Rentetan Insiden Kebocoran Gas di PLTP Sorik Marapi

Terhadap insiden sebelumnya, pemerintah sebenarnya telah melakukan serangkaian evaluasi dan investigasi. Namun, bagaimana hasilnya tidak diketahui. Yang jelas, PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) masih mengoperasikan proyek tersebut.

Ibeth Nurbaiti

29 Sep 2022 - 15.00
A-
A+
Rentetan Insiden Kebocoran Gas di PLTP Sorik Marapi

Area pembangkit listrik panas bumi (PLTP) Sorik Marapi yang dikembangkan oleh PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP)./Kementerian ESDM

Bisnis, JAKARTA — Seperti tak ada habis-habisnya, insiden membahayakan warga masih saja terjadi di sekitar pembangkit listrik panas bumi (PLTP) Sorik Marapi.

Setelah terjadi beberapa kali insiden semburan liar atau blow out yang disertai dengan gas hidrogen sulfida (H2S) di sekitar PLTP Sorik Marapi, kini proyek yang berada di Desa Sibangor Julu, Mandailing Natal, Sumatra Utara itu kembali mengalami kebocoran gas beracun.

Baca juga: Akselerasi Panas Bumi Butuh Sinergitas dan Kolaborasi

Puluhan warga Desa Sibangor Julu pada Selasa (27/9/2022) pun menjadi korban kebocoran gas H2S. Mereka terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah menghirup gas H2S dari Sorik Marapi. Kebocoran gas H2S di PLTP Sorik Marapi ini menambah panjang rentetan insiden sebelumnya yang bahkan telah menyebabkan korban jiwa.

Terhadap insiden sebelumnya, pemerintah sebenarnya telah melakukan serangkaian evaluasi dan investigasi. Namun, bagaimana hasilnya tidak diketahui. Yang jelas, PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) masih mengoperasikan proyek tersebut.

Baca juga: Langkah Maju RUU EBT, Panas Bumi Bisa Jadi Prioritas

Sejumlah insiden yang terjadi di beberapa wilayah kerja panas bumi disinyalir karena kerja sama yang dijalin operator bersama dengan penyedia jasa yang cenderung berupaya menekan ongkos pengeboran, sehingga kerap tidak menghiraukan sejumlah aspek yang berkaitan dengan kualitas perlengkapan dan keamanan.

Hal itu juga diakui oleh Manajemen SMGP yang menyebutkan bahwa penyebab utama kejadian tersebut adalah ketidaksesuaian antara data koordinat dan proyeksi yang disediakan directional drilling, yakni PT Halliburton Drilling Systems Indonesia dan kondisi aktualnya.


Sementara itu, untuk insiden terbaru, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga melakukan investigasi atas dugaan kebocoran gas beracun dari rangkaian kegiatan uji alir sumur T-11 di lapangan panas bumi Sorik Marapi.

Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM, Harris Yahya menyebutkan bahwa kementeriannya telah menerima laporan terkait dengan insiden itu. “Saat ini tim telah berada di lokasi dan melakukan koordinasi dengan Pemda Kabupaten Mandailing Natal, Kepolisian, dan PT SMGP untuk penanganan dan penelusuran lebih lanjut,” kata Harris melalui siaran pers, Kamis (29/9/2022).

Baca juga: Ironi di Negeri Kaya Sumber Energi, Surplus Gas tetapi Impor

Untuk diketahui, terdapat 79 orang keracunan setelah diduga terpapar gas beracun dari kegiatan uji alir sumur T-11 SMGP pada 27 September 2022 lalu, sekitar pukul 18.00 WIB. Kebanyakan warga yang berasal dari Desa Sibangor Julu dan Sibangor Tonga mengeluhkan mencium bau menyengat dari Wellpad T. Akibatnya, sejumlah warga dilaporkan mengalami sesak napas dan muntah-muntah.

Aktivitas di Wellpad T adalah kegiatan bleeding sumur T-11 untuk menetralisir gas di dalam sumur yang menjadi bagian dalam rangkaian proses uji alir sumur T-11. “Proses bleeding dimulai pukul 15.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB dan direncanakan untuk dilanjutkan kembali keesokan harinya, beberapa saat setelahnya PT SMGP mendapat laporan adanya keluhan dari warga,” ujarnya.

Baca juga: Ketimpangan Industri Hulu dan Hilir Membayangi Penghiliran Timah

Menurut Harris, kegiatan uji alir sumur panas bumi memang memiliki risiko salah satunya berupa keluarnya gas H2S dalam prosesnya. Namun, telah diantisipasi dengan serangkaian prosedur ketat, antara lain dengan melakukan penetralisiran gas H2S sebelum fluida sumur panas bumi dialirkan.

Saat ini, penanganan dampak kebocoran gas salah satunya difokuskan kepada warga yang mengeluhkan kesehatan. Sementara itu, situasi instalasi dan peralatan di PLTP Sorik Marapi saat ini dalam kondisi normal. Namun, rangkaian kegiatan uji alir sumur T-11 telah dihentikan dan sumur dalam kondisi tertutup dan aman. 


Sebagai gambaran, dalam 2 tahun terakhir sudah enam kecelakaan yang terjadi di area kerja Sorik Marapi, yakni:

  1. 25 Januari 2021 — Lima orang warga Mandailing Natal meninggal dunia akibat kebocoran gas dari proyek pembangunan PLTP yang dikerjakan PT SMGP. Puluhan warga lainnya juga dilarikan ke puskesmas. 
  2. 14 Mei 2021 — Terjadi ledakan dan kebakaran pada proyek PLTP Sorik Marapi dan sejumlah warga harus diungsingkan untuk proses pemadaman api karena jaraknya hanya 300 meter dari pemukiman.
  3. 6 Maret 2022 — Kebocoran gas H2S di Sibanggor Julu yang berasal dari salah satu sumur milik PT SMGP yang mengakibatkan sedikitnya 58 warga harus dirawat karena mengalami mual, pusing, muntah hingga pingsan. 
  4. 24 April 2022 — Semburan lumpur panas setinggi lebih dari 30 meter disertai dengan bau gas yang menyengat terjadi di rig pengeboran panas bumi PT SMGP. Sebanyak 21 warga terpapar gas beracun dan persawahan warga terendam lumpur. 
  5. 16 September 2022 — Semburan gas H2S yang mengakibatkan delapan warga adat Mandailing mengalami keracunan.
  6. 27 September 2022 — Kebocoran H2S di PLTP SMGP Mandailing Natal yang menyebabkan sedikitnya 79 warga mengalami keracunan.

PLTP Sorik Marapi mengoperasikan 2 unit pembangkit dengan kapasitas pembangkitan 90 Megawatt (MW) yang membantu meningkatkan keandalan jaringan transmisi ketenagalistrikan Sumatera Utara saat ini. 

Baca juga: Kabar Buruk untuk Pengembangan Panas Bumi dari Sorik Marapi

Dalam rangka pengembangan PLTP Sorik Marapi Unit III, SMGP melakukan kegiatan pengeboran sumur panas bumi yang salah satunya sumur T-12 untuk penyediaan suplai uap PLTP Unit III.


Sebelumnya, SMGP yang merupakan pengembang pada proyek PLTP Sorik Marapi, melaporkan pada tanggal 24 April 2022, terjadi semburan liar atau blow out yang diikuti dengan keluarnya gas H2S ketika berlangsung pengeboran sumur panas bumi T-12.

Semburan liar merupakan salah satu potensi bahaya yang dapat terjadi dalam kegiatan pengeboran sehingga prosedur dan peralatan untuk pencegahannya juga harus dipersiapkan dengan baik. (Nyoman Ary Wahyudi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.