Realisasi Anggaran PC-PEN 2022 Rp414,5 Triliun Terserap 91%

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan realisasi anggaran PC-PEN pada 2022 mencapai Rp414,5 triliun. Tahun ini pemerintah tak lagi menganggarkan dana PEN di APBN.

Jaffry Prabu Prakoso

26 Jan 2023 - 17.11
A-
A+
Realisasi Anggaran PC-PEN 2022 Rp414,5 Triliun Terserap 91%

Presiden Joko Widodo membagikan bantuan sosial. Ini merupakan salah satu program Penanganan Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN). /BPMI Setpres.

Bisnis, JAKARTA – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa realisasi anggaran Penanganan Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) 2022 tercatat Rp414,5 triliun.

"Tahun lalu, dari anggaran Rp455,6 triliun realisasinya 91 persen atau Rp414,5 triliun. Dukungan ini digantikan konsumsi dan investasi masyarakat," katanya dalam acara Rakornas Transisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional 2023, Kamis (26/1/2023).

Pada 2020, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah menetapkan anggaran sebesar Rp695,2 triliun. Menurutnya, Negara menyediakan anggaran PC-PEN untuk extraordinary measures dan menjaga sektor riil. "Realisasi anggaran PC-PEN 2020 mencapai Rp575,8 triliun," imbuhnya.


Suasana Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma AtletKemayoran Jakarta, Selasa (3/1/2023). Seiring melandainya kasus Covid-19 dan transisi menuju endemi, pemerintah menurunkan alokasi anggaran kesehatan tahun 2023./Bisnis - Suselo Jati
 

Sementara itu, pada 2021, anggaran PC-PEN yang disiapkan untuk reformasi ekonomi dan menghadapi gelombang pandemi terberat, yaitu varian Delta.

Airlangga mengatakan bahwa jumlah anggaran PC-PEN 2021 sebesar Rp744,7 triliun. Untuk PEN 2021, realisasinya mencapai Rp658,6 triliun.

"Lesson learned di bawah kepemimpinan Bapak Presiden saat penanganan pandemi, koordinasi kebijakan rem dan gas terbukti sebagai langkah optimal dibandingkan negara lain,” jelasnya. 

Baca juga: Menanti Rekomendasi WEF Forum Hadapi Ancaman Besar Bagi Dunia

Tak Ada Lagi Dana PEN di APBN

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa pada 2023 tidak ada lagi anggaran khusus dari APBN untuk PC-PEN. Dana kembali ke masing-masing kementerian/Lembaga (KL). 

“Kalau dilihat level belanjanya, pada 2022 itu Rp3090 triliun, 2023 APBN kita mencapai Rp3.061 triliun, agak sedikit turun,” ujarnya dalam Rakornas Transisi PC-PEN di Gedung AA Maramis, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (26/1/2023). 

Melihat dari besarannya, meski sudah tidak ada anggaran yang dikhususkan untuk PC-PEN pada masa transisi ini, jumlahnya tidak berbeda jauh dari masa pandemi Covid-19. 

Baca juga: Anggaran Kesehatan Rp178,7 Triliun, Indonesia Menuju “Normal"

Salah satu contohnya, anggaran Kementerian Kesehatan sebesar Rp178,7 triliun pada 2023 yang tak akan lagi fokus kepada Covid-19. Namun, kembali untuk kesehatan reguler, seperti kanker serviks, stunting, dan TBC yang masih menjadi tantangan. 

Tercatat pada 2022, anggaran Kemenkes untuk kesehatan reguler sebesar Rp130,5 triliun dan untuk Covid-19 sebesar Rp82,4 triliun.


Dengan demikian pada 2023 anggaran khusus Covid-19 dihapus, sementara kesehatan reguler naik Rp48,2 triliun atau sebesar 37 persen. 

Dalam APBN 2023, tercatat untuk pendidikan sebesar Rp612 triliun, kesehatan Rp176,7 triliun, perlindungan sosial Rp476 triliun, ketahanan pangan Rp104 triliun, infrastruktur Rp392,1 triliun, ketahanan energi Rp341,3 triliun, serta program pertahanan keamanan Rp316 triliun. 

"APBN tetap terus menjaga dan mendukung KL dan daerah tetap menjaga momentum pemulihan dan transisi menuju ,” tutupnya. (Feni Freycinetia Fitriani dan Annasa Rizki Kamalina)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.