Free

Rencana Besar Masa Depan Terminal Petikemas Makassar

Beberapa opsi yang ada untuk TPM ke depan yakni untuk menyulap TPM sebagai terminal non-peti kemas. Apalagi, TPM juga tidak hanya melayani peti kemas melainkan juga curah dan lain-lain.

Dany Saputra

23 Sep 2022 - 20.49
A-
A+
Rencana Besar Masa Depan Terminal Petikemas Makassar

Aktivitas bongkar muat di Makassar

Bisnis, JAKARTA – Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) tengah merancang masa depan Terminal Petikemas Makassar (TPM) setelah adanya Makassar New Port (MNP). 

Direktur Utama SPTP M. Adji menyampaikan bahwa kegiatan peti kemas kedepannya akan terpusat di MNP saja. Awalnya, adanya MNP memang untuk mendukung kegiatan peti kemas di TPM yang sempat mengalami stagnasi beberapa tahun sebelumnya.

Beberapa opsi yang ada untuk TPM ke depan yakni untuk menyulap TPM sebagai terminal non-peti kemas. Apalagi, TPM juga tidak hanya melayani peti kemas melainkan juga curah dan lain-lain.

“Atau kami tutup sekalian Terminal Petikemas Makassar itu. Karena dia berada di kota mungkin lebih valuable [kita manfaatkan untuk tempat] yacht, atau kawasan wisata dan kuliner yang berbasis di laut. Itu salah sati opsi yang sekarang dikaji,” jelasnya kepada Tim Jelajah Pelabuhan Bisnis Indonesia, Jumat (23/9/2022).

Rencananya, dalam waktu dekat, manajemen dari kedua pelabuhan ini akan digabungkan terlebih dahulu. Adapun, pengalihan kegiatan peti kemas dari TPM ke MNP merupakan salah satu bentuk efisiensi fasilitas kepelabuhan yang dilakukan SPTP pascamerger Pelindo.

Baca Juga: Konektivitas Makassar New Port Jalur Kereta Masih Ada Kendala

Foto udara kapal KM Bukit Siguntang di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan (11/9/2022). KM Bukit Siguntang mengangkut 1204 penumpang dan 2 ton general kargo. Bisnis - Adam 


Sebelumnya, TPM mulai beroperasi sejak 2015 dan baru diikuti oleh MNP empat tahun setelahnya yakni pada 2019. TPM memiliki kapasitas hingga 700.00 twenty-foot equivalent per units (TEUs) per tahun, sedangkan MNP berkapasitas 588.549 TEUs.

Jarak di antara keduanya tidak terlalu jauh, yakni hanya sekitar 4 kilometer (km). Total kapasitas kedua pelabuhan ditaksir mencapai hingga 3 juta TEUs. Terminal Head TPM Muhammad Syukur mengatakan setelah penggabungan kedua manajemen pelabuhan, TPM dan MNP juga bisa berbagi sumber dayanya.

“Ke depan akan ada penyatuan. Jadi, resources TPM dan MNP akan bisa kita share, begitu pula proses penyandaran kapal akan jadi satu-kesatuan atau pengelolaan. Itu rencana ke depan dari manajemen,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.