Redupnya Popularitas Clubhouse Meski Terus Berinovasi

Jumlah orang yang mengunduh aplikasi Clubhouse semakin menurun. Padahal, perusahaan aplikasi tersebut telah menyiapkan beragam inovasi untuk menarik pengguna baru.

May 8, 2021 - 4:01 PM
A-
A+
Redupnya Popularitas Clubhouse Meski Terus Berinovasi

Clubhouse merupakan aplikasi yang membiarkan penyelenggara mengadakan sebuah ruang obrolan layaknya siaran radio daring./ Bloomberg

Bisnis, JAKARTA - Aplikasi jejaring sosial obrolan audio khusus undangan, Clubhouse, makin tak populer. Padahal perusahaan aplikasi tersebut telah mengeluarkan beragam fitur untuk tetap menarik pengguna.

Berdasarkan data Sensor Tower, seperti dikutip melalui Business Insider, total unduhan Clubhouse merosot tajam. Pada April 2021, jumlah orang yang mengunduh aplikasi itu hanya mencapai 922.000 kali.

Jumlah tersebut turun pada Maret yang bisa mencapai 2,7 juta kali dan anjlok dari Februari 2021 yang mencapai 9,6 juta unduhan. Penurunan tersebut cukup mengkhawatirkan bagi kinerja perusahaan.

Pasalnya, angka tersebut berarti jumlah pengguna potensial Clubhouse masih sedikit. "Pertumbuhan pengguna pada April tampaknya telah berkurang dalam beberapa bulan terakhir. Namun, data menunjukkan retensi kuat di antara pengguna," ujar Sensor Tower seperti dikutip Bisnis, Sabtu (8/5/2021).

Para analis percaya bahwa aplikasi tersebut bakal terus kehilangan popularitasnya di masa mendatang. Beberapa faktor yang mendorong kejatuhan aplikasi itu di antaranya kejenuhan masyarakat dan munculnya aplikasi dari perusahaan lain. Analis menilai Clubhouse bisa kembali mendapatkan popularitas jika segera meluncurkan aplikasi di platform Android.

 

Aplikasis berbasis suara Clubhouse.

 

Inovasi Lahirkan Beragam Fitur

Clubhouse memang tak tinggal diam melihat penurunan popularitas. Perusahaan itu terus berinovasi dan mengeluarkan fitur-fitur baru.

Beberapa di antaranya layanan monetisasi konten dan sejumlah program untuk membantu para kreator konten. Perusahaan itu juga menyiapkan aplikasi di platform Android untuk memperluas jangkauan pengguna.

Dalam blog mereka, Clubhouse mengumumkan aplikasi untuk Android sedang diuji coba ke beberapa pengguna yang mereka sebut "friendly tester". "Kami tidak sabar menyambut lebih banyak lagi pengguna Android di Clubhouse dalam beberapa minggu ke depan," ujar perusahaan itu, Rabu (5/5/2021).

Sejauh ini, aplikasi Clubhous hanya bisa dinikmati oleh pengguna ponsel dengan sistem operasi iOS. Meski begitu, perusahan itu belum mengumumkan apakah aplikasi tersebut bakal menggunakan sistem referensi yang sama dengan iOS.

Selain itu, Clubhouse juga belum memberikan informasi kapan aplikasi versi Android bisa digunakan oleh publik. Perusahaan juga masih merahasiakan apakah bakal mengubah proses pendaftarannya yang terbilang eksklusif. Pengguna selama ini harus mendapat undangan dari teman untuk menggunakan aplikasi tersebut sebagai referensi untuk mendaftar.

Adapun Clubhouse telah meluncur sejak tahun lalu. Popularitasnya menanjak setelah digunakan sejumlah orang terkenal, seperti Elon Musk dan Mark Zuckerberg.

Setelah itu, perusahaan aplikasi lainnya mulai mengembangkan fitur streaming audio. Seperti Facebook yang mengumumkan fitur berbasis audio antara lain Soundbites dan podcast. Sedangkan Twitter lebih dulu hadir dari Spaces.

Selain persaingan yang makin sengit, nama Clubhouse juga sempat tercoreng karena data 1,3 juta penggunanya bocor dan dipublikasikan di sebuah website. Basis data yang bocor berisi identifikasi platform, data jejaring sosial terkait, dan informasi lain.

Dalam pernyataan resmi, Clubhouse mengatakan bahwa semua data yang dipublikasikan oleh peretas tersedia untuk. Data tersebut dapat dikumpulkan melalui sejumlah metode yang tidak melibatkan pencurian data dari perusahaan.

(Reporter : Akbar Evandio, Rezha Hadyan & Syaiful Millah)

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar