Rencana Ekspansi MTEL dan Gerak Sahamnya yang Stagnan Usai IPO

Mitratel secara resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Senin (22/11/2021). Namun sahamnya cenderung bergerak stagnan.

Pandu Gumilar

22 Nov 2021 - 15.05
A-
A+
Rencana Ekspansi MTEL dan Gerak Sahamnya yang Stagnan Usai IPO

Aset menara PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. atau Mitratel. - Mitratel.

Bisnis, JAKARTA - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel akhirnya secara resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Senin (22/11/2021). Anak usaha BUMN itu tercatat sebagai emiten ke-41 sepanjang tahun ini.

Saham MTEL dibuka pada level Rp800 hingga pukul 09.02. Hingga pukul 09.18 WIB, saham MTEL terpantau melemah 5 poin ke level Rp795, meskipun sempat menguat sesaat ke level Rp890 per saham.

Hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, saham MTEL cenderung bergerak stagnan. Pada pukul 11.30 WIB, sahamnya parkir di level Rp785, dan pada pukul 14.30 WIB turun lagi ke level Rp775. 

Meski begitu, MTEl mampu mengantongi dana yang cukup besar selama IPO. Perusahaan tersebut melepaskan saham sebanyak 23.493.524.800 atau setara saham publik lebih dari 28 persen. Dengan begitu, dana publik yang didapat oleh anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) itu mencapai Rp18,8 triliun, kedua yang terbesar sepanjang sejarah.

 

 

MTEL rencananya menggunakan sebanyak 90 persen dari dana hasil penawaran umum untuk belanja modal. Secara rinci perseroan menyebutkan bahwa 44 persen diantaranya akan digunakan untuk belanja modal organik.

Misalnya seperti mengembangkan dan memperluas hubungan dengan pelanggan yang mencakup berbagai pengeluaran. Termasuk penguatan dan penambahan menara yang saat ini dimiliki oleh perseroan.

Mitratel juga akan membangun menara dan menambah site untuk pesanan build to suite bagi berbagai operator. Mitratel pun akan melakukan ekspansi ke layanan teknologi agar bisa bersinergi dengan bisnis penyewaan menara.

Selain itu, anak usaha BUMN itu akan menggunakan 56 persen dana untuk belanja modal anorganik. Mitratel akan menggunakan dana untuk mengakuisisi menara milik operator telekomunikasi terkemuka.

Perseroan juga berencana mengakuisisi produk dan layanan teknologi strategis yang bisa bersinergi dengan bisnis penyewaan menara. Sisa 10 persen dari hasil penawaran umum akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja lainnya seperti peningkatan sistem teknologi informasi.

Direktur Utama Dayamitra Telekomunikasi, Theodorus Ardi Hartoko, menjelaskan secara umum bahwa alokasi dana hasil IPO akan digunakan mengembangkan kompetensi dan kapabilitasnya menjadi perusahaan unggul profesional transparan.

 

 

"Kami pahami perubahan teknologi yang cepat harus akselerasi seluruh kompetensi Mitratel dan ke depan. Tercermin di bisnis plan tak hanya semata-mata tower bisnis, tapi berkembang menjadi infrastructure company bisa support era 5G dan kelanjutannya," katanya.

Saat ini, Mitratel memiliki 28.030 menara yang tersebar di Pulau Jawa sebanyak 11.963 menara atau 43 persen dari portofolio dengan tenancy ratio 1,64x. Sementara itu, sebanyak 16.067 menara atau 57 persen berada di luar Pulau Jawa dengan tenancy ratio 1,39x.

"Kami bersama operator mempersiapkan rencana, memastikan pertumbuhan ekonomi di luar Jawa masif diimbangi seluruh operator yang dapat memberikan layanan sebaik-baiknya di seluruh Indonesia," ujarnya.

Direktur Utama Telkom Indonesia (Persero) Ririek Adriansyah menjelaskan rencana ke depan Mitartel akan mengembangkan bisnisnya yang paling mendasar dengan menambah menara di berbagai daerah baik membangun tower maupun akuisisi menara. Demi menyambut era 5G selain membutuh menara lebih banyak, industri akan membutuh mini pool di kota-kota yang tidak mungkin lagi dibangun menara baru. Mitratel akan menyiapkan kebutuhan mini pool tersebut.

 

 

Bisnis Makin Ketat

Seluruh rencana tersebut bakal dimulai pada tahun depan. Mitratel rencananya bakal memacu ekspansi mulai 2022.

Direktur Investasi Dayamitra Telekomunikasi, Hendra Purnama, mengatakan perseroan berencana untuk mengebut ekspansi menara mulai 2022. Menurutnya perseroan sedang dalam tahap mengakuisisi menara baru.

“Saat ini untuk akuisisi saya sampaikan kami sudah muai proses dan untuk penggunanan dananya 40 persen,” katanya pada Senin (22/11/2021).

Hendra menambahkan MTEL juga sudah melakukan persiapan untuk pembangunan organic. Dia optimistis mulai 2022 dan 2023 anak usaha BUMN itu sudah mulai tahap pengerjaan.

“Di samping buat akuisisi kami sedang persiapkan untuk organik diharapkan bisa mulai proses di 2022,” katanya.

Direktur Bisnis Dayamitra Telekomunikasi, Noorhayati Candrasuci, menambahkan perseroan telah menyiapkan empat pilar utama untuk memperkuat posisi sebagai pemimpin dalam bisnis menara. Pertama adalah memperkuat dengan mengembangkan menara baru secara organik atau kolokasi. Dengan begitu anak usaha BUMN itu dapat meningkatkan tenancy ratio secara massif.

“Kedua untuk mempercepat pertumbuhan kami akan melakukan pengembangan organik dengan melakukan akuisisi menara atau lahan yang bisa memperkuat posisi kami ke depan,” katanya.

Ketiga, perseroan berencana memiliki bisnis pendukung untuk mendukung infrastruktur digital terutama 5G. Misalnya fiber optik dan jaringan-jaringan lainnya.

Terakhir, perseroan akan melakukan efisiensi operasional dengan mengevaluasi pengeluaran. Di samping itu, MTEL akan melakukan transformasi digital untuk memperbaiki proses bisnis dan memberikan efisiensi maksimum.

Seluruh upaya tersebut dirancang untuk menjadikan Mitratel lebih unggul dibandingkan kompetitor. Terlebih lagi bisnis menara semakin lama semakin ketat.

Mitratel tidak hanya bersaing dengan perusahaan menara lokal, melainkan juga dengan investor asing. “Pada saat ini kondisi bisnis tower sedang mengalami dinamikan yang sangat positif terkait perubahaan kebijakan yang mengizinkan investor asing boleh berinvestasi pada perusahaan menara,” katanya pada Senin (22/11/2021).

Theodorus menambahkan dengan perkembangan jaringan 5g juga akan mendorong bisnis menara terus tumbuh. Pasalnya kebutuhan jaringan akan membesar dan membuat pemain menara untuk terus berekspansi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Febrina Ratna Iskana

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.