Free

Respons BRI & BCA saat Terjadi Fenomena Ribuan ATM Dinonaktifkan

Terjadi penurunan 2.604 terminal ATM/CRM/CDM di bank, dibandingkan akhir 2022 sebanyak 94.016 terminal.

Arlina Laras & Fahmi Ahmad Burhan

14 Apr 2024 - 18.24
A-
A+
Respons BRI & BCA saat Terjadi Fenomena Ribuan ATM Dinonaktifkan

ATM Centre di salah satu mal di Jakarta. Bisnis/Himawan L. Nugraha

Bisnis, JAKARTA – Saat ini terjadi fenomena industri perbankan di Indonesia nonaktifkan terminal ATM. Setidaknya ada ribuan yang tidak berfungsi dalam setahun terakhir.

Berdasarkan data Surveillance Perbankan Indonesia yang dirilis OJK baru-baru ini, jumlah terminal ATM/CRM/CDM di bank umum mencapai 91.412 unit pada akhir 2023. Terjadi penurunan 2.604 terminal ATM/CRM/CDM di bank, dibandingkan akhir 2022 sebanyak 94.016 terminal.

Selain jumlah ATM, transaksi memakai kartu ATM pun turun. Mengacu statistik sistem pembayaran dan infrastruktur pasar keuangan (SPIP) Bank Indonesia (BI), jumlah transaksi kartu ATM turun 7,33% secara tahunan (year on year/YoY) pada Januari 2024, menjadi 583,02 juta transaksi.

Baca juga: Rincian Bank Bangkrut di Indonesia sejak Covid-19 Melanda

Adapun, nilai transaksi kartu ATM dan debit turun 7,68% YoY menjadi Rp593,43 triliun pada Januari 2024.

Penurunan jumlah ATM dan transaksinya itu terjadi seiring dengan pesatnya digitalisasi perbankan. BI mencatat nilai transaksi digital perbankan pada awal tahun atau Januari 2024 telah mencapai Rp5.335,33 triliun, tumbuh 17,19% YoY.

Nilai transaksi uang elektronik meningkat 39,28% YoY mencapai Rp83,37 triliun pada Januari 2024. Sementara, nominal transaksi QRIS tercatat tumbuh pesat 149,46% YoY, mencapai Rp31,65 triliun.

 

 

Jumlah pengguna QRIS mencapai 46,37 juta dan jumlah merchant 30,88 juta, yang sebagian besar merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Merespons hal tersebut, Direktur Retail Funding and Distribution PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Andrijanto menilai penyebab turunnya transaksi di ATM salah satunya disebabkan oleh makin terbiasanya masyarakat bertransaksi melalui BRImo dan channel digital

BRI mencatat terjadi penurunan transaksi ATM 14% secara tahunan. Penurunan transaksi ATM ini terutama terjadi untuk transaksi tarik tunai. Tahun ini, BRI juga memproyeksikan transaksi di ATM akan menurun 10%.

Baca juga: Habis Bank Bangkrut Kini Ribuan ATM Kena 'Suntik Mati', BRI & BCA Buka Suara

"Hal ini mengingat shifting perilaku yang terjadi di masyarakat serta berbagai inisiatif penguatan platform digital yang berdampak pada shifting dari transaksi cash menjadi cashless," kata Andrijanto kepada Bisnis.

Di sisi lain, ATM masih memegang peran penting bagi PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) seiring dengan peningkatan transaksi.

"BCA melihat kehadiran mesin ATM masih berperan penting dan menjadi pilihan masyarakat dalam melakukan transaksi perbankan," ujar EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.