Reksa Dana Masih Dilirik Investor Meski Pasar Volatil

Kinerja reksa dana sejak pertengahan tahun cukup positif seiring meningkatnya investor yang mengalokasikan dananya pada instrumen keuangan tersebut.

Ika Fatma Ramadhansari & Annisa Kurniasari Saumi

28 Nov 2021 - 17.32
A-
A+
Reksa Dana Masih Dilirik Investor Meski Pasar Volatil

ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis, JAKARTA - Industri reksa dana pada tahun ini diproyeksi lebih bagus dibandingkan tahun lalu. Meskipun Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19, namun euforia pasar modal dan penerapan suku bunga yang rendah mampu mendorong industri reksa dana melesat. 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana per Oktober 2021 mencapai Rp558,17 triliun. Nilai tersebut naik 5,34 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp529,87 triliun.

Dana kelolaan reksa dana pada Oktober 2021 juga telah melampaui capaian dana kelolaan pada akhir tahun 2019 yaitu sebesar Rp542,17 triliun. Namun masih dibawah capaian tahun lalu sebesar Rp 573,54 triliun.

Capaian industri reksa dana tahun lalu memang cukup tinggi.  Momentum reli tersebut dimulai sejak 2013 di mana jumlah dana kelolaan reksa dana mencapai Rp193,57 triliun. Itu berarti dana kelolaa industri reksa dana telah meningkat 196,30 persen atau lebih dari dua kali lipat dalam delapan tahun teakhir. 

Untuk sisa tahun ini, dana kelolaan industri reksa dana diproyeksi terus bertumbuh. Direktur Utama Pinnacle Persada Investama, Guntur Putra, mengatakan meski NAB menurun di pertengahan tahun, tetapi sudah mulai ada peningkatan NAB sejak Agustus seiring dengan peningkatan kinerja IHSG dalam tiga bulan terakhir.

"Ada peningkatan juga secara keseluruhan di NAB industri karena reksa dana berbasis saham juga porsinya cukup besar di industri," kata Guntur kepada Bisnis, dikutip Minggu (27/11/2021).

Dia melanjutkan ketika NAB reksa dana pada akhir tahun lalu mencapai Rp573 triliun, sangat mungkin NAB reksa dana pada tahun ini melampaui pencapaian tahun sebelumnya.

Menurutnya, peningkatan NAB ini juga seiring dengan terjadinya peningkatan kinerja di IHSG dan ekspektasi pasar yang membaik dalam tiga bulan terakhir. Selain itu, kondisi pandemi Covid-19 yang sudah cukup terkontrol dan mereda jika dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya.

"Ini juga diikuti dari meningkatnya jumlah Unit Penyertaan [UP] investor reksadana di tiga bulan terakhir, ketika mulai banyak investor yang kembali berinvestasi di reksa dana," ujar dia.

 

 

Meski begitu, Guntur mengingatkan agar investor perlu cermat melihat kondisi pasar yang cukup volatil saat ini. Terutama ekspektasi pasar terkait kenaikan tingkat suku bunga dan risiko inflasi global yang secara langsung juga akan mempengaruhi kondisi pasar.

Prospek NAB reksa dana pada satu bulan terakhir 2021 juga bergantung pada kondisi pasar. "Tapi harapan kami, prospek NAB atau AUM industri reksa dana juga akan bertumbuh secara sehat dan stabil, dan ada peningkatan untuk di sisa satu bulan tahun ini," tutur dia.

Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto, juga mengatakan ada peluang dana kelolaan reksa dana terus bertumbuh. Hal itu dipengaruhi oleh potensi kenaikan IHSG pada akhir tahun dan juga kenaikan harga obligasi.

“Kemungkinan [total NAB reksa dana tahun ini lampaui capaian tahun sebelumnya] bisa karena potensi dari kenaikan IHSG dan harga obligasi hingga akhir tahun juga bisa mengangkat dana kelolaan,” ungkap Rudiyanto kepada Bisnis, Jumat (28/11/2021).

Menurutnya, sentimen window dressing pada akhir tahun berpotensi mengangkat dana kelolaan reksa dana berbasis saham pada Desember 2021. Di sisi lain, ungkapnya jika terjadi koreksi-koreksi di pasar modal, momen tersebut juga menjadi kesempatan oleh investor untuk masuk berinvestasi.

Terkait dengan rendahnya suku bunga saat ini, Rudiyanto menyampaikan bahwa tren suku bunga rendah akan sangat mempengaruhi minat investor terhadap produk reksa dana. Hal tersebut karena ketika suku bunga rendah, investor jelasnya akan mencari produk investasi alternatif.

Selain itu, Rudiyanto mengatakan pandemi Covid-19 juga tidak menghalangi pertumbuhan investor reksa dana. “Ketika pandemi mulai terkendali tahun ini, minat investor juga terus meningkat, kontribusi utamanya dari fintech yang mempermudah pembukaan rekening dan transaksi,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Febrina Ratna Iskana

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.