atas target Rp1.743 triliun. Hingga akhir 2021, total pendapatan negara Rp2.003 triliun.

Jika tak ada ketiga penopang, rasio utang terhadap PDB tahun lalu bisa mencapai 44,37 persen. Angka itu dihitung dengan menggunakan asumsi pertumbuhan ekonomi 2021 yang berada di batas bawah, yakni 3,7 persen sehingga nominal PDB mencapai Rp16.005,2 triliun. Pada saat yang sama, outstanding utang pemerintah tahun lalu diperkirakan Rp7.101,6 triliun, yang berasal dari outstanding utang pada 2020 ditambah dengan outlook pembiayaan pada 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Tegar Arief Fadly
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.