Rebound Premi Unit Usaha Syariah Asuransi Jiwa Kuartal I/2024

Premi asuransi jiwa berdasarkan unit usaha syariah (UUS) mengalami peningkatkan sebesar 10,8% secara tahunan atau year-on-year/YoY.

Pernita Hestin Untari

3 Jun 2024 - 14.55
A-
A+
Rebound Premi Unit Usaha Syariah Asuransi Jiwa Kuartal I/2024

Karyawan beraktivitas didepan logo-logo asuransi syariah di kantor Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Jakarta, Senin (20/2/2023). Saat ini tersiar kabar bahwa sejumlah unit usaha syariah atau UUS asuransi BUMN akan berkonsolidasi, baik melalui akuisisi maupun merger. - JIBI/Bisnis/Abdurachman

Bisnis, JAKARTA— Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatatkan premi asuransi jiwa UUS mencapai Rp5,79 triliun, atau meningkat 10,8% YoY jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni Rp5,22 triliun. 

Premi UUS  industri asuransi jiwa itu menunjukan perbaikan setelah sempat mengalami penurunan pada kuartal I/2023 yakni turun menjadi Rp5,22 triliun dari sebelumnya Rp5,84 triliun pada kuartal I/2022. 

“Total pendapatan premi dari unit usaha syariah mengalami peningkatan 10,8%,” kata Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon dalam konferensi pers kinerja industri asuransi jiwa periode Januari—Maret 2024 dikutip dari kanal YouTube AAJI Official, Minggu (2/6/2024). 

Baca Juga: Arah Investasi Asuransi Jiwa Usai Terimbas Aturan Unit Linked

Budi mengatakan, premi dari UUS berkontribusi 12,6% dari total pendapatan premi asuransi jiwa. Adapun pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai sebanyak Rp46 triliun. Sementara itu, pendapatan premi unit usaha konvensional justru mengalami penurunan sebanyak 0,4% yoy menjadi Rp40,21 triliun pada kuartal I/2024. Tren penurunan tersebut sama dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. 

Pada kuartal I/2023, premi unit syariah mencapai Rp40,38 triliun yang mana juga turun mencapai 6,4% yoy dari sebelumnya Rp43,15 triliun. Adapun pendapatan premi konvensional berkontribusi sebanyak 87,4% dari total pendapatan premi.

Baca Juga: Perlu Strategi Jitu Pengungkit Premi Baru Asuransi Jiwa

AAJI mencatat total pendapatan industri asuransi jiwa mencapai Rp60,71 triliun atau meningkat 11,7% yoy pada kuartal I/2024 dari sebelumnya Rp54,36 triliun. Kemudian pendapatan hasil investasi industri asuransi jiwa pada kuartal I/2024 turut memberikan kontribusi positif dengan pertumbuhan sebesar 99,8% yoy menjadi Rp12,32 triliun. 

Adapun pada kuartal I/2023, pendapatan hasil investasi industri asuransi jiwa mencapai Rp6,16 triliun. Dari sisi total aset industri asuransi jiwa naik 1,5% yoy menjadi Rp620,47 triliun pada kuartal I/2024. 

Secara total klaim, klaim yang sudah dibayarkan industri asuransi jiwa menurun apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada 2023 yakni turun 5,8% menjadi Rp42,93 triliun. Adapun pada kuartal I/2023, total klaim yang dibayarkan mencapai Rp45,56 triliun. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.